alexametrics
23.8 C
Madura
Wednesday, August 17, 2022

Proyek Median Jalan Dibongkar

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Pengerjaan median jalan yang berlokasi di Jalan Asem Manis yang dikerjakan oleh PT Trijaya Adimix dari Mojokerto dibongkar, Senin (18/7). Pembongkaran dilakukan setelah didemo oleh sejumlah aktivis di Pamekasan.

Basri, salah satu aktivis menilai, pengerjaan terkesan asal-asalan. Pasalnya, dalam pemasangan median jalan tidak dilakukan penggalian terlebih dahulu. Artinya, median jalan hanya ditempel ke aspal. Karena itu, pihaknya mengkhawatirkan keamanan dan kekokohan pemasangan median jalan tersebut.

Semestinya, lanjut dia, sebelum pemasangan kanstin, dilakukan galian terlebih dahulu. Kemudian, diberikan rabat beton serta pasang acian 2 sentimeter. Baru dipasang kanstin pembatas, sehingga bisa dikatakan aman dan kokoh. ”Paling tidak digali 4 sentimeter,” ujarnya kemarin.

Dari analisis tersebut, Basri mengutarakan jika pekerjaan yang dilakukan PT Trijaya Adymix terindikasi tidak sesuai dengan RAB. Sehingga, asas manfaatnya kurang dirasakan oleh masyarakat. Karena itu, pihaknya meminta pemerintah untuk mengevaluasi kegiatan tersebut.

Baca Juga :  Desak Ungkap Jaringan Lintas Negara

”Kami minta agar kegiatan ini diperbaiki karena kami menduga tidak dikerjakan secara profesional,” pintanya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.3 Provinsi Jawa Timur (Sampang–Pamekasan–Sumenep) Heru Wantoro menyampaikan, kegiatan median jalan dan pelebaran jalan masuk dalam bagian program preservasi jalan jembatan kota Sampang-Pamekasan-Sumenep. Total pagu anggarannya Rp 31.900.520.000.

”Jadi, program ini dipecah menjadi beberapa kegiatan. Di antaranya kegiatan median jalan dan pelebaran jalan,” tuturnya.

Untuk kegiatan median jalan ada dua titik. Yakni, dari Bundaran Asem Manis hingga SMAN 2 Pamekasan dengan panjang 400 meter. Kemudian, dari Bundaran Asem Manis ke pertigaan Desa Tambung sepanjang 1,2 kilometer. Total anggaran untuk kegiatan tersebut diperkirakan mencapai Rp 8 hingga Rp 9 miliar.

”Untuk ke utara Asem Manis sampai lampu merah lingkar (Pertigaan Tambung) juga dilakukan pelebaran jalan,” ujar Heru.

Dia menjelaskan, kegiatan median jalan yang dibongkar lokasinya berada di titik nol hingga 50 meter ke arah SMAN 2 Pamekasan. Pembongkaran dilakukan untuk memenuhi permintaan masyarakat yang melakukan demontrasi.

Baca Juga :  Polisi Tangkap Warga Pamekasan di Halaman SMP, Ternyata Ini Dasarnya

Heru menjelaskan, pada dasarnya pengerjaan proyek sudah sesuai dengan desain kegiatan. Pemasangan median jalan tidak perlu digali karena terdampak lapisan ulang. Jalan tersebut sengaja dibuat kemiringan dan pelandaian menyesuaikan dengan aspal yang lama.

”Nanti kita akan gali untuk pemasangan median jalan, tapi mungkin tidak sampai 10 sentimeter,” paparnya.

Sementara untuk pemasangan median jalan dari titik 50 hingga SMAN 2 Pamekasan tetap dilakukan penggalian. Pasalnya, di titik tersebut tidak dilakukan lapisan ulang.

Berbeda dengan pemasangan median jalan dari titik Bundaran Asem Manis sampai lampu merah lingkar di Desa Tambung. Pihaknya tidak melakukan penggalian karena akan dilakukan pengaspalan ulang. Tingginya sekitar 10 sentimeter.

