alexametrics
21.1 C
Madura
Thursday, August 11, 2022

Pemkab Pamekasan Abaikan Pelanggan PDAM

PAMEKASAN – Kerusakan pipa penyalur air bersih dari perusahaan daerah air minum (PDAM) membawa mudarat. Aktivitas dan kebutuhan air bersih masyarakat tidak terpenuhi secara normal. Pemerintah didesak mencari solusi.

Anggota Komisi II DPRD Pamekasan Harun Suyitno mengatakan, air PDAM tidak normal sejak dua pekan lalu. Bahkan, ada beberapa pelanggan yang merasakan dampak rusaknya pipa itu sejak satu bulan lalu. Sampai sekarang belum ada langkah taktis yang dilakukan pemerintah. Pelanggan terkesan dibiarkan meski kebutuhan sehari-harinya terganggu. ”Banyak keluhan yang masuk ke kami,” katanya Senin (23/10).

Menurut Harun, pemerintah harus secepatnya mencari solusi. Sebab, kebutuhan air bersih terus berjalan. Jika dibiarkan macet, berdampak pada aktivitas keseharian masyarakat. Perbaikan pipa rusak itu harus disegerakan.

Politikus PKS itu menyampaikan, PDAM memiliki anggaran perbaikan. Di samping itu, ada dana taktis perbaikan jika ada kerusakan secara tiba-tiba. Dana itu dimanfaatkan terlebih dahulu untuk memperbaiki jaringan pipa yang rusak.

Baca Juga :  Puluhan Paket Proyek Gagal Terlaksana

Jika dana perbaikan itu tidak memenuhi kebutuhan, bisa dikoordinasikan dengan dewan untuk mencari solusi. Bagi Harun, yang terpenting masyarakat tidak menjadi korban akibat kerusakan jaringan. ”Pelangggan itu tidak tahu rusak atau tidak, yang penting air lancar,” katanya.

Mantan sekretaris komisi III DPRD Pamekasan itu menyampaikan, selain perbaikan, instansi terkait harus mengevaluasi kerusakan pipa. Sebab, pemicu kerusakan itu adalah galian irigasi yang merupakan program pemerintah.

Seharusnya, antar organisasi perangkat daerah (OPD) berkoordinasi dengan baik. Jika dikoordinasikan, pembangunan saluran irigasi itu tidak akan merusak saluran pipa air yang mengaliri ke hampir seribu pelanggan itu.

Sebab, PDAM memiliki data kedalaman dan jarak antara jalan dengan titik pipa air. Jika di awal koordinasi berjalan optimal, penggalian saluran irigasi itu tidak akan sampai pada kedalaman pipa. ”Koordinasi itu penting. Kejadian ini harus jadi pelajaran,” katanya.

Baca Juga :  Kades: Terima Kasih Bapak Bupati

Dirut PDAM Pamekasan Agoes Bachtiar mengatakan, langkah taktis akan segera dilaksanakan. Dalam waktu dekat, pihaknya bakal bersurat kepada pemborong dan OPD yang bersangkutan. Salah satu poin penting dalam surat tersebut adalah meminta kontraktor jalan mengganti kerusakan yang terjadi.

Biaya kerugian akibat kerusakan itu sekitar Rp 300 juta. ”Kerugian itu akan kami bebankan kepada pemborong,” katanya. ”Langkah konkret akan kami lakukan. Satu atau dua hari surat akan kami layangkan,” tandasnya.

PAMEKASAN – Kerusakan pipa penyalur air bersih dari perusahaan daerah air minum (PDAM) membawa mudarat. Aktivitas dan kebutuhan air bersih masyarakat tidak terpenuhi secara normal. Pemerintah didesak mencari solusi.

Anggota Komisi II DPRD Pamekasan Harun Suyitno mengatakan, air PDAM tidak normal sejak dua pekan lalu. Bahkan, ada beberapa pelanggan yang merasakan dampak rusaknya pipa itu sejak satu bulan lalu. Sampai sekarang belum ada langkah taktis yang dilakukan pemerintah. Pelanggan terkesan dibiarkan meski kebutuhan sehari-harinya terganggu. ”Banyak keluhan yang masuk ke kami,” katanya Senin (23/10).

Menurut Harun, pemerintah harus secepatnya mencari solusi. Sebab, kebutuhan air bersih terus berjalan. Jika dibiarkan macet, berdampak pada aktivitas keseharian masyarakat. Perbaikan pipa rusak itu harus disegerakan.


Politikus PKS itu menyampaikan, PDAM memiliki anggaran perbaikan. Di samping itu, ada dana taktis perbaikan jika ada kerusakan secara tiba-tiba. Dana itu dimanfaatkan terlebih dahulu untuk memperbaiki jaringan pipa yang rusak.

Baca Juga :  Naik Haji dan Buka Lapangan Kerja

Jika dana perbaikan itu tidak memenuhi kebutuhan, bisa dikoordinasikan dengan dewan untuk mencari solusi. Bagi Harun, yang terpenting masyarakat tidak menjadi korban akibat kerusakan jaringan. ”Pelangggan itu tidak tahu rusak atau tidak, yang penting air lancar,” katanya.

Mantan sekretaris komisi III DPRD Pamekasan itu menyampaikan, selain perbaikan, instansi terkait harus mengevaluasi kerusakan pipa. Sebab, pemicu kerusakan itu adalah galian irigasi yang merupakan program pemerintah.

Seharusnya, antar organisasi perangkat daerah (OPD) berkoordinasi dengan baik. Jika dikoordinasikan, pembangunan saluran irigasi itu tidak akan merusak saluran pipa air yang mengaliri ke hampir seribu pelanggan itu.

Sebab, PDAM memiliki data kedalaman dan jarak antara jalan dengan titik pipa air. Jika di awal koordinasi berjalan optimal, penggalian saluran irigasi itu tidak akan sampai pada kedalaman pipa. ”Koordinasi itu penting. Kejadian ini harus jadi pelajaran,” katanya.

Baca Juga :  Mensos Ingatkan Pemkab Verifikasi Penerima Bantuan

Dirut PDAM Pamekasan Agoes Bachtiar mengatakan, langkah taktis akan segera dilaksanakan. Dalam waktu dekat, pihaknya bakal bersurat kepada pemborong dan OPD yang bersangkutan. Salah satu poin penting dalam surat tersebut adalah meminta kontraktor jalan mengganti kerusakan yang terjadi.

Biaya kerugian akibat kerusakan itu sekitar Rp 300 juta. ”Kerugian itu akan kami bebankan kepada pemborong,” katanya. ”Langkah konkret akan kami lakukan. Satu atau dua hari surat akan kami layangkan,” tandasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Pemkab Bangkalan Sabet KLA Pratama

IPM Meningkat 1,51 Per Tahun

Artikel Terbaru

/