alexametrics
21.9 C
Madura
Wednesday, May 25, 2022

Dorong SGMRP Dikelola Pihak Ketiga

PAMEKASAN – DPRD Pamekasan mengusulkan Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP) dikelola pihak ketiga. Tujuannya, agar pemkab tidak menanggung beban perawatan dan tetap mendapat kontribusi berupa pendapatan.

Wakil Ketua DPRD Pamekasan Suli Faris mengatakan, usulan agar stadion yang dibangun dengan menghabiskan anggaran miliar rupiah itu dikelola pihak ketiga sebenarnya sudah lama. Namun belum ada respons dari Pemkab Pamekasan.

DPRD kembali menggelindingkan usulan pengelolaan stadion termegah di Pamekasan itu dipihakketigakan. Sebab, sejauh ini kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD) kurang optimal.

Di samping itu, Pemkab Pamekasan memiliki beban melakukan perawatan yang membutuhkan anggaran. DRPD menilai, solusi terbaik agar stadion semakin baik dan tetap meraup pendapatan tinggi dengan cara dikelola pihak ketiga.

Baca Juga :  Warga Kangenan Tolak TPS 3R, Diduga Tidak Dilengkapi Amdal

Suli menyampaikan, kontribusi terhadap PAD akan lebih nyata dibanding dikelola sendiri oleh pemkab. Sebab, di awal kerja sama pengelolaan, pemkab bisa mengintervensi pihak ketiga untuk menyetor pendapatan tiap tahun. ”Kontribusinya bisa lebih nyata setiap tahun,” katanya kemarin (22/3).

Politikus senior itu menyampaikan, sekarang waktunya pemkab menindaklanjuti wacana pengelolaan stadion itu lebih serius. Kajian mengenai dampak positif dan negatif harus dilakukan agar segera mendapat keputusan terbaik.

Tetapi secara umum, menurut hemat Suli, stadion yang berada di Desa Ceguk, Kecamatan Tlanakan, itu akan lebih optimal jika dikelola pihak ketiga. ”Agar tidak menjadi beban pemkab dari sisi pembiyaan operasional dan pemeliharaan, lebih baik dipihakketigakan,” katanya.

Baca Juga :  Banyak Warga Miskin Tak Ter-Cover BPJSKes

Wakil Bupati (Wabup) Pamekasan Raja’e mengatakan, pemkab mengkaji wacana pengelolaan SGMRP. Evaluasi terkait efektivitas dan kontribusi terhadap PAD dilakukan. ”Masih dalam proses (kajian dan evaluasi),” katanya.

Harapannya, pemkab dapat mengambil keputusan terbaik. Masukan dari suporter, pengelola klub sepak bolah, dan stakeholder penting ditampung sebelum pemkab mengambil kebijakan. ”Keputusannya nanti,” tandas dia.

PAMEKASAN – DPRD Pamekasan mengusulkan Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP) dikelola pihak ketiga. Tujuannya, agar pemkab tidak menanggung beban perawatan dan tetap mendapat kontribusi berupa pendapatan.

Wakil Ketua DPRD Pamekasan Suli Faris mengatakan, usulan agar stadion yang dibangun dengan menghabiskan anggaran miliar rupiah itu dikelola pihak ketiga sebenarnya sudah lama. Namun belum ada respons dari Pemkab Pamekasan.

DPRD kembali menggelindingkan usulan pengelolaan stadion termegah di Pamekasan itu dipihakketigakan. Sebab, sejauh ini kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD) kurang optimal.


Di samping itu, Pemkab Pamekasan memiliki beban melakukan perawatan yang membutuhkan anggaran. DRPD menilai, solusi terbaik agar stadion semakin baik dan tetap meraup pendapatan tinggi dengan cara dikelola pihak ketiga.

Baca Juga :  AOI dan TSPM (KT&G) Fasilitasi petani tembakau Tandon Air

Suli menyampaikan, kontribusi terhadap PAD akan lebih nyata dibanding dikelola sendiri oleh pemkab. Sebab, di awal kerja sama pengelolaan, pemkab bisa mengintervensi pihak ketiga untuk menyetor pendapatan tiap tahun. ”Kontribusinya bisa lebih nyata setiap tahun,” katanya kemarin (22/3).

Politikus senior itu menyampaikan, sekarang waktunya pemkab menindaklanjuti wacana pengelolaan stadion itu lebih serius. Kajian mengenai dampak positif dan negatif harus dilakukan agar segera mendapat keputusan terbaik.

Tetapi secara umum, menurut hemat Suli, stadion yang berada di Desa Ceguk, Kecamatan Tlanakan, itu akan lebih optimal jika dikelola pihak ketiga. ”Agar tidak menjadi beban pemkab dari sisi pembiyaan operasional dan pemeliharaan, lebih baik dipihakketigakan,” katanya.

Baca Juga :  Pengembalian Uang Negara Tinggi

Wakil Bupati (Wabup) Pamekasan Raja’e mengatakan, pemkab mengkaji wacana pengelolaan SGMRP. Evaluasi terkait efektivitas dan kontribusi terhadap PAD dilakukan. ”Masih dalam proses (kajian dan evaluasi),” katanya.

Harapannya, pemkab dapat mengambil keputusan terbaik. Masukan dari suporter, pengelola klub sepak bolah, dan stakeholder penting ditampung sebelum pemkab mengambil kebijakan. ”Keputusannya nanti,” tandas dia.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/