alexametrics
21.9 C
Madura
Wednesday, May 25, 2022

Pasien Positif Korona Enggan Diisolasi

PAMEKASAN – Warga positif Covid-19 yang menolak untuk diisolasi di rumah sakit bukan hanya satu. Utamanya di Pamekasan. Kini warga berinisial SA menolak diisolasi setelah dinyatakan positif Rabu (20/5) Dia diduga sengaja menghindar dan pergi ke Malang.

SA adalah warga Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan. Mulanya, pria 66 tahun ini ditetapkan sebagai pasien dalam pengawasan (PDP) karena bergejala mirip Covid-19. Sekitar sepekan sebelum dinyatakan positif, diambil tes swab si SA. Ketika itu, dia memilih isolasi mandiri.

Hasil tes swab pun keluar pada Rabu (20/5). Satgas Covid-19 Pamekasan kemudian mendatangi rumahnya. Namun, SA tidak ada. Hasil tracing sementara, SA berada di Malang dengan alasan ingin berobat.

Baca Juga :  BOP Enam Lembaga Dicairkan Pihak Lain

Plt Kadinkes Pamekasan Achmad Marsuki tidak memberikan konfirmasi apa pun terkait SA. Sementara Ketua Tim Penanganan Covid-19 Internal RSUD Smart Pamekasan Syaiful Hidayat menjelaskan, pasien positif harus diisolasi. ”Kalaupun dia tidak mau diisolasi di rumah sakit, atau ingin isolasi mandiri, dia tidak boleh keluyuran,” ungkapnya kemarin (22/5).

Yayak –panggilan Syaiful Hidayat– menerangkan, penolakan isolasi semacam itu sering terjadi. Bahkan, seorang PDP sebelumnya sempat berniat melarikan diri dari RSUD Smart. Sebab, masih ada yang menganggap positif Covid-19 aib, padahal bukan. ”Memang serbarepot menghadapi karakter masyarakat,” lanjutnya.

Yayak mengatakan, pelacakan atau tracing harus lebih giat dilakukan. Vietnam dan Korea berhasil menekan angka persebaran Covid-19 karena proses tracing bagus. ”Pelacakannya sangat kuat. Penemuannya itu luar biasa bagus,” jelasnya Yayak.

Baca Juga :  Layanan Kesehatan di Kota Gerbang Salam Belum Memuaskan

SA tidak tercatat memasuki rumah sakit rujukan di Pamekasan hingga kemarin (22/5). Baik di RSUD Smart Pamekasan ataupun di RSU Mohammad Noer. Ketua Satgas Covid-19 RSU Mohammad Noer Pamekasan Mukhammad Mukhlis mengaku, pihaknya tidak mengantongi data SA.

Bahkan, proses pengambilan swab pasien berinisial SA itu tidak dilakukan di RSU Mohammad Noer. Padahal, informasinya, swab SA diambil rumah sakit milik Pemprov Jatim itu saat masih berstatus PDP. ”Tidak ada data di kami,” katanya pendek. (ky)

PAMEKASAN – Warga positif Covid-19 yang menolak untuk diisolasi di rumah sakit bukan hanya satu. Utamanya di Pamekasan. Kini warga berinisial SA menolak diisolasi setelah dinyatakan positif Rabu (20/5) Dia diduga sengaja menghindar dan pergi ke Malang.

SA adalah warga Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan. Mulanya, pria 66 tahun ini ditetapkan sebagai pasien dalam pengawasan (PDP) karena bergejala mirip Covid-19. Sekitar sepekan sebelum dinyatakan positif, diambil tes swab si SA. Ketika itu, dia memilih isolasi mandiri.

Hasil tes swab pun keluar pada Rabu (20/5). Satgas Covid-19 Pamekasan kemudian mendatangi rumahnya. Namun, SA tidak ada. Hasil tracing sementara, SA berada di Malang dengan alasan ingin berobat.

Baca Juga :  BOP Enam Lembaga Dicairkan Pihak Lain

Plt Kadinkes Pamekasan Achmad Marsuki tidak memberikan konfirmasi apa pun terkait SA. Sementara Ketua Tim Penanganan Covid-19 Internal RSUD Smart Pamekasan Syaiful Hidayat menjelaskan, pasien positif harus diisolasi. ”Kalaupun dia tidak mau diisolasi di rumah sakit, atau ingin isolasi mandiri, dia tidak boleh keluyuran,” ungkapnya kemarin (22/5).

Yayak –panggilan Syaiful Hidayat– menerangkan, penolakan isolasi semacam itu sering terjadi. Bahkan, seorang PDP sebelumnya sempat berniat melarikan diri dari RSUD Smart. Sebab, masih ada yang menganggap positif Covid-19 aib, padahal bukan. ”Memang serbarepot menghadapi karakter masyarakat,” lanjutnya.

Yayak mengatakan, pelacakan atau tracing harus lebih giat dilakukan. Vietnam dan Korea berhasil menekan angka persebaran Covid-19 karena proses tracing bagus. ”Pelacakannya sangat kuat. Penemuannya itu luar biasa bagus,” jelasnya Yayak.

Baca Juga :  Gara-gara Sapi, Penjual Topi Panen Rejeki

SA tidak tercatat memasuki rumah sakit rujukan di Pamekasan hingga kemarin (22/5). Baik di RSUD Smart Pamekasan ataupun di RSU Mohammad Noer. Ketua Satgas Covid-19 RSU Mohammad Noer Pamekasan Mukhammad Mukhlis mengaku, pihaknya tidak mengantongi data SA.

Bahkan, proses pengambilan swab pasien berinisial SA itu tidak dilakukan di RSU Mohammad Noer. Padahal, informasinya, swab SA diambil rumah sakit milik Pemprov Jatim itu saat masih berstatus PDP. ”Tidak ada data di kami,” katanya pendek. (ky)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/