alexametrics
24.3 C
Madura
Sunday, May 22, 2022

Ketua RT dan Empat Anaknya Positif

TRACING sumber penularan Covid-19 semakin sulit diurai. Sebab, aktivitas manusia meluber ke mana-mana. Ketua rukun tetangga (RT) di Pamekasan beserta keempat anaknya dinyatakan positif korona pada Minggu (21/6).

Gugus Tugas Covid-19 sulit menelusuri asal muasal paparannya. Selain penularan sudah acak, kasus korona semakin banyak. ”Masih di-tracing,” kata Jubir Gugus Tugas Pamekasan Covid-19 Sigit Priyono.

Satu keluarga yang terpapar Covid-19 tersebut beralamat di salah satu kelurahan di Kecamatan Kota Pamekasan. Dengan perincian laki-laki berinisial Q, 57. Kemudian, perempuan berinisial MRQ, 12.

Lalu, lelaki berinisial RPA, 23; MJA, lelaki 18 tahun; dan AMD, laki-laki 15 tahun. Dari lima orang dalam satu keluarga itu, yang terpapar pertama adalah Q. Q yang menjabat sebagai ketua RT merupakan ayah MRQ, RPA, MJA, dan AMD.

Baca Juga :  RSU Waru Tak Layani Pasien BPJS

”Q sedang dirawat di RSUD Smart. Keluarga yang lain baru terpapar,” ungkap Ketua Tim Penanganan Covid-19 Internal RSUD Smart Pamekasan dr. Syaiful Hidayat. Sementara istri dan seorang anak Q negatif.

Setiap orang yang terpapar tidak lantas menjadi kritis sehingga terkesan gawat. Sebab, mereka yang terpapar punya peluang sembuh. ”Namanya (ketua) RT, biasanya memimpin kegiatan-kegiatan. Walaupun begitu, penularannya bisa dari mana saja dan itu sulit dilacak,” sambung dokter spesialis paru tersebut.

Yayak –panggilan Syaiful Hidayat– mengatakan, sumber penularan Covid-19 menjadi tidak penting. Bahkan, di luar rumah sakit kemungkinan banyak yang terpapar, tapi tidak terdeteksi. ”Mereka berstatus OTG (orang tanpa gejala) dan tidak terlihat,” tukasnya.

Baca Juga :  Kepedulian Wartawan pada Warga Terdampak Covid-19

Langkah pencegahan perlu ditingkatkan. Misalnya, menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan, dan menghindari kerumunan. Semua itu kembali pada kesadaran tiap individu.

”Sekarang kalau orang dinyatakan positif kebanyakan tidak mau dirujuk ke rumah sakit. Tidak hanya itu, orang sakit biasa saja sekarang banyak yang tidak mau dirujuk ke rumah sakit,” jelasnya. (ky)

- Advertisement -

TRACING sumber penularan Covid-19 semakin sulit diurai. Sebab, aktivitas manusia meluber ke mana-mana. Ketua rukun tetangga (RT) di Pamekasan beserta keempat anaknya dinyatakan positif korona pada Minggu (21/6).

Gugus Tugas Covid-19 sulit menelusuri asal muasal paparannya. Selain penularan sudah acak, kasus korona semakin banyak. ”Masih di-tracing,” kata Jubir Gugus Tugas Pamekasan Covid-19 Sigit Priyono.

Satu keluarga yang terpapar Covid-19 tersebut beralamat di salah satu kelurahan di Kecamatan Kota Pamekasan. Dengan perincian laki-laki berinisial Q, 57. Kemudian, perempuan berinisial MRQ, 12.


Lalu, lelaki berinisial RPA, 23; MJA, lelaki 18 tahun; dan AMD, laki-laki 15 tahun. Dari lima orang dalam satu keluarga itu, yang terpapar pertama adalah Q. Q yang menjabat sebagai ketua RT merupakan ayah MRQ, RPA, MJA, dan AMD.

Baca Juga :  Refleksi Tahun Baru 1442 Hijriah Bagi Bupati Baddrut Taman

”Q sedang dirawat di RSUD Smart. Keluarga yang lain baru terpapar,” ungkap Ketua Tim Penanganan Covid-19 Internal RSUD Smart Pamekasan dr. Syaiful Hidayat. Sementara istri dan seorang anak Q negatif.

Setiap orang yang terpapar tidak lantas menjadi kritis sehingga terkesan gawat. Sebab, mereka yang terpapar punya peluang sembuh. ”Namanya (ketua) RT, biasanya memimpin kegiatan-kegiatan. Walaupun begitu, penularannya bisa dari mana saja dan itu sulit dilacak,” sambung dokter spesialis paru tersebut.

Yayak –panggilan Syaiful Hidayat– mengatakan, sumber penularan Covid-19 menjadi tidak penting. Bahkan, di luar rumah sakit kemungkinan banyak yang terpapar, tapi tidak terdeteksi. ”Mereka berstatus OTG (orang tanpa gejala) dan tidak terlihat,” tukasnya.

Baca Juga :  RSU Waru Tak Layani Pasien BPJS

Langkah pencegahan perlu ditingkatkan. Misalnya, menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan, dan menghindari kerumunan. Semua itu kembali pada kesadaran tiap individu.

”Sekarang kalau orang dinyatakan positif kebanyakan tidak mau dirujuk ke rumah sakit. Tidak hanya itu, orang sakit biasa saja sekarang banyak yang tidak mau dirujuk ke rumah sakit,” jelasnya. (ky)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/