alexametrics
22.4 C
Madura
Monday, August 15, 2022

Belasan Ribu Nelayan Tak Terdaftar Asuransi

PAMEKASAN – Mayoritas nelayan di Kabupaten Pamekasan tidak memiliki kartu asuransi. Dari 14 ribu nelayan yang terdata di dinas perikanan (diskan), yang memiliki asuransi sekitar 500 orang. Yakni, bantuan premi asuransi nelayan (BPAN) 200 dan asuransi mandiri sekitar 300 nelayan.

Kasi Pengendalian dan Perlindungan Nelayan Kecil Diskan Pamekasan Bambang Budi Santoso mengatakan, sejak 2016, pemerintah membuat program asuransi. Realisasi dari program BPAN itu berlangsung pada 2017.

Namun, program asuransi hanya berlaku setahun. Setelah itu masa berlaku habis. Nelayan harus menunggu pemerintah membuka pendaftaran asuransi baru untuk memiliki kartu asuransi tersebut.

Pada 2018, pemerintah kembali membuka pendaftaran asuransi. Namun, bukan program BPAN, tapi berubah menjadi asuransi mandiri. Berbeda dengan BPAN, untuk mendaftar asuransi mandiri, semua pembiayaan ditanggung nelayan.

Baca Juga :  IAIN Madura Sukses Gelar Konferensi Internasional III

”Nelayan bisa mengurus sendiri ke PT asuransi yang sudah bekerja sama dengan pemerintah. Bisa juga dengan melewati dinas perikanan,” kata Bambang kepada RadarMadura.id kemarin (24/1).

Bambang menyampaikan, setelah pendaftaran asuransi mandiri dibuka, pemerintah kembali menggulirkan program BPAN. Tidak banyak nelayan yang mendaftar. Di samping itu, ada nelayan yang belum mempunyai Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan (Kusuka).

”Nelayan yang tidak punya Kusuka tidak bisa mendaftar asuransi. Sebab, itu merupakan syarat utama. Selain itu, ada syarat penunjang lainnya. Tapi, yang terpenting nelayan harus punya Kusuka,” tegas dia.

Ada tiga tingkatan asuransi yang bisa diikuti nelayan. Dalam setahun ada yang harus membayar Rp 175 ribu, Rp 100 ribu, dan Rp 75 ribu. Tentunya nilai asuransi yang didapatkan tidak sama.

Baca Juga :  Perahu Terbakar, Nelayan Rugi Puluhan Juta

”Untuk yang Rp 175 ribu bisa mendapatkan manfaat asuransi sebesar Rp 200 juta. Semakin tinggi nilai asuransinya, manfaat yang akan didapat akan lebih besar. Begitu juga sebaliknya,” ujarnya.

Bambang mengungkapkan, di Pamekasan terdapat enam kecamatan pesisir. Di antaranya Kecamatan Pasean, Batumarmar, Larangan, Galis, Pademawu, dan Tlanakan. Hampir semua daerah yang terdapat masyarakat nelayannya sudah mendaftar asuransi.

”Setiap tahun kami melakukan sosialisasi tentang asuransi nelayan. Tapi, untuk realisasi pada 2019, tidak semua nelayan mendaftar asuransi. Baik BPAN atau mandiri. Tapi, kalau ada yang masih mau mendaftar, masih bisa,” pungkasnya. (bil)

PAMEKASAN – Mayoritas nelayan di Kabupaten Pamekasan tidak memiliki kartu asuransi. Dari 14 ribu nelayan yang terdata di dinas perikanan (diskan), yang memiliki asuransi sekitar 500 orang. Yakni, bantuan premi asuransi nelayan (BPAN) 200 dan asuransi mandiri sekitar 300 nelayan.

Kasi Pengendalian dan Perlindungan Nelayan Kecil Diskan Pamekasan Bambang Budi Santoso mengatakan, sejak 2016, pemerintah membuat program asuransi. Realisasi dari program BPAN itu berlangsung pada 2017.

Namun, program asuransi hanya berlaku setahun. Setelah itu masa berlaku habis. Nelayan harus menunggu pemerintah membuka pendaftaran asuransi baru untuk memiliki kartu asuransi tersebut.


Pada 2018, pemerintah kembali membuka pendaftaran asuransi. Namun, bukan program BPAN, tapi berubah menjadi asuransi mandiri. Berbeda dengan BPAN, untuk mendaftar asuransi mandiri, semua pembiayaan ditanggung nelayan.

Baca Juga :  IAIN Madura Sukses Gelar Konferensi Internasional III

”Nelayan bisa mengurus sendiri ke PT asuransi yang sudah bekerja sama dengan pemerintah. Bisa juga dengan melewati dinas perikanan,” kata Bambang kepada RadarMadura.id kemarin (24/1).

Bambang menyampaikan, setelah pendaftaran asuransi mandiri dibuka, pemerintah kembali menggulirkan program BPAN. Tidak banyak nelayan yang mendaftar. Di samping itu, ada nelayan yang belum mempunyai Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan (Kusuka).

”Nelayan yang tidak punya Kusuka tidak bisa mendaftar asuransi. Sebab, itu merupakan syarat utama. Selain itu, ada syarat penunjang lainnya. Tapi, yang terpenting nelayan harus punya Kusuka,” tegas dia.

- Advertisement -

Ada tiga tingkatan asuransi yang bisa diikuti nelayan. Dalam setahun ada yang harus membayar Rp 175 ribu, Rp 100 ribu, dan Rp 75 ribu. Tentunya nilai asuransi yang didapatkan tidak sama.

Baca Juga :  Sebut Soal SKD CPNS Terlalu Panjang

”Untuk yang Rp 175 ribu bisa mendapatkan manfaat asuransi sebesar Rp 200 juta. Semakin tinggi nilai asuransinya, manfaat yang akan didapat akan lebih besar. Begitu juga sebaliknya,” ujarnya.

Bambang mengungkapkan, di Pamekasan terdapat enam kecamatan pesisir. Di antaranya Kecamatan Pasean, Batumarmar, Larangan, Galis, Pademawu, dan Tlanakan. Hampir semua daerah yang terdapat masyarakat nelayannya sudah mendaftar asuransi.

”Setiap tahun kami melakukan sosialisasi tentang asuransi nelayan. Tapi, untuk realisasi pada 2019, tidak semua nelayan mendaftar asuransi. Baik BPAN atau mandiri. Tapi, kalau ada yang masih mau mendaftar, masih bisa,” pungkasnya. (bil)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/