alexametrics
20.7 C
Madura
Thursday, May 26, 2022

IAIN Madura Raih Dua ISO, Buka Dua Prodi Magister

PAMEKASAN – IAIN Madura sudah berumur 55 tahun. Terhitung sejak kampus ini dulu adalah Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Cabang Pamekasan yang berdiri pada 20 Juli 1966.

Seiring perjalanan, kampus cabang ini mulai berdiri sendiri menjadi STAIN Pamekasan pada 21 Maret 1997. Lalu, pada 5 April 2018, kampus ini beralih status ke IAIN Madura. Kampus ini terus mendulang prestasi, dan puncaknya pada 2021.

Pada 2021, IAIN Madura memperoleh dua sertifikat dari lembaga sertifikasi internasional. Yakni International Organization for Standardization (ISO). Sertifikat pertama menjelaskan tata kelola dan mutu pendidikan sudah berstandar internasional.

Kedua, sertifikat dari ISO menjelaskan bahwa kualitas manajemen kampus dan pelayanan IAIN Madura juga sudah berstandar internasional. Di Jawa Timur, hanya segelintir kampus yang memperoleh sertifikat ISO ini.

Baca Juga :  Program Sosialisasi Perda Diduga Fiktif

”Ini bukti bahwa IAIN Madura terus berbenah, kian berusaha untuk menjadi kampus yang berkualitas dari tahun ke tahun,” terang Rektor IAIN Madura Dr. Mohammad Kosim. Usaha ini juga dikonkretkan dengan pengajuan enam program studi (prodi) baru.

Dua dari enam prodi yang diajukan sudah mendapat izin untuk dibuka pada 2022. Dua prodi di tingkat pascasarjana, yakni Prodi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) dan Ilmu Quran dan Tafsir (IQT). Prodi ini melengkapi Prodi ES, HKI, dan PAI pascasarjana.

Empat prodi lain di tingkat sarjana masih menunggu izin buka. Yakni, Tadris Matematika, Tadris IPA, Ilmu Hadits, dan Pendidikan Profesi Guru. ”Jadi, kita sudah punya 17 prodi sarjana dan lima prodi pascasarjana, totalnya 22,” ungkap Kosim.

Baca Juga :  Kemenkeu RI Apresiasi PT 1001 Alami

Selain menambah jumlah prodi, IAIN Madura juga menggelar dan menggagas berbagai kegiatan ilmiah berskala internasional. Salah satunya adalah International Conference on Islamic Studies and Call for Papers (ICONIS).

ICONIS ini digagas pada 2017. Tahun ini, IAIN Madura menggelar ICONIS kelima. Selain ICONIS, juga menggelar banyak webinar. Salah satunya webinar internasional yang digelar bersama Istanbul Foundation for Science and Culture dan Yayasan Nur Semesta.

Webinar tersebut bertema Menyikapi Musibah Covid-19 dengan Pandangan Tasawuf Said Nursi. Tidak sekadar webinar, IAIN Madura juga meresmikan Said Nursi Corner di gedung Perpustakaan IAIN sebagai bentuk kehormatan kepada Said Nursi. (ky/luq)


PAMEKASAN – IAIN Madura sudah berumur 55 tahun. Terhitung sejak kampus ini dulu adalah Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Cabang Pamekasan yang berdiri pada 20 Juli 1966.

Seiring perjalanan, kampus cabang ini mulai berdiri sendiri menjadi STAIN Pamekasan pada 21 Maret 1997. Lalu, pada 5 April 2018, kampus ini beralih status ke IAIN Madura. Kampus ini terus mendulang prestasi, dan puncaknya pada 2021.

Pada 2021, IAIN Madura memperoleh dua sertifikat dari lembaga sertifikasi internasional. Yakni International Organization for Standardization (ISO). Sertifikat pertama menjelaskan tata kelola dan mutu pendidikan sudah berstandar internasional.

Kedua, sertifikat dari ISO menjelaskan bahwa kualitas manajemen kampus dan pelayanan IAIN Madura juga sudah berstandar internasional. Di Jawa Timur, hanya segelintir kampus yang memperoleh sertifikat ISO ini.

Baca Juga :  Diduga Terlibat Kampanye, Tim Prabowo-Sandi Adukan Kapolsek ke Bawaslu

”Ini bukti bahwa IAIN Madura terus berbenah, kian berusaha untuk menjadi kampus yang berkualitas dari tahun ke tahun,” terang Rektor IAIN Madura Dr. Mohammad Kosim. Usaha ini juga dikonkretkan dengan pengajuan enam program studi (prodi) baru.

Dua dari enam prodi yang diajukan sudah mendapat izin untuk dibuka pada 2022. Dua prodi di tingkat pascasarjana, yakni Prodi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) dan Ilmu Quran dan Tafsir (IQT). Prodi ini melengkapi Prodi ES, HKI, dan PAI pascasarjana.

Empat prodi lain di tingkat sarjana masih menunggu izin buka. Yakni, Tadris Matematika, Tadris IPA, Ilmu Hadits, dan Pendidikan Profesi Guru. ”Jadi, kita sudah punya 17 prodi sarjana dan lima prodi pascasarjana, totalnya 22,” ungkap Kosim.

Baca Juga :  Kantor Imigrasi Pamekasan Evaluasi dan Perkuat Timpora

Selain menambah jumlah prodi, IAIN Madura juga menggelar dan menggagas berbagai kegiatan ilmiah berskala internasional. Salah satunya adalah International Conference on Islamic Studies and Call for Papers (ICONIS).

ICONIS ini digagas pada 2017. Tahun ini, IAIN Madura menggelar ICONIS kelima. Selain ICONIS, juga menggelar banyak webinar. Salah satunya webinar internasional yang digelar bersama Istanbul Foundation for Science and Culture dan Yayasan Nur Semesta.

Webinar tersebut bertema Menyikapi Musibah Covid-19 dengan Pandangan Tasawuf Said Nursi. Tidak sekadar webinar, IAIN Madura juga meresmikan Said Nursi Corner di gedung Perpustakaan IAIN sebagai bentuk kehormatan kepada Said Nursi. (ky/luq)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/