alexametrics
20.3 C
Madura
Tuesday, July 5, 2022

Dalami Penggelembungan Suara

PAMEKASAN – Laporan dugaan penggelembungan suara yang masuk Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jatim dilimpahkan ke Bawaslu Pamekasan. Dugaan pelanggaran pemilu itu terus didalami dengan meminta klarifikasi pihak terkait.

Ketua Bawaslu Pamekasan Abdullah Saidi mengutarakan, sejumlah laporan dugaan pelanggaran pemilu masuk Bawaslu Jatim. Kemudian, tujuh laporan dilimpahkan ke Bawaslu Pamekasan untuk ditindaklanjuti.

Laporan tersebut beragam. Di antaranya, dugaan penggelembungan suara dan tindak pidana pemilu. Sekarang lembaga pengawas pesta demokrasi itu mendalami dugaan penggelembungan suara.

Ada tiga kecamatan yang diduga terjadi penggelembungan suara. Yakni, Kecamatan Larangan dan Pademawu. Keduanya masuk daerah pemilihan (dapil) 5. Kemudian, Kecamatan Pakong yang masuk dapil 4.

Beberapa pihak yang bersangkutan dengan persoalan tersebut dimintai keterangan. Termasuk, panitia penyelenggara kecamatan (PPK). ”Pelapor juga kami mintai keterangan,” katanya kemarin (22/5).

Baca Juga :  Lima TPS Coblos Ulang

Saidi menegaskan, laporan itu akan ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan. Dengan demikian, kesimpulan dan rekomendasi yang dikeluarkan nantinya bisa dipertanggungjawabkan.

Pria berkopiah itu belum menyampaikan perkembangan penanganan dugaan penggelembungan suara tersebut. Alasannya, masih tahap klarifikasi. Penanganan kasus tersebut diupayakan segera selesai.

Mengingat, masih banyak yang perlu ditindaklanjuti. Di antaranya, dugaan pidana pemilu di dapil 1 yang meliputi Kecamatan Kota dan Tlanakan. ”Semua laporan akan kami tindak lanjuti,” janjinya.

Ketua PAC PPP Kota Pamekasan Hanafi mendesak, laporan yang berkaitan dengan dugaan pelanggaran pemilu ditindaklanjuti. Harapannya, tidak ada kecurangan yang merugikan peserta pemilu.

Beberapa waktu lalu PPP melaporkan dugaan pelanggaran. Laporan tersebut terkait dengan penggelembungan suara. Beberapa bukti disampaikan untuk menjadi bahan penyelidikan. ”Laporan yang masuk harus ditindaklanjuti sesuai dengan prosedur,” katanya.

Baca Juga :  Tolak Relokasi, Puluhan PKL Geruduk Kantor Bupati

PAMEKASAN – Laporan dugaan penggelembungan suara yang masuk Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jatim dilimpahkan ke Bawaslu Pamekasan. Dugaan pelanggaran pemilu itu terus didalami dengan meminta klarifikasi pihak terkait.

Ketua Bawaslu Pamekasan Abdullah Saidi mengutarakan, sejumlah laporan dugaan pelanggaran pemilu masuk Bawaslu Jatim. Kemudian, tujuh laporan dilimpahkan ke Bawaslu Pamekasan untuk ditindaklanjuti.

Laporan tersebut beragam. Di antaranya, dugaan penggelembungan suara dan tindak pidana pemilu. Sekarang lembaga pengawas pesta demokrasi itu mendalami dugaan penggelembungan suara.


Ada tiga kecamatan yang diduga terjadi penggelembungan suara. Yakni, Kecamatan Larangan dan Pademawu. Keduanya masuk daerah pemilihan (dapil) 5. Kemudian, Kecamatan Pakong yang masuk dapil 4.

Beberapa pihak yang bersangkutan dengan persoalan tersebut dimintai keterangan. Termasuk, panitia penyelenggara kecamatan (PPK). ”Pelapor juga kami mintai keterangan,” katanya kemarin (22/5).

Baca Juga :  Bawaslu Temukan Ribuan Data Invalid

Saidi menegaskan, laporan itu akan ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan. Dengan demikian, kesimpulan dan rekomendasi yang dikeluarkan nantinya bisa dipertanggungjawabkan.

Pria berkopiah itu belum menyampaikan perkembangan penanganan dugaan penggelembungan suara tersebut. Alasannya, masih tahap klarifikasi. Penanganan kasus tersebut diupayakan segera selesai.

Mengingat, masih banyak yang perlu ditindaklanjuti. Di antaranya, dugaan pidana pemilu di dapil 1 yang meliputi Kecamatan Kota dan Tlanakan. ”Semua laporan akan kami tindak lanjuti,” janjinya.

Ketua PAC PPP Kota Pamekasan Hanafi mendesak, laporan yang berkaitan dengan dugaan pelanggaran pemilu ditindaklanjuti. Harapannya, tidak ada kecurangan yang merugikan peserta pemilu.

Beberapa waktu lalu PPP melaporkan dugaan pelanggaran. Laporan tersebut terkait dengan penggelembungan suara. Beberapa bukti disampaikan untuk menjadi bahan penyelidikan. ”Laporan yang masuk harus ditindaklanjuti sesuai dengan prosedur,” katanya.

Baca Juga :  236 Hari, Polisi Catat 54 Orang Tewas Pasca Tabrakan di Jalan
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/