alexametrics
25.4 C
Madura
Monday, May 16, 2022

Rutin Bayar Iuran Saat Sehat Wujud Nyata Gotong Royong Peserta JKN-KIS

PAMEKASAN – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Pamekasan mengingatkan peserta Jaminan Kesehatan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) untuk rutin membayar iuran. Hal itu diungkapkan Kabid SDM, Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Cabang Pamekasan Ary Udiyanto.

Ary Udiyanto menuturkan, JKN – KIS yang dijalankan sejak 1 Januari 2014 merupakan program yang mengusung semangat gotong royong. Hal itu diwujudkan peserta JKN-KIS dengan membayar iuran untuk saling membantu peserta lain yang membutuhkan.

“Kita ambil contoh untuk peserta mandiri kelas tiga JKN – KIS yang sedang menjalani cuci darah. Biaya cuci darah sekali pelayanan kurang lebih Rp 1 juta. Sementara iuran peserta kelas 3 saat ini sebesar Rp 35.000. Untuk membiayai cuci darah tersebut, tentunya perlu iuran dari peserta lain,” jelas Ary.

Ary mengingatkan kepada peserta JKN-KIS untuk rutin dan tertib membayar iuran sebagai wujud dari rasa gotong royong antar peserta. Itu juga sebagai wujud perlindungan diri atas resiko sakit yang bisa datang sewaktu-waktu. Dia juga menghimbau peserta JKN – KIS tidak membayar iuran ketika sakit saja.

Baca Juga :  KPU Tambah Dua Personel Tiap Kecamatan

“Iuran harus tetap dibayar. Jangan ketika sakit dan memerlukan pelayanan saja membayar iuran. Saat sudah sehat kemudian enggan (membayar, Red). Nantinya kepesertaannya akan non aktif dan ketika sewaktu – waktu memerlukan pelayanan kesehatan. Yang rugi juga peserta sendiri,” tegasnya.

Ary menambahkan, institusinya akan terus mengedukasi peserta agar memiliki kesadaran membayar iuran secara tertib.  Sampai saat ini, institisinya telah melakukan beberapa upaya. Di antaranya melalui telekolekting dengan menelfon peserta untuk mengingatkan pembayaran iuran dan mengedukasi melalui kader JKN. BPJS Kesehatan juga mengirim SMS blast kepada peserta. Termasuk menerapkan pembayaran melalui mekanisme auto debet untuk peserta PBPU atau mandiri.

Baca Juga :  Puluhan Paket Proyek Gagal Terlaksana

“Khusus auto debet.ini, pembayaran iuran peserta akan secara otomatis dibayarkan oleh rkening bank peserta,” imbuh Ary.

Sementara itu, Mu’ali, warga Kecamatan Proppo mengaku secara rutin membayar iuran JKN – KIS. Menurutnya, manfaat kepesertaan iuran JKN – KIS sangat besar jika dibandingkan dengan iuran yang harus dibayar setiap bulan. Karena itu, dia mengajak peserta JKN – KIS membayar iuran secara rutin. Itu sebagai bentuk gotong royong dengan peserta yang lain.

“Saya setiap bulan mengambil obat karena orang tua kena kencing manis (diabetes mellitus, Red). Saya bayar rutin iuran BPJS (JKN – KIS, Red). Kalau kita yang diberi nikmat sehat oleh Allah SWT, maka iuran kita untuk membantu orang lain,” pungkas pria berusia 42 tahun itu. (*/par)

PAMEKASAN – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Pamekasan mengingatkan peserta Jaminan Kesehatan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) untuk rutin membayar iuran. Hal itu diungkapkan Kabid SDM, Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Cabang Pamekasan Ary Udiyanto.

Ary Udiyanto menuturkan, JKN – KIS yang dijalankan sejak 1 Januari 2014 merupakan program yang mengusung semangat gotong royong. Hal itu diwujudkan peserta JKN-KIS dengan membayar iuran untuk saling membantu peserta lain yang membutuhkan.

“Kita ambil contoh untuk peserta mandiri kelas tiga JKN – KIS yang sedang menjalani cuci darah. Biaya cuci darah sekali pelayanan kurang lebih Rp 1 juta. Sementara iuran peserta kelas 3 saat ini sebesar Rp 35.000. Untuk membiayai cuci darah tersebut, tentunya perlu iuran dari peserta lain,” jelas Ary.

Ary mengingatkan kepada peserta JKN-KIS untuk rutin dan tertib membayar iuran sebagai wujud dari rasa gotong royong antar peserta. Itu juga sebagai wujud perlindungan diri atas resiko sakit yang bisa datang sewaktu-waktu. Dia juga menghimbau peserta JKN – KIS tidak membayar iuran ketika sakit saja.

Baca Juga :  Hotel Front One Disegel, Pengelola Pilih Tidak Menuntut

“Iuran harus tetap dibayar. Jangan ketika sakit dan memerlukan pelayanan saja membayar iuran. Saat sudah sehat kemudian enggan (membayar, Red). Nantinya kepesertaannya akan non aktif dan ketika sewaktu – waktu memerlukan pelayanan kesehatan. Yang rugi juga peserta sendiri,” tegasnya.

Ary menambahkan, institusinya akan terus mengedukasi peserta agar memiliki kesadaran membayar iuran secara tertib.  Sampai saat ini, institisinya telah melakukan beberapa upaya. Di antaranya melalui telekolekting dengan menelfon peserta untuk mengingatkan pembayaran iuran dan mengedukasi melalui kader JKN. BPJS Kesehatan juga mengirim SMS blast kepada peserta. Termasuk menerapkan pembayaran melalui mekanisme auto debet untuk peserta PBPU atau mandiri.

Baca Juga :  BPJS Kesehatan Ajak Siswa Budayakan Pola Hidup Sehat sejak Dini

“Khusus auto debet.ini, pembayaran iuran peserta akan secara otomatis dibayarkan oleh rkening bank peserta,” imbuh Ary.

Sementara itu, Mu’ali, warga Kecamatan Proppo mengaku secara rutin membayar iuran JKN – KIS. Menurutnya, manfaat kepesertaan iuran JKN – KIS sangat besar jika dibandingkan dengan iuran yang harus dibayar setiap bulan. Karena itu, dia mengajak peserta JKN – KIS membayar iuran secara rutin. Itu sebagai bentuk gotong royong dengan peserta yang lain.

“Saya setiap bulan mengambil obat karena orang tua kena kencing manis (diabetes mellitus, Red). Saya bayar rutin iuran BPJS (JKN – KIS, Red). Kalau kita yang diberi nikmat sehat oleh Allah SWT, maka iuran kita untuk membantu orang lain,” pungkas pria berusia 42 tahun itu. (*/par)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/