alexametrics
21.3 C
Madura
Sunday, June 26, 2022

Belum Tahu Berapa Yang Akan Diterima

DI Pamekasan, 397 tenaga honorer K-2 mendaftar PPPK. Namun, tidak semua bisa mengikuti tes seleksi karena berkas ditolak.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pamekasan Lukman Hedi Mahdia mengatakan, ada dua berkas yang tidak memenuhi syarat. Dengan demikian, tes seleksi PPPK di Pamekasan hanya dikuti 395 peserta.

Berkas yang tidak memenuhi syarat semuanya pada kategori pendidikan. Berkas ditolak karena kualifikasi ijazah tidak memenuhi persyaratan. Ijazah yang dilampirkan bukan strata satu (S-1). ”Syarat minimal harus sarjana. Sekarang sistem online, jadi cepat diketahui,” katanya kemarin (23/2).

Tes seleksi PPPK berlansung selama dua hari, yakni Sabtu dan Minggu (23–24/2). Peserta dibagi menjadi tujuh sesi. Hari pertama digelar tiga sesi dan selanjutnya empat sesi.

Baca Juga :  Fadil 3 Periode Jabat Kades, Tokoh Pemuda Dukung Kemajuan Rekkerrek

Lukman menjelaskan, sistem kelulusan peserta menggunakan ambang batas. Hal itu sesuai dengan rancangan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Nomor 4 Tahun 2019 tentang Ambang Batas PPPK untuk Guru, Dosen, Tenaga Kesehatan, dan Penyuluh Pertanian.

”Dalam peraturan itu disebutkan ada beberapa proses seleksi yang harus diikuti peserta. Di antaranya, seleksi kompetensi teknis, manajerial, dan sosial kultural. Selain itu, ada tes wawancara,” ungkapnya.

Nilai ambang batas yang harus dipenuhi peserta seleksi yakni kumulatif dari kompetensi teknis, manajerial, dan sosial kultural. Yakni, harus di atas 65. Sedangkan untuk tes wawancara minimal 15.

Kendati demikian, peserta dinyatakan lolos jika nilai kompetensi teknis paling rendah 42. ”Meski nilai kumulatif lebih dari 65, tapi di bidang teknik di bawah 42, maka tidak lolos. Yang menjadi patokan harus mengusai teknik,” terangnya.

Baca Juga :  Fattah-Yunus Serahkan Berkas ke PPP

Dia mengungkapkan, tingkat partisipasi peserta tes seleksi PPPK cukup tinggi. Sejak sesi pertama hingga terakhir, hanya satu peserta yang tidak mengisi daftar hadir. Meski begitu, pihaknya mengimbau agar peserta hadir tepat waktu.

Meski sudah dilakukan tes seleksi, BKPSDM belum menerima jatah formasi. Hingga saat ini, pihaknya belum mengetahui pasti jumlah formasi yang akan diterima oleh Kemen PAN-RB.

”Belum turun dari Kemen PAN-RB. Yang diterima berapa belum bisa kami ketahui. Formasinya belum turun,” bebernya. (bil)

DI Pamekasan, 397 tenaga honorer K-2 mendaftar PPPK. Namun, tidak semua bisa mengikuti tes seleksi karena berkas ditolak.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pamekasan Lukman Hedi Mahdia mengatakan, ada dua berkas yang tidak memenuhi syarat. Dengan demikian, tes seleksi PPPK di Pamekasan hanya dikuti 395 peserta.

Berkas yang tidak memenuhi syarat semuanya pada kategori pendidikan. Berkas ditolak karena kualifikasi ijazah tidak memenuhi persyaratan. Ijazah yang dilampirkan bukan strata satu (S-1). ”Syarat minimal harus sarjana. Sekarang sistem online, jadi cepat diketahui,” katanya kemarin (23/2).


Tes seleksi PPPK berlansung selama dua hari, yakni Sabtu dan Minggu (23–24/2). Peserta dibagi menjadi tujuh sesi. Hari pertama digelar tiga sesi dan selanjutnya empat sesi.

Baca Juga :  Klaim Asuransi Nelayan Tak Dicairkan Gara - Gara Ini

Lukman menjelaskan, sistem kelulusan peserta menggunakan ambang batas. Hal itu sesuai dengan rancangan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Nomor 4 Tahun 2019 tentang Ambang Batas PPPK untuk Guru, Dosen, Tenaga Kesehatan, dan Penyuluh Pertanian.

”Dalam peraturan itu disebutkan ada beberapa proses seleksi yang harus diikuti peserta. Di antaranya, seleksi kompetensi teknis, manajerial, dan sosial kultural. Selain itu, ada tes wawancara,” ungkapnya.

Nilai ambang batas yang harus dipenuhi peserta seleksi yakni kumulatif dari kompetensi teknis, manajerial, dan sosial kultural. Yakni, harus di atas 65. Sedangkan untuk tes wawancara minimal 15.

Kendati demikian, peserta dinyatakan lolos jika nilai kompetensi teknis paling rendah 42. ”Meski nilai kumulatif lebih dari 65, tapi di bidang teknik di bawah 42, maka tidak lolos. Yang menjadi patokan harus mengusai teknik,” terangnya.

Baca Juga :  Fadil 3 Periode Jabat Kades, Tokoh Pemuda Dukung Kemajuan Rekkerrek

Dia mengungkapkan, tingkat partisipasi peserta tes seleksi PPPK cukup tinggi. Sejak sesi pertama hingga terakhir, hanya satu peserta yang tidak mengisi daftar hadir. Meski begitu, pihaknya mengimbau agar peserta hadir tepat waktu.

Meski sudah dilakukan tes seleksi, BKPSDM belum menerima jatah formasi. Hingga saat ini, pihaknya belum mengetahui pasti jumlah formasi yang akan diterima oleh Kemen PAN-RB.

”Belum turun dari Kemen PAN-RB. Yang diterima berapa belum bisa kami ketahui. Formasinya belum turun,” bebernya. (bil)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/