alexametrics
24 C
Madura
Monday, May 23, 2022

Polisi Bekuk Pengacau Pilkada di Pamekasan

PAMEKASAN – Kerusuhan terjadi di Aek Lancor Pamekasan, Rabu (24/1). Ratusan aparat keamanan bentrok dengan massa pendukung pasangan calon (paslon). Para pengacau pemilihan kepala daerah (pilkada) akhirnya diamankan petugas.

Aksi saling dorong tak terhindarkan. Massa melempari batu dan botol minuman ke arah petugas. Polisi yang sudah siap tak ingin kecolongan. Mereka dengan siap menghadang massa yang ingin mengganggu pesta demokrasi di Kota Gerbang Salam.

Dengan tameng dan pentungan mereka menghalau massa agar tidak semakin merangsek. Namun, upaya itu mendapat perlawanan dari massa. Mereka masih terus berusaha menerobos barikade polisi.

Peristiwa tersebut terjadi dalam simulasi pengamanan pilkada yang berlangsung sejak pukul 09.00. Latihan pengamanan saat terjadi kerusuhan melibatkan 380 personel gabungan dari polisi dan satbrimob. Sejumlah perwira Polres Pamekasan memantau kegiatan yang memperagakan berbagai teknis pengamanan kerusuhan.

Kabag Ops Polres Pamekasan Kompol Sarpan mengatakan, polisi mempersiapkan pengamanan secara maksimal agar pesta demokrasi lima tahunan itu aman dari ancaman kerusuhan. Ratusan personel itu siap diturunkan ketika ada indikasi kerusuhan saat pemilihan. Seluruh rangkaian pilkada juga dalam pengamanan.

Baca Juga :  Kepala BKN Bima Haria Wibisana Pastikan Buka Pendaftaran CPNS

Sarpan menyampaikan, fungsi intelijen dijalankan secara maksimal. Jika ada indikasi gangguan yang menghambat pilkada, polisi akan melakukan langkah antisipasi. ”Mungkin ada orang yang tidak senang dan dengan sengaja mau mengacaukan pilkada, nanti kita amankan,” katanya.

Polisi juga melakukan pendekatan secara persuasif kepada tokoh masyarakat agar masyarakat juga berperan mewujudkan pilkada damai dan aman dari bentuk gangguan apa pun. Meski hanya latihan, keseriusan masing-masing personel tetap dijaga agar bekerja secara maksimal sesuai tugasnya saat menghadapi massa yang sesungguhnya.

Kelemahan pada latihan pertama masih ditemukan personel yang kurang serius. Hal itu akan menjadi bahan evaluasi. ”Kami beri masukan kepada komandan yang mengawal agar bawahannya serius, seperti aslinya,” kata Sarpan.

Baca Juga :  Iconis Lima, Negara Pakistan dan India Berpartisipasi

Mengenai proyeksi kerawanan, Sarpan mengaku tidak bisa berandai-andai. Hanya, prinsipnya, polisi akan mengamankan pilkada secara maksimal dari seluruh ancaman kerusuhan. Berdasarkan hasil pantauan intelijen polisi, sampai sekarang belum ada riak-riak kerusuhan yang mengarah pada persoalan pilkada. Kondusivitas itu diharapkan tetap terjaga sampai tahapan akhir selesai.

Divisi SDM dan Organisasi Panwaslu Pamekasan Suryadi mengatakan, kondusivitas pilkada tanggung jawab bersama. Seluruh elemen masyarakat harus bahu-membahu menyukseskan pemilihan bupati dan wakil bupati tanpa adanya kerusuhan dan perpecahan.

Suryadi menyampaikan, aparat kepolisian menyiapkan ribuan personel untuk mengamankan pilkada. Tanpa dukungan masyarakat, keamanan tetap mengkhawatirkan. ”Kami mengajak seluruh elemen masyarakat ikut menyukseskan pilkada,” tandasnya.

Pengamanan pilkada dilakukan polisi sejak tahap awal. Sebanyak 3.182 personel gabungan diturunkan. Terdiri dari 650 anggota Polri dan 100 personel brigade mobil (brimob). Kemudian, 300 personel TNI,  200 personel satpol PP, dan 1.932 personel perlindungan masyarakat (linmas).

