alexametrics
22.8 C
Madura
Wednesday, May 25, 2022

Lapas Narkotika Gagalkan Penyelundupan 40 Kartu SIM di Pisang Goreng

PAMEKASAN – Petugas Lapas Narkotika Kelas II-A Pamekasan berhasil menggagalkan penyelundupan 40 kartu SIM kemarin (24/4). Kartu SIM itu dibungkus pisang goreng dan hendak diselundupkan oknum pengunjung lapas.

Kepala Lapas Narkotika Kelas II-A Pamekasan Sohibur Rachman mengatakan, temuan itu bermula saat ada pemuda hendak menitipkan barang kepada warga binaan pemasyarakatan (WBP). Petugas menggeledah barang tersebut sebelum dimasukkan ke lapas.

Pemuda berinisial BS yang membawa barang itu terlihat gelisah. Sikap tersebut membuat petugas kian curiga. Barang bawaan berupa pisang goreng langsung diperiksa menggunakan sinar X-ray.

Hasilnya, diketahui ada barang terlarang berupa kartu SIM dalam pisang goreng tersebut. Tidak tanggung-tanggung, jumlahnya mencapai 40 keping. ”Alhamdulillah upaya penyelundupan barang terlarang berhasil digagalkan,” katanya.

Baca Juga :  Kemenag Pamekasan Sebut 93 CJH Belum Melunasi BPIH

Barang bukti beserta pemuda yang membawa barang itu diamankan untuk diinterogasi. Hasilnya, BS mengakui kartu SIM itu miliknya dan akan diberikan kepada salah satu keluarganya yang ada di Lapas Narkotika Kelas II-A Pamekasan.

Kasus tersebut akan terus dikembangkan. Jika diketahui dan terbukti ada WBP yang melanggar, akan dijatuhi sanksi sesuai aturan yang berlaku. 

Pria asal Bangkalan itu mengapresiasi kinerja bawahannya yang berhasil menggagalkan penyelundupan SIM card. ”Keberhasilan tersebut karena standar operasional prosedur (SOP) pengawasan dijalankan dengan baik,” katanya.

Atas kejadian itu, pengawasan dan ketelitian terhadap barang titipan akan ditingkatkan. Tujuannya, agar tidak ada satu pun barang terlarang yang lolos dan bisa masuk ke Lapas Narkotika Kelas II-A Pamekasan. 

Baca Juga :  Kejari Pelototi Proyek Bermasalah

”Kami akan lakukan pengembangan lebih lanjut untuk menelusuri hasil penemuan barang terlarang tersebut. Kami komitmen memberantas peredaran halinar (hand phone, pungli, dan narkoba) di lapas,” janjinya. (pen)

PAMEKASAN – Petugas Lapas Narkotika Kelas II-A Pamekasan berhasil menggagalkan penyelundupan 40 kartu SIM kemarin (24/4). Kartu SIM itu dibungkus pisang goreng dan hendak diselundupkan oknum pengunjung lapas.

Kepala Lapas Narkotika Kelas II-A Pamekasan Sohibur Rachman mengatakan, temuan itu bermula saat ada pemuda hendak menitipkan barang kepada warga binaan pemasyarakatan (WBP). Petugas menggeledah barang tersebut sebelum dimasukkan ke lapas.

Pemuda berinisial BS yang membawa barang itu terlihat gelisah. Sikap tersebut membuat petugas kian curiga. Barang bawaan berupa pisang goreng langsung diperiksa menggunakan sinar X-ray.


Hasilnya, diketahui ada barang terlarang berupa kartu SIM dalam pisang goreng tersebut. Tidak tanggung-tanggung, jumlahnya mencapai 40 keping. ”Alhamdulillah upaya penyelundupan barang terlarang berhasil digagalkan,” katanya.

Baca Juga :  Pencairan BLT DD Terkendala Administrasi

Barang bukti beserta pemuda yang membawa barang itu diamankan untuk diinterogasi. Hasilnya, BS mengakui kartu SIM itu miliknya dan akan diberikan kepada salah satu keluarganya yang ada di Lapas Narkotika Kelas II-A Pamekasan.

Kasus tersebut akan terus dikembangkan. Jika diketahui dan terbukti ada WBP yang melanggar, akan dijatuhi sanksi sesuai aturan yang berlaku. 

Pria asal Bangkalan itu mengapresiasi kinerja bawahannya yang berhasil menggagalkan penyelundupan SIM card. ”Keberhasilan tersebut karena standar operasional prosedur (SOP) pengawasan dijalankan dengan baik,” katanya.

Atas kejadian itu, pengawasan dan ketelitian terhadap barang titipan akan ditingkatkan. Tujuannya, agar tidak ada satu pun barang terlarang yang lolos dan bisa masuk ke Lapas Narkotika Kelas II-A Pamekasan. 

Baca Juga :  Pertanyakan Kasus Pemalsuan Tanda Tangan

”Kami akan lakukan pengembangan lebih lanjut untuk menelusuri hasil penemuan barang terlarang tersebut. Kami komitmen memberantas peredaran halinar (hand phone, pungli, dan narkoba) di lapas,” janjinya. (pen)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/