alexametrics
23.9 C
Madura
Sunday, May 22, 2022

Pelayanan PT Taspen Dikeluhkan

PAMEKASAN – Pelayanan PT Taspen (Persero) disorot. Pasalnya, perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak di bidang asuransi itu dikeluhkan. Pengajuan warga untuk menerima pensiunan tak kunjung selesai hingga dua bulan.

Pelayanan kurang prima itu dialami Mesnatun, warga Desa/Kecamatan Tanjungbumi, Bangkalan. Dia mengajukan diri untuk menerima pensiunan suaminya selaku pegawai yang meninggal pada 11 Mei 2018.

Pengajuan itu diterima PT Taspen (Persero) Kantor Cabang Pamekasan pada 22 Agustus 2019. Namun, sampai 21 Oktober 2019, pengajuan itu belum diproses oleh perusahaan yang beralamat di Jalan Trunojoyo tersebut.

Sebelumnya, Mesnatun ditemani menantunya, Sofyan, mengurus pensiunan tersebut ke PT Taspen Surabaya. ”Dari PT Taspen Surabaya, data dan berkas pensiunan ibu saya sudah turun di Taspen Pamekasan,” kata Sofyan kemarin (21/10).

Baca Juga :  TASPEN Beri Perlindungan Non-ASN

Sementara, ketika Sofyan bersama mertuanya datang ke Taspen Pamekasan mendapat keterangan berbeda. Katanya, data belum turun dari Taspen Surabaya. ”Sudah konfirmasi ke Taspen Pamekasan, katanya belum turun dari Surabaya. Apabila sudah turun akan segera ditinjau katanya,” terang Sofyan.

Menurut dia, berkas-berkas Mesnatun sudah lengkap dan sudah diperiksa oleh PT Taspen Pamekasan. Hanya, Taspen Pamekasan tidak memberikan keterangan lebih lanjut kapan akan melakukan survei ke rumah Mesnatun.

”Sampai sekarang belum ada kabar. Katanya akan dikabarkan melalui pesan, tapi tidak ada pesan masuk, kan andai saja dikabarkan justru lebih baik,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasi Umum dan SDM PT Taspen (Persero) Cabang Pamekasan M. Habibur Rahman mengatakan, pihaknya sudah bekerja sesuai SOP. ”Kalau lebih dari satu bulan tidak ada proses, mohon konfirmasi ke kami,” pintanya.

Baca Juga :  Nelayan 65 Tahun Hilang saat Melaut

Namun, kata Habib, tidak diprosesnya berkas bisa saja karena ada kesalahan data atau dokumen belum memenuhi syarat. Pria asal Surabaya itu mengakui bahwa berkas Mesnatun sudah masuk pada Agustus lalu.

Namun, berkas Mesnatun bisa proses lebih lama. Habib tidak menjelaskan seberapa lama akan berlangsung. ”Karena kami butuh verifikasi, check on the spot ke lapangan, dan lain-lain,” katanya. (c2)

- Advertisement -

PAMEKASAN – Pelayanan PT Taspen (Persero) disorot. Pasalnya, perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak di bidang asuransi itu dikeluhkan. Pengajuan warga untuk menerima pensiunan tak kunjung selesai hingga dua bulan.

Pelayanan kurang prima itu dialami Mesnatun, warga Desa/Kecamatan Tanjungbumi, Bangkalan. Dia mengajukan diri untuk menerima pensiunan suaminya selaku pegawai yang meninggal pada 11 Mei 2018.

Pengajuan itu diterima PT Taspen (Persero) Kantor Cabang Pamekasan pada 22 Agustus 2019. Namun, sampai 21 Oktober 2019, pengajuan itu belum diproses oleh perusahaan yang beralamat di Jalan Trunojoyo tersebut.


Sebelumnya, Mesnatun ditemani menantunya, Sofyan, mengurus pensiunan tersebut ke PT Taspen Surabaya. ”Dari PT Taspen Surabaya, data dan berkas pensiunan ibu saya sudah turun di Taspen Pamekasan,” kata Sofyan kemarin (21/10).

Baca Juga :  Nelayan 65 Tahun Hilang saat Melaut

Sementara, ketika Sofyan bersama mertuanya datang ke Taspen Pamekasan mendapat keterangan berbeda. Katanya, data belum turun dari Taspen Surabaya. ”Sudah konfirmasi ke Taspen Pamekasan, katanya belum turun dari Surabaya. Apabila sudah turun akan segera ditinjau katanya,” terang Sofyan.

Menurut dia, berkas-berkas Mesnatun sudah lengkap dan sudah diperiksa oleh PT Taspen Pamekasan. Hanya, Taspen Pamekasan tidak memberikan keterangan lebih lanjut kapan akan melakukan survei ke rumah Mesnatun.

”Sampai sekarang belum ada kabar. Katanya akan dikabarkan melalui pesan, tapi tidak ada pesan masuk, kan andai saja dikabarkan justru lebih baik,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasi Umum dan SDM PT Taspen (Persero) Cabang Pamekasan M. Habibur Rahman mengatakan, pihaknya sudah bekerja sesuai SOP. ”Kalau lebih dari satu bulan tidak ada proses, mohon konfirmasi ke kami,” pintanya.

Baca Juga :  Dinkes Pamekasan Siap Perangi Campak dan Rubella

Namun, kata Habib, tidak diprosesnya berkas bisa saja karena ada kesalahan data atau dokumen belum memenuhi syarat. Pria asal Surabaya itu mengakui bahwa berkas Mesnatun sudah masuk pada Agustus lalu.

Namun, berkas Mesnatun bisa proses lebih lama. Habib tidak menjelaskan seberapa lama akan berlangsung. ”Karena kami butuh verifikasi, check on the spot ke lapangan, dan lain-lain,” katanya. (c2)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/