alexametrics
20 C
Madura
Monday, August 8, 2022

Di Pamekasan Juga Ada TKA Asal Tiongkok

PAMEKASAN – Sebaran tenaga kerja asing (TKA) tidak hanya berada di kota besar. Tetapi, kota kecil seperti Pamekasan juga terdapat tenaga kerja dari luar negeri. Pantauan pemerintah, ada sembilan TKA di Kota Gerbang Salam.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Pamekasan Arif Handayani mengatakan, pemantauan dan pengawasan terhadap tenaga kerja asing terus dilakukan. Hasil pendataan, ada sembilan warga asal Tiongkok yang bekerja di Pamekasan.

Pendataan tersebut dilakukan oleh Tim Pengawas Orang Asing (Pora). Pengawasan dilakukan secara bertahap dengan cara turun ke lapangan. ”Di Pamekasan ada TKA asal Tiongkok,” katanya Rabu (23/5).

Arif menyampaikan, sembilan TKA itu bekerja di berbagai tempat usaha. Di antaranya, di perusahaan distributor es krim dan distributor telepon genggam. Mereka dalam pengawasan pemerintah.

Baca Juga :  Selangkah Lagi Menjadi IAIN

Secara umum, pengawasan dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim). Tetapi, Disnakertrans Pamekasan diberi laporan mengenai hasil pengawasan di lapangan. ”Kami terus mendapat laporan,” ujarnya.

Sejauh ini tidak ditemukan pelanggaran dari TKA tersebut. Jika suatu saat ditemukan pelanggaran, akan diproses sesuai regulasi yang berlaku. ”Kami tetap mengacu pada aturan dan mekanisme yang berlaku,” ucap dia.

Arif berharap, masyarakat ikut andil dalam melakukan pengawasan terhadap orang asing. Jika di sekeliling ditemukan warga mencurigakan, dipersilakan melapor kepada pemerintah. Yakni, bisa melalui kepala desa atau pihak berwenang lainnya.

Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Mohammad Sahur mengatakan, pengawasan terhadap TKA harus maksimal. Aturan bagi tenaga kerja dari luar negeri sangat ketat. Pemerintah harus benar-benar merealisasikan.

Baca Juga :  Setahun, Malaysia Deportasi 35 PMIB asal Pamekasan

Porsi pekerjaan bagi TKA harus proporsional. Disnakertrans harus memastikan bahwa tenaga kerja lokal dapat terserap dengan baik. ”Pengangguran masih banyak, tapi TKA sudah ada,” kritiknya.

Dewan juga akan memantau TKA tersebut. Tujuannya, memastikan bahwa warga luar negeri itu tidak melanggar aturan. Porsi pekerjaan kepada warga lokal juga harus terjamin.

 

PAMEKASAN – Sebaran tenaga kerja asing (TKA) tidak hanya berada di kota besar. Tetapi, kota kecil seperti Pamekasan juga terdapat tenaga kerja dari luar negeri. Pantauan pemerintah, ada sembilan TKA di Kota Gerbang Salam.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Pamekasan Arif Handayani mengatakan, pemantauan dan pengawasan terhadap tenaga kerja asing terus dilakukan. Hasil pendataan, ada sembilan warga asal Tiongkok yang bekerja di Pamekasan.

Pendataan tersebut dilakukan oleh Tim Pengawas Orang Asing (Pora). Pengawasan dilakukan secara bertahap dengan cara turun ke lapangan. ”Di Pamekasan ada TKA asal Tiongkok,” katanya Rabu (23/5).


Arif menyampaikan, sembilan TKA itu bekerja di berbagai tempat usaha. Di antaranya, di perusahaan distributor es krim dan distributor telepon genggam. Mereka dalam pengawasan pemerintah.

Baca Juga :  Peserta WUB Tahun Ini 80 Kelompok

Secara umum, pengawasan dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim). Tetapi, Disnakertrans Pamekasan diberi laporan mengenai hasil pengawasan di lapangan. ”Kami terus mendapat laporan,” ujarnya.

Sejauh ini tidak ditemukan pelanggaran dari TKA tersebut. Jika suatu saat ditemukan pelanggaran, akan diproses sesuai regulasi yang berlaku. ”Kami tetap mengacu pada aturan dan mekanisme yang berlaku,” ucap dia.

Arif berharap, masyarakat ikut andil dalam melakukan pengawasan terhadap orang asing. Jika di sekeliling ditemukan warga mencurigakan, dipersilakan melapor kepada pemerintah. Yakni, bisa melalui kepala desa atau pihak berwenang lainnya.

Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Mohammad Sahur mengatakan, pengawasan terhadap TKA harus maksimal. Aturan bagi tenaga kerja dari luar negeri sangat ketat. Pemerintah harus benar-benar merealisasikan.

Baca Juga :  Warga Tetap Harus Patuhi Protokol Pencegahan Covid-19

Porsi pekerjaan bagi TKA harus proporsional. Disnakertrans harus memastikan bahwa tenaga kerja lokal dapat terserap dengan baik. ”Pengangguran masih banyak, tapi TKA sudah ada,” kritiknya.

Dewan juga akan memantau TKA tersebut. Tujuannya, memastikan bahwa warga luar negeri itu tidak melanggar aturan. Porsi pekerjaan kepada warga lokal juga harus terjamin.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/