alexametrics
21.1 C
Madura
Sunday, July 3, 2022

JKN-KIS Buat Roni Tidak Deg-degan dengan Biaya Persalinan

PAMEKASAN – Raut wajah Roni Nuryanto, 30, warga Kecamatan Pademawu, terlihat bahagia. Sebab, karyawan swasta di salah satu perusahaan di Kabupaten Pamekasan itu baru saja diberi anugerah anak kedua yang lahir pada 6 September 2020.

Roni semakin bersyukur karena menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Dengan demikian, biaya persalinan anaknya telah dijamin BPJS Kesehatan.

”Sebelumnya memang sudah beberapa kali periksa. Bidan puskesmas memperkirakan lahirnya sekitar awal September. Makanya, jauh-jauh hari saya mempersiapkan semuanya. Termasuk kartu BPJS Kesehatan (JKN-KIS). Alhamdulillah, proses persalinan istri di bidan normal dan tidak keluar biaya lagi,” ujarnya.

Roni menambahkan, kebutuhan bayi yang baru lahir cukup banyak. Dia sangat terbantu dengan adanya JKN-KIS. Uang yang ada bisa digunakan untuk keperluan lain. ”Biaya persalinannya sudah ditanggung BPJS Kesehatan. Itu sudah sangat meringankan keluarga saya. Pokoknya sudah nggak deg-degan mikir biaya,” imbuh Roni.

Baca Juga :  Ikhlas Dipotong Gaji Untuk Iuran JKN – KIS Dengan Niat Sedekah

Dia mengimbau kepada keluarga yang akan menjalani proses persalinan agar mempersiapkan segala hal. Termasuk kepesertaan JKN-KIS. Sebab, hal itu akan sangat bermanfaat bagi keluarga tersebut. Terlebih, apabila persalinannya melalui operasi Caesar.

”Saran saya, jauh-jauh hari sudah bisa mempersiapkan BPJS Kesehatan (kepesertaan JKN-KIS). Kalau belum punya BPJS, misalnya tidak berstatus karyawan atau pekerja penerima upah, bisa mempersiapkan dengan mendaftar sebagai peserta mandiri,” pungkasnya. (ar/tw/par)

PAMEKASAN – Raut wajah Roni Nuryanto, 30, warga Kecamatan Pademawu, terlihat bahagia. Sebab, karyawan swasta di salah satu perusahaan di Kabupaten Pamekasan itu baru saja diberi anugerah anak kedua yang lahir pada 6 September 2020.

Roni semakin bersyukur karena menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Dengan demikian, biaya persalinan anaknya telah dijamin BPJS Kesehatan.

”Sebelumnya memang sudah beberapa kali periksa. Bidan puskesmas memperkirakan lahirnya sekitar awal September. Makanya, jauh-jauh hari saya mempersiapkan semuanya. Termasuk kartu BPJS Kesehatan (JKN-KIS). Alhamdulillah, proses persalinan istri di bidan normal dan tidak keluar biaya lagi,” ujarnya.


Roni menambahkan, kebutuhan bayi yang baru lahir cukup banyak. Dia sangat terbantu dengan adanya JKN-KIS. Uang yang ada bisa digunakan untuk keperluan lain. ”Biaya persalinannya sudah ditanggung BPJS Kesehatan. Itu sudah sangat meringankan keluarga saya. Pokoknya sudah nggak deg-degan mikir biaya,” imbuh Roni.

Baca Juga :  Semangat dan Motivasi Pekan Ngaji III Ponpes Muba

Dia mengimbau kepada keluarga yang akan menjalani proses persalinan agar mempersiapkan segala hal. Termasuk kepesertaan JKN-KIS. Sebab, hal itu akan sangat bermanfaat bagi keluarga tersebut. Terlebih, apabila persalinannya melalui operasi Caesar.

”Saran saya, jauh-jauh hari sudah bisa mempersiapkan BPJS Kesehatan (kepesertaan JKN-KIS). Kalau belum punya BPJS, misalnya tidak berstatus karyawan atau pekerja penerima upah, bisa mempersiapkan dengan mendaftar sebagai peserta mandiri,” pungkasnya. (ar/tw/par)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/