alexametrics
28.8 C
Madura
Tuesday, May 17, 2022

Anggota DPRD Bangkalan dan Pamekasan Lakukan Rapid Test

PAMEKASAN – DPRD Pamekasan menggelar rapid test untuk mengecek kesehatan wakil rakyat serta seluruh pegawai sekretariat. Namun, pelaksanaan rapid test itu sepi. Hanya tujuh orang anggota dewan yang hadir.

Zainal Alim, anggota tim medis dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan yang melakukan rapid test terhadap anggota dewan mengatakan, kuota tes cepat itu sebenarnya 95 orang. Puluhan orang yang akan di-rapid test rencananya pegawai sekretariat dan anggota DPRD Pamekasan.

Namun, yang hadir hanya 14 orang. Perinciannya, tujuh anggota dewan dan sisanya pegawai sekretariat. Hasil tes cepat itu menunjukkan seluruh anggota dewan dan pegawai sekretariat sehat. Dia mengaku tidak mengetahui jadwal tes lanjutan. ”Belum semua anggota dewan di-rapid test,” katanya.

Dijelaskan, sebagai anggota tim medis, dia hanya menunggu petunjuk dari sekretariat dewan selaku tuan rumah. Jika dibutuhkan, rapid test terhadap anggota dewan dan staf sekretariat akan dilanjutkan. ”Saya belum tahu juga kapan (rapid test, Red) selanjutnya,” ulasnya.

Baca Juga :  Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Ternyata Doyan Ini

Ketua Komisi III DPRD Pamekasan Ismail mengakui tidak semua anggota dewan di-rapid test. Pengecekan kesehatan itu dilakukan secara bertahap. Kegiatan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi persebaran wabah korona. ”Hasil rapid test tidak menjadi ukuran, tapi minimal gejala awal diketahui,” imbuhnya.

Dijelaskan, jika ada salah satu penghuni kantor dewan terindikasi menderita gejala korona, yang bersangkutan bisa isolasi mandiri agar tidak membahayakan orang lain. ”Rapid test ini inisiatif dewan sendiri. Ketua DPRD Pamekasan Fathor Rohman mengumumkan melalui grup WhatsApp bahwa akan digelar cek kesehatan tersebut,” katanya.

Sementara itu, hasil rapid test tahap dua terhadap staf dan anggota DPRD Bangkalan sudah keluar. Hasilnya, nonreaktif alias negatif. Namun demikian, rapid test tahap dua tersebut hanya diikuti 17 orang. Itu pun mayoritas staf. Padahal, total personalia sekretariat DPRD Bangkalan 138 orang. Perinciannya 50 anggota dewan dan 88 sisanya staf sekretariat.

Ketua DPRD Bangkalan Muhammad Fahad mengatakan, hasil rapid test tahap dua tidak ada yang positif alias negatif. Dengan demikian, tidak perlu dilakukan isolasi di Gedung Balai Diklat. ”Untuk yang tahap dua, semua negatif hasil rapid test-nya,” tegasnya.

Baca Juga :  Istri Menko Polhukam Kunjungi Pasar Batik

Menurut Fahad, pihaknya berharap anggota dewan yang lain segera rapid test. Dikatakan, rapid test hanya screening awal untuk mengetahui seberapa jauh seseorang terpapar atau tidak. ”Kami harap anggota dewan yang belum, segera rapid test,” sarannya.

Fahad menyatakan, kemungkinan besar hanya 72 orang yang melakukan rapid test  dari total 138 orang. Tapi, pihaknya ingin semua melakukan rapid test. Itu untuk mencegah persebaran Covid-19. ”Tujuannya hanya untuk memutus persebaran Covid-19. Itu gunanya melakukan rapid test,” ingatnya.

Dikonfirmasi di tempat terpisah, Jubir Humas Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bangkalan Agus Zein mengakui bahwa hasil rapid test tahap dua di lingkungan dewan belum ada yang positif. ”Alhamdulillah tahap dua hasilnya negatif. Kalau rapid test tahap pertama tinggal menunggu hasil tes swab,” pungkasnya. 

