alexametrics
23.8 C
Madura
Wednesday, August 17, 2022

Rp 25 M untuk Proyek Embung Tahap II

PAMEKASAN – Pemerintah akan melanjutkan pembangunan embung tahap II di Desa Kodik, Kecamatan Proppo. Anggaran yang disiapkan untuk penampungan air PDAM tersebut tembus Rp 25 miliar.

Direktur PDAM Pamekasan Agoes Bachtiar membenarkan pembangunan embung tahap II dianggarkan Rp 25 miliar. Dana tersebut bersumber dari anggaran pendapatan belanja nasional (APBN).

”Anggaran itu bukan dari APBD. Makanya, kami masih terus berkomunikasi dengan pemerintah pusat,” ujarnya Kamis (22/2).

Agoes memastikan tahun ini sudah pasti digarap. Hanya, kapan pembanguan embung akan dimulai belum jelas. Pihaknya juga masih menunggu pencairan anggaran dari pemerintah pusat.

”Yang jelas tahun ini digelar. Tapi, masih menunggu perkembangan dari APBN,” terangnya.

Baca Juga :  PDAM Kecipratan PMD Rp 4,5 Miliar

Menurut Agoes, rencana pembangunan tersebut sudah disurvei. ”Surat bupati untuk percepatan pembangunan itu sudah disampaikan,” tegasnya.

Lahan yang disediakan seluas sekitar 5 hektare. Pihaknya masih menunggu koordinasi antara Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas dan Kementerian PUPR. ”Kami berharap mendapatkan alokasi dana sesuai dengan yang diharapkan pemkab,” terangnya.

Pembangunan embung itu bisa menampung dan memfasilitasi semua kebutuhan masyarakat di Pamekasan. Tapi, konsekuensinya harus mengubah produksi.  

Anggota DPRD Pamekasan Iskandar meminta PDAM berkoordinasi dengan beberapa pihak terkait pembangunan embung tersebut. Khususnya masyarakat setempat. Dengan demikian, pembangunan embung bisa didukung dan tidak ditolak.

Pembangunan embung itu sangat bermanfaat untuk pemenuhan kebutuhan air masyarakat di musim kemarau. ”Karena itu, kami berharap bangunan tersebut dapat direalisasikan sebagaimana mestinya,” sarannya.

Baca Juga :  Desak PDAM Tingkatkan Kualitas Air

PAMEKASAN – Pemerintah akan melanjutkan pembangunan embung tahap II di Desa Kodik, Kecamatan Proppo. Anggaran yang disiapkan untuk penampungan air PDAM tersebut tembus Rp 25 miliar.

Direktur PDAM Pamekasan Agoes Bachtiar membenarkan pembangunan embung tahap II dianggarkan Rp 25 miliar. Dana tersebut bersumber dari anggaran pendapatan belanja nasional (APBN).

”Anggaran itu bukan dari APBD. Makanya, kami masih terus berkomunikasi dengan pemerintah pusat,” ujarnya Kamis (22/2).


Agoes memastikan tahun ini sudah pasti digarap. Hanya, kapan pembanguan embung akan dimulai belum jelas. Pihaknya juga masih menunggu pencairan anggaran dari pemerintah pusat.

”Yang jelas tahun ini digelar. Tapi, masih menunggu perkembangan dari APBN,” terangnya.

Baca Juga :  Deadline Pengerjaan SPAM Tinggal Sebulan

Menurut Agoes, rencana pembangunan tersebut sudah disurvei. ”Surat bupati untuk percepatan pembangunan itu sudah disampaikan,” tegasnya.

Lahan yang disediakan seluas sekitar 5 hektare. Pihaknya masih menunggu koordinasi antara Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas dan Kementerian PUPR. ”Kami berharap mendapatkan alokasi dana sesuai dengan yang diharapkan pemkab,” terangnya.

- Advertisement -

Pembangunan embung itu bisa menampung dan memfasilitasi semua kebutuhan masyarakat di Pamekasan. Tapi, konsekuensinya harus mengubah produksi.  

Anggota DPRD Pamekasan Iskandar meminta PDAM berkoordinasi dengan beberapa pihak terkait pembangunan embung tersebut. Khususnya masyarakat setempat. Dengan demikian, pembangunan embung bisa didukung dan tidak ditolak.

Pembangunan embung itu sangat bermanfaat untuk pemenuhan kebutuhan air masyarakat di musim kemarau. ”Karena itu, kami berharap bangunan tersebut dapat direalisasikan sebagaimana mestinya,” sarannya.

Baca Juga :  PDAM Kecipratan PMD Rp 4,5 Miliar

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/