alexametrics
21 C
Madura
Saturday, July 2, 2022

Irfan: Kepala Keluarga Wajib Beri Jaminan Kesehatan Memadai

PAMEKASAN – Sebagai Kepala Keluarga, menjadi kewajiban Irfan (32) memenuhi kebutuhan keluarga. Warga Pademawu yang bekerja di salah satu perusahaan swasta di Pamekasan itu sadar, untuk mencapai taraf hidup layak, tidak hanya pemenuhan kebutuhan pokok saja. Tapi, juga jaminan kesehatan yang memadai.

Karena itu, sejak bekerja sebagai Pekerja Penerima Upah sejak Tahun 2014, Irfan menyambut baik perusahaannya yang mendaftarkannya dan anggota keluarga sebagai peserta JKN – KIS. Setiap pemberi kerja memang wajib mendaftarkan pekerja dan keluarganya ke program JKN-KIS sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

“Alhamdulillah, saya dan keluarga sampai saat ini masih diberi kesehatan oleh Allah SWT. Jadi meski saya sudah punya BPJS (Kepesertaan JKN – KIS), tapi sampai sekarang kartunya belum pernah saya gunakan. Kalau sewaktu–waktu mau ke puskesmas kan sudah tidak perlu bayar lagi,” ujarnya.

Baca Juga :  Dinsos Jatim Jamin Anak Korban Covid-19 Tak Putus Sekolah

Menurut Irfan, jika seseorang terserang suatu penyakit, bukan hanya kondisi kesehatan yang menurun. Tapi, juga kondisi finansial terganggu mengingat biaya pelayanan kesehatan yang semakin tinggi. Namun, dengan menjadi peserta JKN-KIS, Irfan kini telah memiliki jaminan kesehatan yang berkualitas.

“Kalau saya sendiri alhamdulillah masih sehat ya mas. Tapi, saya ada pengalaman saudara saya itu masuk rumah sakit karena kena usus buntu. Saat itu belum punya BPJS. Ternyata, menelan biaya belasan juta. Kalau tidak punya BPJS, jadi beban kalau mau berobat atau masuk rumah sakit,” imbuhnya.

Irfan berharap, seluruh masyarakat dapat memahami manfaat menjadi peserta jaminan kesehatan. Sebab, manfaat JKN–KIS sangat besar untuk memudahkan masyarakat Indonesia yang memerlukan pelayanan kesehatan.

Baca Juga :  10 Tahun Tak Dapat Bantuan, Nenek Muniah Tidur Beralas Terpal

“Saat masih sehat, biasanya orang–orang dianggap tidak penting. Tapi nanti kalau sudah sakit, baru sadar kalau BPJS (JKN–KIS) itu manfaatnya sangat banyak. Meski sekarang masih sehat, kalau bisa sudah daftar,” jelasnya (ar/tw)

PAMEKASAN – Sebagai Kepala Keluarga, menjadi kewajiban Irfan (32) memenuhi kebutuhan keluarga. Warga Pademawu yang bekerja di salah satu perusahaan swasta di Pamekasan itu sadar, untuk mencapai taraf hidup layak, tidak hanya pemenuhan kebutuhan pokok saja. Tapi, juga jaminan kesehatan yang memadai.

Karena itu, sejak bekerja sebagai Pekerja Penerima Upah sejak Tahun 2014, Irfan menyambut baik perusahaannya yang mendaftarkannya dan anggota keluarga sebagai peserta JKN – KIS. Setiap pemberi kerja memang wajib mendaftarkan pekerja dan keluarganya ke program JKN-KIS sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

“Alhamdulillah, saya dan keluarga sampai saat ini masih diberi kesehatan oleh Allah SWT. Jadi meski saya sudah punya BPJS (Kepesertaan JKN – KIS), tapi sampai sekarang kartunya belum pernah saya gunakan. Kalau sewaktu–waktu mau ke puskesmas kan sudah tidak perlu bayar lagi,” ujarnya.

Baca Juga :  Rekomendasikan Blacklist 10 Rekanan


Menurut Irfan, jika seseorang terserang suatu penyakit, bukan hanya kondisi kesehatan yang menurun. Tapi, juga kondisi finansial terganggu mengingat biaya pelayanan kesehatan yang semakin tinggi. Namun, dengan menjadi peserta JKN-KIS, Irfan kini telah memiliki jaminan kesehatan yang berkualitas.

“Kalau saya sendiri alhamdulillah masih sehat ya mas. Tapi, saya ada pengalaman saudara saya itu masuk rumah sakit karena kena usus buntu. Saat itu belum punya BPJS. Ternyata, menelan biaya belasan juta. Kalau tidak punya BPJS, jadi beban kalau mau berobat atau masuk rumah sakit,” imbuhnya.

Irfan berharap, seluruh masyarakat dapat memahami manfaat menjadi peserta jaminan kesehatan. Sebab, manfaat JKN–KIS sangat besar untuk memudahkan masyarakat Indonesia yang memerlukan pelayanan kesehatan.

Baca Juga :  Eks Karyawan Karaoke Tak Berminat

“Saat masih sehat, biasanya orang–orang dianggap tidak penting. Tapi nanti kalau sudah sakit, baru sadar kalau BPJS (JKN–KIS) itu manfaatnya sangat banyak. Meski sekarang masih sehat, kalau bisa sudah daftar,” jelasnya (ar/tw)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/