alexametrics
24.1 C
Madura
Wednesday, August 10, 2022

Kasihan, Anak Aisyah Baru Berusia 4,5 Tahun

PAMEKASAN – Kematian Aisyah, membuat keluarganya shock. Bahkan, orang tua seakan tidak percaya anaknya meninggal dengan tragis. Apalagi, anak perempuan Aisyah bernama Nindi baru berusia 4,5 tahun.

Wiwik, ibunda Aisyah mengaku mulai khawatir karena sampai sore anaknya tidak pulang ke rumah. “Biasanya jam 13.00 pulang dulu ke rumah. Berangkat kerja lagi pukul 16.00 sampai malam,” katanya.

Untuk memastikan keberadaan anaknya, Wiwik mengajak Ulul (adik Aisyah, Red) ke konter Vivo. “Setelah Maghrib saya ke konter, tapi Aisyah tidak ada. Katanya, pamit keluar sebentar beli kertas folio. HP dan tasnya ditinggal di konter,” jelasnya.

Keluarga mengetahui Aisyah meninggal dunia setelah Ulul melihat story WhatsApp (WA) yang geger mengenai pembunuhan perempuan asal Kelurahan Kowel.

Baca Juga :  Kecantol TKI Madura, Puluhan WNA Dipulangkan

“Setelah melihat story WA, Ulul langsung menyangka kalau korbannya itu Aisyah. Beberapa saat kemudian, saya terima telefon dan dikabari kalau korban pembunuhan benar-benar Aisyah, anak saya. Saya langsung shock,” papar Wiwik.

Dijelaskan, suaminya yaitu Encung juga shock dan tidak percaya anaknya mati. “Sebelumnya, suami saya sakit sampai diinfus, ya karena mikirin Aisyah. Eh ternyata Aisyah sudah meninggal. Suami shock dan emosi. Kok anak kami meninggal dalam keadaan seperti itu,” ungkapnya meneteskan air mata.

Wiwik menuturkan, jenazah Aisyah tiba di rumah duka, Jumat (25/1) sekitar pukul 03.00 pagi. Sebelumnya, jenazah diautopsi di RSUD Slamet Martodirdjo. “Setelah kami terima jenazah, langsung disholatkan dan dikubur usai shalat subuh,” katanya.

Baca Juga :  Tiga Investor Batal Garap Usaha

Perlu diketahui, Aisyah ditemukan meninggal bersama teman prianya bernama Roy Robi di kamar nomor 10 Hotel Garuda, Jalan Mesigit, Kelurahan Gladak Anyar, Kamis (24/1) sekitar pukul 22.00. Roy Robi ditemukan tewas gantung diri sementara Aisyah tergeletak di kasur. (Herlina Trisukma)

PAMEKASAN – Kematian Aisyah, membuat keluarganya shock. Bahkan, orang tua seakan tidak percaya anaknya meninggal dengan tragis. Apalagi, anak perempuan Aisyah bernama Nindi baru berusia 4,5 tahun.

Wiwik, ibunda Aisyah mengaku mulai khawatir karena sampai sore anaknya tidak pulang ke rumah. “Biasanya jam 13.00 pulang dulu ke rumah. Berangkat kerja lagi pukul 16.00 sampai malam,” katanya.

Untuk memastikan keberadaan anaknya, Wiwik mengajak Ulul (adik Aisyah, Red) ke konter Vivo. “Setelah Maghrib saya ke konter, tapi Aisyah tidak ada. Katanya, pamit keluar sebentar beli kertas folio. HP dan tasnya ditinggal di konter,” jelasnya.


Keluarga mengetahui Aisyah meninggal dunia setelah Ulul melihat story WhatsApp (WA) yang geger mengenai pembunuhan perempuan asal Kelurahan Kowel.

Baca Juga :  Akibat Penyakit Kambuh, Rosidah Tewas Tenggelam

“Setelah melihat story WA, Ulul langsung menyangka kalau korbannya itu Aisyah. Beberapa saat kemudian, saya terima telefon dan dikabari kalau korban pembunuhan benar-benar Aisyah, anak saya. Saya langsung shock,” papar Wiwik.

Dijelaskan, suaminya yaitu Encung juga shock dan tidak percaya anaknya mati. “Sebelumnya, suami saya sakit sampai diinfus, ya karena mikirin Aisyah. Eh ternyata Aisyah sudah meninggal. Suami shock dan emosi. Kok anak kami meninggal dalam keadaan seperti itu,” ungkapnya meneteskan air mata.

Wiwik menuturkan, jenazah Aisyah tiba di rumah duka, Jumat (25/1) sekitar pukul 03.00 pagi. Sebelumnya, jenazah diautopsi di RSUD Slamet Martodirdjo. “Setelah kami terima jenazah, langsung disholatkan dan dikubur usai shalat subuh,” katanya.

Baca Juga :  Gudang Sentra Batik Tak Bisa Beroperasi Tahun Ini

Perlu diketahui, Aisyah ditemukan meninggal bersama teman prianya bernama Roy Robi di kamar nomor 10 Hotel Garuda, Jalan Mesigit, Kelurahan Gladak Anyar, Kamis (24/1) sekitar pukul 22.00. Roy Robi ditemukan tewas gantung diri sementara Aisyah tergeletak di kasur. (Herlina Trisukma)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/