PAMEKASAN – Kerusuhan terjadi di Aek Lancor Pamekasan, Rabu (24/1). Ratusan aparat keamanan bentrok dengan massa pendukung pasangan calon (paslon). Para pengacau pemilihan kepala daerah (pilkada) akhirnya diamankan petugas.

Aksi saling dorong tak terhindarkan. Massa melempari batu dan botol minuman ke arah petugas. Polisi yang sudah siap tak ingin kecolongan. Mereka dengan siap menghadang massa yang ingin mengganggu pesta demokrasi di Kota Gerbang Salam.

Dengan tameng dan pentungan mereka menghalau massa agar tidak semakin merangsek. Namun, upaya itu mendapat perlawanan dari massa. Mereka masih terus berusaha menerobos barikade polisi.


Peristiwa tersebut terjadi dalam simulasi pengamanan pilkada yang berlangsung sejak pukul 09.00. Latihan pengamanan saat terjadi kerusuhan melibatkan 380 personel gabungan dari polisi dan satbrimob. Sejumlah perwira Polres Pamekasan memantau kegiatan yang memperagakan berbagai teknis pengamanan kerusuhan.

Kabag Ops Polres Pamekasan Kompol Sarpan mengatakan, polisi mempersiapkan pengamanan secara maksimal agar pesta demokrasi lima tahunan itu aman dari ancaman kerusuhan. Ratusan personel itu siap diturunkan ketika ada indikasi kerusuhan saat pemilihan. Seluruh rangkaian pilkada juga dalam pengamanan.

Baca Juga :  Satgas DD Kemendes Ingatkan Perangkat Desa Tidak Egois

Sarpan menyampaikan, fungsi intelijen dijalankan secara maksimal. Jika ada indikasi gangguan yang menghambat pilkada, polisi akan melakukan langkah antisipasi. ”Mungkin ada orang yang tidak senang dan dengan sengaja mau mengacaukan pilkada, nanti kita amankan,” katanya.

Polisi juga melakukan pendekatan secara persuasif kepada tokoh masyarakat agar masyarakat juga berperan mewujudkan pilkada damai dan aman dari bentuk gangguan apa pun. Meski hanya latihan, keseriusan masing-masing personel tetap dijaga agar bekerja secara maksimal sesuai tugasnya saat menghadapi massa yang sesungguhnya.

Kelemahan pada latihan pertama masih ditemukan personel yang kurang serius. Hal itu akan menjadi bahan evaluasi. ”Kami beri masukan kepada komandan yang mengawal agar bawahannya serius, seperti aslinya,” kata Sarpan.

Baca Juga :  Produksi Perhutani Didominasi Kayu Jati

Mengenai proyeksi kerawanan, Sarpan mengaku tidak bisa berandai-andai. Hanya, prinsipnya, polisi akan mengamankan pilkada secara maksimal dari seluruh ancaman kerusuhan. Berdasarkan hasil pantauan intelijen polisi, sampai sekarang belum ada riak-riak kerusuhan yang mengarah pada persoalan pilkada. Kondusivitas itu diharapkan tetap terjaga sampai tahapan akhir selesai.

Divisi SDM dan Organisasi Panwaslu Pamekasan Suryadi mengatakan, kondusivitas pilkada tanggung jawab bersama. Seluruh elemen masyarakat harus bahu-membahu menyukseskan pemilihan bupati dan wakil bupati tanpa adanya kerusuhan dan perpecahan.

Suryadi menyampaikan, aparat kepolisian menyiapkan ribuan personel untuk mengamankan pilkada. Tanpa dukungan masyarakat, keamanan tetap mengkhawatirkan. ”Kami mengajak seluruh elemen masyarakat ikut menyukseskan pilkada,” tandasnya.

Pengamanan pilkada dilakukan polisi sejak tahap awal. Sebanyak 3.182 personel gabungan diturunkan. Terdiri dari 650 anggota Polri dan 100 personel brigade mobil (brimob). Kemudian, 300 personel TNI,  200 personel satpol PP, dan 1.932 personel perlindungan masyarakat (linmas).

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/