”Kalau masih digali, nanti median jalannya akan tenggelam. Jadi, tidak perlu digali karena nanti akan terkunci oleh aspal,” tandasnya. (bil/rus)

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Pengerjaan median jalan yang berlokasi di Jalan Asem Manis yang dikerjakan oleh PT Trijaya Adimix dari Mojokerto dibongkar, Senin (18/7). Pembongkaran dilakukan setelah didemo oleh sejumlah aktivis di Pamekasan.

Basri, salah satu aktivis menilai, pengerjaan terkesan asal-asalan. Pasalnya, dalam pemasangan median jalan tidak dilakukan penggalian terlebih dahulu. Artinya, median jalan hanya ditempel ke aspal. Karena itu, pihaknya mengkhawatirkan keamanan dan kekokohan pemasangan median jalan tersebut.

Semestinya, lanjut dia, sebelum pemasangan kanstin, dilakukan galian terlebih dahulu. Kemudian, diberikan rabat beton serta pasang acian 2 sentimeter. Baru dipasang kanstin pembatas, sehingga bisa dikatakan aman dan kokoh. ”Paling tidak digali 4 sentimeter,” ujarnya kemarin.


Dari analisis tersebut, Basri mengutarakan jika pekerjaan yang dilakukan PT Trijaya Adymix terindikasi tidak sesuai dengan RAB. Sehingga, asas manfaatnya kurang dirasakan oleh masyarakat. Karena itu, pihaknya meminta pemerintah untuk mengevaluasi kegiatan tersebut.

Baca Juga :  Desak Ungkap Jaringan Lintas Negara

”Kami minta agar kegiatan ini diperbaiki karena kami menduga tidak dikerjakan secara profesional,” pintanya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.3 Provinsi Jawa Timur (Sampang–Pamekasan–Sumenep) Heru Wantoro menyampaikan, kegiatan median jalan dan pelebaran jalan masuk dalam bagian program preservasi jalan jembatan kota Sampang-Pamekasan-Sumenep. Total pagu anggarannya Rp 31.900.520.000.

”Jadi, program ini dipecah menjadi beberapa kegiatan. Di antaranya kegiatan median jalan dan pelebaran jalan,” tuturnya.

- Advertisement -

Untuk kegiatan median jalan ada dua titik. Yakni, dari Bundaran Asem Manis hingga SMAN 2 Pamekasan dengan panjang 400 meter. Kemudian, dari Bundaran Asem Manis ke pertigaan Desa Tambung sepanjang 1,2 kilometer. Total anggaran untuk kegiatan tersebut diperkirakan mencapai Rp 8 hingga Rp 9 miliar.

”Untuk ke utara Asem Manis sampai lampu merah lingkar (Pertigaan Tambung) juga dilakukan pelebaran jalan,” ujar Heru.

Dia menjelaskan, kegiatan median jalan yang dibongkar lokasinya berada di titik nol hingga 50 meter ke arah SMAN 2 Pamekasan. Pembongkaran dilakukan untuk memenuhi permintaan masyarakat yang melakukan demontrasi.

Baca Juga :  Diduga Memeras Mantan Kades Tanjung, Polisi Tangkap Wartawan dan ASN

Heru menjelaskan, pada dasarnya pengerjaan proyek sudah sesuai dengan desain kegiatan. Pemasangan median jalan tidak perlu digali karena terdampak lapisan ulang. Jalan tersebut sengaja dibuat kemiringan dan pelandaian menyesuaikan dengan aspal yang lama.

”Nanti kita akan gali untuk pemasangan median jalan, tapi mungkin tidak sampai 10 sentimeter,” paparnya.

Sementara untuk pemasangan median jalan dari titik 50 hingga SMAN 2 Pamekasan tetap dilakukan penggalian. Pasalnya, di titik tersebut tidak dilakukan lapisan ulang.

Berbeda dengan pemasangan median jalan dari titik Bundaran Asem Manis sampai lampu merah lingkar di Desa Tambung. Pihaknya tidak melakukan penggalian karena akan dilakukan pengaspalan ulang. Tingginya sekitar 10 sentimeter.

”Kalau masih digali, nanti median jalannya akan tenggelam. Jadi, tidak perlu digali karena nanti akan terkunci oleh aspal,” tandasnya. (bil/rus)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/