alexametrics
22.8 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

KPS Ajak Berdakwah secara Santun

PAMEKASAN – Aksi penyisiran tempat-tempat maksiat dan hiburan oleh sekelompok masyarakat beberapa hari lalu di Pamekasan menuai pro dan kontra. Koloman Pojok Surau (KPS) menilai ada yang perlu dievaluasi dari aksi tersebut. Terutama menyangkut aspek hukum dan kemanusiaan.

Ketua KPS KH RPA Wazirul Jihad mengatakan, secara umum pihaknya mengapresiasi dan mendukung penuh niat baik LSM, organisasi kemasyarakatan, organisasi Islam, dan kelompok-kelompok apa pun yang telah mengupayakan penutupan lokalisasi dan tempat-tempat hiburan yang terindikasi mengandung unsur kemaksiatan. Namun, menurut dia, cara yang dilakukan harus baik dan berdasar aturan hukum.

Wazir menyatakan, tidak perlu ada tindak kekerasan terhadap masyarakat dengan mengatasnamakan apa pun. ”Kami menolak kekerasan terhadap kemanusiaan dalam bentuk apa pun dengan mengembalikan kepada hukum dan undang-undang,” katanya. ”Kami mengajak masyarakat selalu mengedepankan cara yang santun dalam mencegah kebatilan serta menggandeng pemerintah,” tambahnya.

Baca Juga :  Dampak Luapan Air Sungai Kiriman dari Sampang

Pria yang tinggal di Kecamatan Pademawu, Pamekasan, itu meminta seluruh elemen masyarakat dan pemerintah bersama-sama menghindari tindakan provokatif yang mengganggu ketenangan dan kenyamanan kehidupan masyarakat. Etika sosial dan nilai-nilai kemanusiaan perlu dijaga.

Dia juga meminta dengan tegas kepada aparat pemerintah untuk terlibat aktif terhadap pengawalan penegakan amar makruf nahi mungkar. ”KPS meminta kepada penegak hukum agar menindak tegas pelaku yang main hakim sendiri dan pelaku anarkisme dalam amar makruf nahi mungkar,” pungkasnya.

- Advertisement -

PAMEKASAN – Aksi penyisiran tempat-tempat maksiat dan hiburan oleh sekelompok masyarakat beberapa hari lalu di Pamekasan menuai pro dan kontra. Koloman Pojok Surau (KPS) menilai ada yang perlu dievaluasi dari aksi tersebut. Terutama menyangkut aspek hukum dan kemanusiaan.

Ketua KPS KH RPA Wazirul Jihad mengatakan, secara umum pihaknya mengapresiasi dan mendukung penuh niat baik LSM, organisasi kemasyarakatan, organisasi Islam, dan kelompok-kelompok apa pun yang telah mengupayakan penutupan lokalisasi dan tempat-tempat hiburan yang terindikasi mengandung unsur kemaksiatan. Namun, menurut dia, cara yang dilakukan harus baik dan berdasar aturan hukum.

Wazir menyatakan, tidak perlu ada tindak kekerasan terhadap masyarakat dengan mengatasnamakan apa pun. ”Kami menolak kekerasan terhadap kemanusiaan dalam bentuk apa pun dengan mengembalikan kepada hukum dan undang-undang,” katanya. ”Kami mengajak masyarakat selalu mengedepankan cara yang santun dalam mencegah kebatilan serta menggandeng pemerintah,” tambahnya.

Baca Juga :  Pasang di Zona Terlarang, Bawaslu Pamekasan Tertibkan 140 APK

Pria yang tinggal di Kecamatan Pademawu, Pamekasan, itu meminta seluruh elemen masyarakat dan pemerintah bersama-sama menghindari tindakan provokatif yang mengganggu ketenangan dan kenyamanan kehidupan masyarakat. Etika sosial dan nilai-nilai kemanusiaan perlu dijaga.

Dia juga meminta dengan tegas kepada aparat pemerintah untuk terlibat aktif terhadap pengawalan penegakan amar makruf nahi mungkar. ”KPS meminta kepada penegak hukum agar menindak tegas pelaku yang main hakim sendiri dan pelaku anarkisme dalam amar makruf nahi mungkar,” pungkasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Usul Ada Bilik Asmara di Lapas

Kemenag Kekurangan 211 Guru PAI PNS

Dana BOS Tertahan Gara-Gara Ini

Artikel Terbaru

/