alexametrics
24 C
Madura
Saturday, June 25, 2022

Pengadaan Buku BOS Terlambat

PAMEKASAN – Sesuai aturan baru, 20 persen dana bantuan operasional sekolah (BOS) triwulan kedua 2017 untuk membeli buku. Namun dalam realisasinya, buku belum diterima oleh sekolah.

Kepala SDN Dempo Barat 1 Mistoyo mengungkapkan, peruntukan 20 persen dana BOS sudah dilaksanakan. Pemesanan buku diakomodasi Kepala Cabang Dinas Pendidikan Pasean. ”Sudah lunas pembayarannya,” katanya Kamis (23/11).

Pemesanan dilakukan sejak triwulan kedua. Sebagian buku sudah diterima. Sementara buku untuk kelas dua dan kelas lima belum datang. Padahal, sekarang mendekati ujian praktik dan ujian tulis. Karena itu, pihaknya menilai kedatangan buku tersebut sangat terlambat. ”Kalau lewat tanggal 27 ini, sudah basi itu buku terlambat karena sudah ujian,” terangnya.

Total buku yang dipesan berkisar Rp 16 juta. Harga buku yang belum datang sekitar Rp 240 ribu. Di sekolah lain juga banyak buku yang belum datang. ”Saya harap secepatnya. Itu juga harapan dari sekolah lain,” ucapnya.

Baca Juga :  Dana Channeling Tak Terserap Maksimal

Kepala Disdik Pamekasan Moch. Tarsun mengaku tidak banyak tahu mengenai peruntukan 20 persen dana BOS. Penggunaan dana itu sudah dipasrahkan kepada kepala sekolah untuk mengelola dan memesan ke penerbit. Jika terjadi permasalahan, pihaknya tentu akan meminta untuk diselesaikan. 

”Saya akan koordinasikan dengan yang bersangkutan. Itu sebenarnya bukan kewenangan dari kepala UPT urusan kurikulum dan semacamnya,” singkatnya.

Pihaknya juga berjanji akan meminta kepada penerbit supaya segera memenuhi pesanan sekolah. Dengan demikian, proses kegiatan belajar mengajar bisa berjalan lancar. ”Wah, ini parah, karena siswa sudah menghadapi ujian. Akan kami segera tindak lanjuti,” tandasnya. 

PAMEKASAN – Sesuai aturan baru, 20 persen dana bantuan operasional sekolah (BOS) triwulan kedua 2017 untuk membeli buku. Namun dalam realisasinya, buku belum diterima oleh sekolah.

Kepala SDN Dempo Barat 1 Mistoyo mengungkapkan, peruntukan 20 persen dana BOS sudah dilaksanakan. Pemesanan buku diakomodasi Kepala Cabang Dinas Pendidikan Pasean. ”Sudah lunas pembayarannya,” katanya Kamis (23/11).

Pemesanan dilakukan sejak triwulan kedua. Sebagian buku sudah diterima. Sementara buku untuk kelas dua dan kelas lima belum datang. Padahal, sekarang mendekati ujian praktik dan ujian tulis. Karena itu, pihaknya menilai kedatangan buku tersebut sangat terlambat. ”Kalau lewat tanggal 27 ini, sudah basi itu buku terlambat karena sudah ujian,” terangnya.


Total buku yang dipesan berkisar Rp 16 juta. Harga buku yang belum datang sekitar Rp 240 ribu. Di sekolah lain juga banyak buku yang belum datang. ”Saya harap secepatnya. Itu juga harapan dari sekolah lain,” ucapnya.

Baca Juga :  Ribuan Ton Garam Menuju Palembang

Kepala Disdik Pamekasan Moch. Tarsun mengaku tidak banyak tahu mengenai peruntukan 20 persen dana BOS. Penggunaan dana itu sudah dipasrahkan kepada kepala sekolah untuk mengelola dan memesan ke penerbit. Jika terjadi permasalahan, pihaknya tentu akan meminta untuk diselesaikan. 

”Saya akan koordinasikan dengan yang bersangkutan. Itu sebenarnya bukan kewenangan dari kepala UPT urusan kurikulum dan semacamnya,” singkatnya.

Pihaknya juga berjanji akan meminta kepada penerbit supaya segera memenuhi pesanan sekolah. Dengan demikian, proses kegiatan belajar mengajar bisa berjalan lancar. ”Wah, ini parah, karena siswa sudah menghadapi ujian. Akan kami segera tindak lanjuti,” tandasnya. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/