alexametrics
20.9 C
Madura
Monday, June 27, 2022

Tim Gabungan Temukan Mamin Kedaluwarsa

PAMEKASAN – Kebutuhan makanan dan minuman (mamin) selalu meningkat menjelang hari raya. Namun, masyarakat harus selektif memilih kebutuhan Lebaran. Sebab, hingga saat ini masih ditemukan mamin tidak laik konsumsi.

Temuan tersebut terungkap dalam inspeksi mendadak (sidak) Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Pamekasan kemarin (22/5). Bersama pegawai dinas kesehatan dan satpol PP, mereka memeriksa barang dagangan di sejumlah toko.

Sidak tersebut dilakukan di Indomaret dan Toko Swalayan ABC di Jalan Jokotole. Lalu, mereka bergeser ke sejumlah toko di Terminal Ronggosukowati. ”Kita lakukan pengawasan mamin untuk memastikan tidak ada konsumen yang dirugikan minuman dan makanan layak konsumsi,” kata Kasi Pengawasan Barang Beredar Disperindag Pamekasan Nurul Hidayati.

Dari hasil sidak di sejumlah toko tersebut, ditemukan mamin kedaluwarsa dan tidak layak edar. Di Indomaret, tim menemukan buah-buahan berjamur dan busuk masih dijual. Sementara di Toko ABC ditemukan makanan tanpa disertai tanggal kedaluwarsa dan izin edar pangan industri rumah tangga (PIRT).

Baca Juga :  Tempat Karaoke di Pamekasan Bakal Buka Lagi, Ini Alasannya

”Makanan yang kedaluwarsa juga kita temukan di pertokoan Terminal  Ronggosukowati,” tegasnya. Dengan temuan mamin kedaluwarsa tersebut dia meminta agar para pelaku usaha menaati peraturan perlindungan dan hak konsumen. ”Hak dan kewajibannya diatur,” tegasnya.

Kepala Toko ABC Sri Wahyuni menjelaskan, barang yang tidak disertai dengan masa kedaluwarsa dan izin edar tersebut merupakan barang titipan masyarakat. Dengan temuan tersebut pihaknya akan semakin ketat menyeleksi mamin titipan masyarakat. ”Kalau nanti ada yang tidak siap memenuhi aturan toko, kita akan menolak titipan jualan,” katanya.

Staf Dinkes Pamekasan Amir Rahman menegaskan, mamin yang dijual harus layak konsumsi. Dia meminta pelaku usaha tidak menjual mamin yang secara fisik tidak layak dijual. ”Barang yang dijual itu harus ada masa layak konsumsi, PIRT, dan BPOM-nya,” tegasnya.

Baca Juga :  Lahan Parkir Pasar Keppo Tak Memadai

Dia menambahkan, jika sudah dilengkapi izin BPOM, barang tersebut dipastikan sudah disurvei oleh dinkes. Baik dari lingkungannya atau kesehatannya. Sebaliknya, jika izin itu belum ada, barang tersebut belum pernah disruvei. ”Jika ada yang mau nitip, dilihat dulu, apakah ada tanggal kedaluwarsanya, PIRT-nya, dan BPOM-nya atau tidak,” terangnya.

Joni, karyawan Indomaret, Jalan Jokotole, mengatakan, sebenarnya barang dagangannya sudah dikontrol setiap hari. Jika ada barang yang tidak layak konsumsi atau kedaluwarsa langsung diretur ke pabriknya. Dia mengaku siap menindaklanjuti temuan tim sidak tersebut untuk tidak menjual barang kedaluwarsa.

PAMEKASAN – Kebutuhan makanan dan minuman (mamin) selalu meningkat menjelang hari raya. Namun, masyarakat harus selektif memilih kebutuhan Lebaran. Sebab, hingga saat ini masih ditemukan mamin tidak laik konsumsi.

Temuan tersebut terungkap dalam inspeksi mendadak (sidak) Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Pamekasan kemarin (22/5). Bersama pegawai dinas kesehatan dan satpol PP, mereka memeriksa barang dagangan di sejumlah toko.

Sidak tersebut dilakukan di Indomaret dan Toko Swalayan ABC di Jalan Jokotole. Lalu, mereka bergeser ke sejumlah toko di Terminal Ronggosukowati. ”Kita lakukan pengawasan mamin untuk memastikan tidak ada konsumen yang dirugikan minuman dan makanan layak konsumsi,” kata Kasi Pengawasan Barang Beredar Disperindag Pamekasan Nurul Hidayati.


Dari hasil sidak di sejumlah toko tersebut, ditemukan mamin kedaluwarsa dan tidak layak edar. Di Indomaret, tim menemukan buah-buahan berjamur dan busuk masih dijual. Sementara di Toko ABC ditemukan makanan tanpa disertai tanggal kedaluwarsa dan izin edar pangan industri rumah tangga (PIRT).

Baca Juga :  Hari Raya, Pelayaran Kalianget–Kangean Libur

”Makanan yang kedaluwarsa juga kita temukan di pertokoan Terminal  Ronggosukowati,” tegasnya. Dengan temuan mamin kedaluwarsa tersebut dia meminta agar para pelaku usaha menaati peraturan perlindungan dan hak konsumen. ”Hak dan kewajibannya diatur,” tegasnya.

Kepala Toko ABC Sri Wahyuni menjelaskan, barang yang tidak disertai dengan masa kedaluwarsa dan izin edar tersebut merupakan barang titipan masyarakat. Dengan temuan tersebut pihaknya akan semakin ketat menyeleksi mamin titipan masyarakat. ”Kalau nanti ada yang tidak siap memenuhi aturan toko, kita akan menolak titipan jualan,” katanya.

Staf Dinkes Pamekasan Amir Rahman menegaskan, mamin yang dijual harus layak konsumsi. Dia meminta pelaku usaha tidak menjual mamin yang secara fisik tidak layak dijual. ”Barang yang dijual itu harus ada masa layak konsumsi, PIRT, dan BPOM-nya,” tegasnya.

Baca Juga :  Disdag Akui Pembinaan PKL Belum Menyeluruh

Dia menambahkan, jika sudah dilengkapi izin BPOM, barang tersebut dipastikan sudah disurvei oleh dinkes. Baik dari lingkungannya atau kesehatannya. Sebaliknya, jika izin itu belum ada, barang tersebut belum pernah disruvei. ”Jika ada yang mau nitip, dilihat dulu, apakah ada tanggal kedaluwarsanya, PIRT-nya, dan BPOM-nya atau tidak,” terangnya.

Joni, karyawan Indomaret, Jalan Jokotole, mengatakan, sebenarnya barang dagangannya sudah dikontrol setiap hari. Jika ada barang yang tidak layak konsumsi atau kedaluwarsa langsung diretur ke pabriknya. Dia mengaku siap menindaklanjuti temuan tim sidak tersebut untuk tidak menjual barang kedaluwarsa.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/