alexametrics
21.5 C
Madura
Sunday, May 22, 2022

Sepuluh Kampus Indonesia Berjurnal Scopus, Termasuk IAIN Madura

 

PAMEKASAN – Selain mendapat dua sertifikat ISO dan membuka dua prodi baru, kampus yang menjadi tempat belajar 9.857 mahasiswa tahun 2021 tersebut juga memiliki satu jurnal terindeks Scopus. Yakni Jurnal Al-Ihkam; Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Fakultas Syariah.

Jurnal ini satu-satunya di Madura yang terindeks Scopus. Jurnal ini terbit kali pertama pada 2006. Tahun 2015, jurnal ini terindeks Sinta 3. Lalu, 2018 terindeks Sinta 2 dan pada 2021 terindeks Scopus.

Indeksasi jurnal Al-Ihkam dari Sinta 2 ke Scopus menandai bahwa IAIN Madura diakui dunia internasional. Sebab, Scopus adalah layanan indeksasi jurnal terbesar bertaraf internasional yang ada saat ini.

Selain itu, jurnal Scopus juga menjadi jurnal paling diburu oleh para calon guru besar. Sebab, untuk menjadi guru besar, seorang dosen harus memiliki tulisan yang masuk ke dalam jurnal yang sudah terindeks Scopus.

Baca Juga :  Pasang di Zona Terlarang, Bawaslu Pamekasan Tertibkan 40 APK

”Hanya sepuluh perguruan tinggi di bawah Kementerian Agama yang jurnalnya terindeks Scopus, salah satunya IAIN Madura,” kata Rektor IAIN Madura Mohammad Kosim. ”Di Jawa Timur, hanya ada tiga kampus,” sambungnya.

Tiga kampus itu UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Sunan Ampel Surabaya, dan IAIN Madura. Pencapaian IAIN Madura dalam indeksasi jurnal ini diapresiasi langsung Kementerian Agama RI.

Kosim menerangkan, selain prestasi di bidang jurnal, pihaknya akan menambah satu guru besar lagi. Dengan demikian, nantinya IAIN memiliki dua guru besar selain yang sudah ada, yakni Prof. Dr. H. M. Asy’ari, M.Ag.

Penambahan guru besar ini sebagai langkah IAIN menuju UIN Madura. ”Dan kita sedang finalisasi proposal menuju UIN Madura,” katanya. Dia menyampaikan bahwa pihaknya sudah melakukan pertemuan beberapa kali untuk finalisasi proposal.”Awal tahun kita kirim ke Menteri Agama. Kita ingin memberikan layanan pendidikan yang lebih kepada masyarakat,” tuturnya. Sebab, ketika menjadi UIN, prodi akan bertambah dan guru besar juga bertambah.

Baca Juga :  15. 216 Pelajar SMP dan MTs di Pamekasan Siap Hadapi UNBK

”Pencapaian demi pencapaian karena kita memegang prinsip kerja sama dan sama kerja tanpa ada atasan atau bawahan, sehingga semua melebur menjadi satu dan itu yang barangkali memotivasi teman-teman berprestasi di bidangnya masing-masing,” pungkasnya. (ky/luq)

- Advertisement -

 

PAMEKASAN – Selain mendapat dua sertifikat ISO dan membuka dua prodi baru, kampus yang menjadi tempat belajar 9.857 mahasiswa tahun 2021 tersebut juga memiliki satu jurnal terindeks Scopus. Yakni Jurnal Al-Ihkam; Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Fakultas Syariah.

Jurnal ini satu-satunya di Madura yang terindeks Scopus. Jurnal ini terbit kali pertama pada 2006. Tahun 2015, jurnal ini terindeks Sinta 3. Lalu, 2018 terindeks Sinta 2 dan pada 2021 terindeks Scopus.


Indeksasi jurnal Al-Ihkam dari Sinta 2 ke Scopus menandai bahwa IAIN Madura diakui dunia internasional. Sebab, Scopus adalah layanan indeksasi jurnal terbesar bertaraf internasional yang ada saat ini.

Selain itu, jurnal Scopus juga menjadi jurnal paling diburu oleh para calon guru besar. Sebab, untuk menjadi guru besar, seorang dosen harus memiliki tulisan yang masuk ke dalam jurnal yang sudah terindeks Scopus.

Baca Juga :  DLH Imbau Desa Serius Kelola Sampah

”Hanya sepuluh perguruan tinggi di bawah Kementerian Agama yang jurnalnya terindeks Scopus, salah satunya IAIN Madura,” kata Rektor IAIN Madura Mohammad Kosim. ”Di Jawa Timur, hanya ada tiga kampus,” sambungnya.

Tiga kampus itu UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Sunan Ampel Surabaya, dan IAIN Madura. Pencapaian IAIN Madura dalam indeksasi jurnal ini diapresiasi langsung Kementerian Agama RI.

Kosim menerangkan, selain prestasi di bidang jurnal, pihaknya akan menambah satu guru besar lagi. Dengan demikian, nantinya IAIN memiliki dua guru besar selain yang sudah ada, yakni Prof. Dr. H. M. Asy’ari, M.Ag.

Penambahan guru besar ini sebagai langkah IAIN menuju UIN Madura. ”Dan kita sedang finalisasi proposal menuju UIN Madura,” katanya. Dia menyampaikan bahwa pihaknya sudah melakukan pertemuan beberapa kali untuk finalisasi proposal.”Awal tahun kita kirim ke Menteri Agama. Kita ingin memberikan layanan pendidikan yang lebih kepada masyarakat,” tuturnya. Sebab, ketika menjadi UIN, prodi akan bertambah dan guru besar juga bertambah.

Baca Juga :  Diskominfo Terus Sosialisasikan DBHCHT

”Pencapaian demi pencapaian karena kita memegang prinsip kerja sama dan sama kerja tanpa ada atasan atau bawahan, sehingga semua melebur menjadi satu dan itu yang barangkali memotivasi teman-teman berprestasi di bidangnya masing-masing,” pungkasnya. (ky/luq)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/