PAMEKASAN – DPRD Pamekasan menggelar rapid test untuk mengecek kesehatan wakil rakyat serta seluruh pegawai sekretariat. Namun, pelaksanaan rapid test itu sepi. Hanya tujuh orang anggota dewan yang hadir.

Zainal Alim, anggota tim medis dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan yang melakukan rapid test terhadap anggota dewan mengatakan, kuota tes cepat itu sebenarnya 95 orang. Puluhan orang yang akan di-rapid test rencananya pegawai sekretariat dan anggota DPRD Pamekasan.

Namun, yang hadir hanya 14 orang. Perinciannya, tujuh anggota dewan dan sisanya pegawai sekretariat. Hasil tes cepat itu menunjukkan seluruh anggota dewan dan pegawai sekretariat sehat. Dia mengaku tidak mengetahui jadwal tes lanjutan. ”Belum semua anggota dewan di-rapid test,” katanya.

Dijelaskan, sebagai anggota tim medis, dia hanya menunggu petunjuk dari sekretariat dewan selaku tuan rumah. Jika dibutuhkan, rapid test terhadap anggota dewan dan staf sekretariat akan dilanjutkan. ”Saya belum tahu juga kapan (rapid test, Red) selanjutnya,” ulasnya.

Baca Juga :  Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Ternyata Doyan Ini

Ketua Komisi III DPRD Pamekasan Ismail mengakui tidak semua anggota dewan di-rapid test. Pengecekan kesehatan itu dilakukan secara bertahap. Kegiatan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi persebaran wabah korona. ”Hasil rapid test tidak menjadi ukuran, tapi minimal gejala awal diketahui,” imbuhnya.

Dijelaskan, jika ada salah satu penghuni kantor dewan terindikasi menderita gejala korona, yang bersangkutan bisa isolasi mandiri agar tidak membahayakan orang lain. ”Rapid test ini inisiatif dewan sendiri. Ketua DPRD Pamekasan Fathor Rohman mengumumkan melalui grup WhatsApp bahwa akan digelar cek kesehatan tersebut,” katanya.

Sementara itu, hasil rapid test tahap dua terhadap staf dan anggota DPRD Bangkalan sudah keluar. Hasilnya, nonreaktif alias negatif. Namun demikian, rapid test tahap dua tersebut hanya diikuti 17 orang. Itu pun mayoritas staf. Padahal, total personalia sekretariat DPRD Bangkalan 138 orang. Perinciannya 50 anggota dewan dan 88 sisanya staf sekretariat.

Ketua DPRD Bangkalan Muhammad Fahad mengatakan, hasil rapid test tahap dua tidak ada yang positif alias negatif. Dengan demikian, tidak perlu dilakukan isolasi di Gedung Balai Diklat. ”Untuk yang tahap dua, semua negatif hasil rapid test-nya,” tegasnya.

Baca Juga :  Siti Amina Geser Fahrillah Urutan Kelima Kalah dengan Calon Pemerintah

Menurut Fahad, pihaknya berharap anggota dewan yang lain segera rapid test. Dikatakan, rapid test hanya screening awal untuk mengetahui seberapa jauh seseorang terpapar atau tidak. ”Kami harap anggota dewan yang belum, segera rapid test,” sarannya.

Fahad menyatakan, kemungkinan besar hanya 72 orang yang melakukan rapid test  dari total 138 orang. Tapi, pihaknya ingin semua melakukan rapid test. Itu untuk mencegah persebaran Covid-19. ”Tujuannya hanya untuk memutus persebaran Covid-19. Itu gunanya melakukan rapid test,” ingatnya.

Dikonfirmasi di tempat terpisah, Jubir Humas Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bangkalan Agus Zein mengakui bahwa hasil rapid test tahap dua di lingkungan dewan belum ada yang positif. ”Alhamdulillah tahap dua hasilnya negatif. Kalau rapid test tahap pertama tinggal menunggu hasil tes swab,” pungkasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/