alexametrics
19.6 C
Madura
Tuesday, June 28, 2022

Lempari Batu, Dibalas Gas Air Mata

PAMEKASAN – Aksi demonstrasi ratusan warga di Mapolres Pamekasan berakhir ricuh kemarin (22/5). Ratusan orang terlibat keributan dengan petugas kepolisian.

Awalnya, aksi demonstran yang dilalukan oleh sekelompok warga Pamekasan itu berlangsung tertib. Massa berkumpul di Taman Arek Lancor sebelum berangkat ke mapolres sekitar pukul 12.00.

Sesampainya di Jalan Stadion, massa yang berjumlah ratusan itu dihadang oleh petugas kepolisian. Kemudian, perwakilan massa dan Polres Pamekasan mengadakan audiensi.

Sekitar 20 menit, audiensi selesai. Herman, koordinator lapangan (Korlap) aksi bersama Kapolres Pamekasan AKBP Teguh Wibowo mengumumkan hasil dari audiensi tersebut.

Dalam pengumuman tersebut, Polres Pamekasan menyatakan menerima tiga tuntutan dari massa. Yakni, menolak aksi penembakan yang dilakukan oleh petugas kepada massa demonstran di Jakarta dan meminta agar kasus tersebut tidak terulang. Kedua, mengembalikan fungsi TNI dan Polri untuk mengayomi masyarakat. Ketiga, massa menginginkan agar pihak polres menyampaikan langsung tuntutan tersebut ke Mabes Polri.

Baca Juga :  Bakesbangpol Minta Warga Tidak Ricuh

”Kami sudah terima tuntutan dari masyarakat sekalian. Secara kelembagaan kami akan menyampaikan tuntutan ini ke Mabes Polri,” kata Kapolres Teguh di depan para demonstran.

Selain itu, Teguh juga meminta agar massa tidak melakukan kerusuhan dan melakukan aksi dengan damai. Korlap Aksi Herman juga menyampaikan hal yang sama. Menurut dia, jika petugas kepolisian tetap melakukan penembakan terhadap massa demonstran, pihaknya menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada masyarakat.

”Hari ini kami datang untuk menyampaikan tuntutan kami. Tapi kalau petugas tetap mengabaikan, kami akan serahkan sepenuhnya kepada masyarakat,” teriaknya.

Setelah pengumuman tersebut, Herman dan Teguh meminta agar massa membubarkan diri. Sayangnya, keributan dimulai pada saat itu. Saat akan membubarkan diri, masa melempari petugas dengan batu, kayu, dan botol kaca.

Baca Juga :  Jihad Melawan Hawa Nafsu

Kemudian, petugas membalas perlakuan massa dengan menembakkan gas air mata ke arah pedemo. Selain itu, petugas juga menyemprotkan meriam air ke arah demonstran. Akibatnya, para demonstran lari dan membubarkan diri.

Dalam kejadian tersebut, petugas kepolisian sempat mengamankan belasan demonstran. Sebagian dari mereka tidak bisa lari dari kejaran petugas dan sebagian lagi bersembunyi di rumah warga sekitar lokasi demo.

Sekitar pukul 15.00, situasi kembali tenang. Massa membubarkan diri dan pasukan polisi ditarik dari lokasi. Sayangnya, hingga berita ini ditulis, pihak kepolisian tidak dapat memberikan komentar mengenai hal ini. ”Tunggu dulu, nanti saya hubungi lagi,” ucap Kapolres Pamekasan AKBP Teguh Wibowo saat dihubungi melalui panggilan telepon. 

PAMEKASAN – Aksi demonstrasi ratusan warga di Mapolres Pamekasan berakhir ricuh kemarin (22/5). Ratusan orang terlibat keributan dengan petugas kepolisian.

Awalnya, aksi demonstran yang dilalukan oleh sekelompok warga Pamekasan itu berlangsung tertib. Massa berkumpul di Taman Arek Lancor sebelum berangkat ke mapolres sekitar pukul 12.00.

Sesampainya di Jalan Stadion, massa yang berjumlah ratusan itu dihadang oleh petugas kepolisian. Kemudian, perwakilan massa dan Polres Pamekasan mengadakan audiensi.


Sekitar 20 menit, audiensi selesai. Herman, koordinator lapangan (Korlap) aksi bersama Kapolres Pamekasan AKBP Teguh Wibowo mengumumkan hasil dari audiensi tersebut.

Dalam pengumuman tersebut, Polres Pamekasan menyatakan menerima tiga tuntutan dari massa. Yakni, menolak aksi penembakan yang dilakukan oleh petugas kepada massa demonstran di Jakarta dan meminta agar kasus tersebut tidak terulang. Kedua, mengembalikan fungsi TNI dan Polri untuk mengayomi masyarakat. Ketiga, massa menginginkan agar pihak polres menyampaikan langsung tuntutan tersebut ke Mabes Polri.

Baca Juga :  KPU Belum Temukan Orgil Layak Memilih

”Kami sudah terima tuntutan dari masyarakat sekalian. Secara kelembagaan kami akan menyampaikan tuntutan ini ke Mabes Polri,” kata Kapolres Teguh di depan para demonstran.

Selain itu, Teguh juga meminta agar massa tidak melakukan kerusuhan dan melakukan aksi dengan damai. Korlap Aksi Herman juga menyampaikan hal yang sama. Menurut dia, jika petugas kepolisian tetap melakukan penembakan terhadap massa demonstran, pihaknya menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada masyarakat.

”Hari ini kami datang untuk menyampaikan tuntutan kami. Tapi kalau petugas tetap mengabaikan, kami akan serahkan sepenuhnya kepada masyarakat,” teriaknya.

Setelah pengumuman tersebut, Herman dan Teguh meminta agar massa membubarkan diri. Sayangnya, keributan dimulai pada saat itu. Saat akan membubarkan diri, masa melempari petugas dengan batu, kayu, dan botol kaca.

Baca Juga :  Wariskan Kasus Video Mesum Kasatreskrim Kembali ke Polres Sampang

Kemudian, petugas membalas perlakuan massa dengan menembakkan gas air mata ke arah pedemo. Selain itu, petugas juga menyemprotkan meriam air ke arah demonstran. Akibatnya, para demonstran lari dan membubarkan diri.

Dalam kejadian tersebut, petugas kepolisian sempat mengamankan belasan demonstran. Sebagian dari mereka tidak bisa lari dari kejaran petugas dan sebagian lagi bersembunyi di rumah warga sekitar lokasi demo.

Sekitar pukul 15.00, situasi kembali tenang. Massa membubarkan diri dan pasukan polisi ditarik dari lokasi. Sayangnya, hingga berita ini ditulis, pihak kepolisian tidak dapat memberikan komentar mengenai hal ini. ”Tunggu dulu, nanti saya hubungi lagi,” ucap Kapolres Pamekasan AKBP Teguh Wibowo saat dihubungi melalui panggilan telepon. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/