alexametrics
23 C
Madura
Thursday, May 26, 2022

240 Napi Narkotika Jalani Rehabilitasi Sosial

PAMEKASAN – Lapas Narkotika Kelas II-A Pamekasan berupaya optimal membantu para napi kembali hidup normal. Salah satunya, menggelar rehabilitasi sosial.

Saat sekarang, terdapat 240 napi yang mengikuti rehabilitasi. Setiap hari, ada kelas pelajaran berbagai bidang keilmuan yang harus mereka ikuti. Mulai dari pelajaran agama hingga pelajaran umum seperti bahasa Inggris.

Kepala Lapas Narkotika Kelas II-A Pamekasan Sohibur Rachman mengatakan, program rehabilitasi ada dua macam. Yakni, rehabilitasi medis dan sosial. Saat sekarang, yang dijalankan yakni rehabilitasi sosial.

Sasaran program tersebut yakni napi yang baru masuk hotel prodeo. Tujuannya, agar para warga binaan itu bisa langsung menyesuaikan dengan iklim yang ada di lapas.

Baca Juga :  CSR Adira Finance Berjuang Bersama Sahabat

Dengan program tersebut, harapannya para penyalahguna barang haram itu bisa kembali hidup normal. “Program ini cukup panjang, selama enam bulan,” katanya.

Sohibur mengatakan, total napi di Lapas Narkotika Kelas II-A Pamekasan sebanyak 1.039 orang. Mereka bukan hanya dari Madura. Tetapi, ada beberapa pindahan dari lapas dan rumah tahanan (rutan) di Jawa Timur.

Selama berada di dalam lapas, warga binaan mendapat pelayanan terbaik. Meski sejak pandemi Covid-19 melanda tidak ada kunjungan tatap muka, tetapi mereka tetap bisa bersilaturrahim dengan keluarga. Yakni, dengan layanan video call. 

Bahkan, selama ramadan kebutuhan buka puasa dan sahur tercukupi dengan baik. Menu makanan sesuai standar yang ditentukan pemeritah. “Masyarakat tidak perlu khawatir, kebutuhan makan dan minum warga binaan tercukupi dengan baik,” tandas pria asal Bangkalan itu. (pen/par)

Baca Juga :  KPPN Lebih Awal Serahkan DIPA 2020 Ke Satker di Madura, Ini Tujuannya

PAMEKASAN – Lapas Narkotika Kelas II-A Pamekasan berupaya optimal membantu para napi kembali hidup normal. Salah satunya, menggelar rehabilitasi sosial.

Saat sekarang, terdapat 240 napi yang mengikuti rehabilitasi. Setiap hari, ada kelas pelajaran berbagai bidang keilmuan yang harus mereka ikuti. Mulai dari pelajaran agama hingga pelajaran umum seperti bahasa Inggris.

Kepala Lapas Narkotika Kelas II-A Pamekasan Sohibur Rachman mengatakan, program rehabilitasi ada dua macam. Yakni, rehabilitasi medis dan sosial. Saat sekarang, yang dijalankan yakni rehabilitasi sosial.


Sasaran program tersebut yakni napi yang baru masuk hotel prodeo. Tujuannya, agar para warga binaan itu bisa langsung menyesuaikan dengan iklim yang ada di lapas.

Baca Juga :  TASPEN Kantor Cabang Pamekasan Bangun Gedung Baru

Dengan program tersebut, harapannya para penyalahguna barang haram itu bisa kembali hidup normal. “Program ini cukup panjang, selama enam bulan,” katanya.

Sohibur mengatakan, total napi di Lapas Narkotika Kelas II-A Pamekasan sebanyak 1.039 orang. Mereka bukan hanya dari Madura. Tetapi, ada beberapa pindahan dari lapas dan rumah tahanan (rutan) di Jawa Timur.

Selama berada di dalam lapas, warga binaan mendapat pelayanan terbaik. Meski sejak pandemi Covid-19 melanda tidak ada kunjungan tatap muka, tetapi mereka tetap bisa bersilaturrahim dengan keluarga. Yakni, dengan layanan video call. 

Bahkan, selama ramadan kebutuhan buka puasa dan sahur tercukupi dengan baik. Menu makanan sesuai standar yang ditentukan pemeritah. “Masyarakat tidak perlu khawatir, kebutuhan makan dan minum warga binaan tercukupi dengan baik,” tandas pria asal Bangkalan itu. (pen/par)

Baca Juga :  Lagi, Puluhan PMI Malaysia Tiba di Madura
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/