alexametrics
24.3 C
Madura
Sunday, May 22, 2022

Nelayan 65 Tahun Hilang saat Melaut

PAMEKASAN – Mudher, nelayan asal Desa Padelegan, Kecamatan Pademawu, dikabarkan hilang saat melaut sejak Minggu (20/10). Upaya pencarian oleh tim SAR Pamekasan hingga kemarin (21/10) belum berhasil.

Pria berusia 65 itu diketahui hilang setelah tidak pulang ke rumahnya hingga malam hari. Dia berangkat melaut sekitar pukul 03.00 Minggu pagi. Biasanya sekitar pukul 13.00 dia sudah kembali ke rumahnya.

”Kami menunggu bapak sekitar pukul 15.00, tapi tidak kunjung datang. Karena waswas, kami melapor kepada kepala Desa Padelagan dan petugas sahbandar,” ungkap Mohammad Junaidi, anak Mudher, saat ditemui di rumahnya kemarin.

Biasanya saat melaut, bapaknya ditemani saudaranya yang lain. Namun, saat itu Mudher berangkat seorang diri karena temannya ada acara. ”Biasanya berangkat dengan ipar saya,” terangnya.

Pria berusia 40 tahun itu menegaskan bahwa bapaknya tidak memiliki riwayat penyakit jantung. ”Kalau hanya pusing, biasanya bapak tetap berangkat,” tuturnya.

Baca Juga :  Pamit Melaut, Nelayan Hilang

Kepala Desa Padelegan Ibnu Hajar menambahkan, saat mendapatkan informasi, warga melakukan upaya pencarian pada Minggu malam. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil berhubung cuaca tidak bersahabat.

Pencarian dilanjutkan keesokan harinya sekitar pukul 03.00. Ada sekitar empat perahu yang melakuan penyisiran. Namun, yang ditemukan hanya perahu korban di perairan Tanjung, Sampang. Sementara jaring ditemukan di perairan Jumiang, Pamekasan.

”Alhamdulillah perahu dan jaringnya sudah ditemukan, tinggal orangnya yang belum. Kemungkinan korban hilang saat masih berada di perairan Jumiang,” kata Ibnu Hajar.

Dia menduga, korban terjatuh ke laut saat akan memperbaiki perahu. Sebab, baling-baling perahu rusak. Kemudian, peralatan yang baru tetap berada di dalam perahu tersebut. ”Kemungkinan terjatuh saat akan mengganti baling-baling,” terangnya.

Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Pamekasan Budi Cahyono telah berkoordinasi dengan berbagai pihak. Sekitar pukul 10.00 kemarin tim SAR juga sudah melakukan pencarian. Namun, pencarian yang dilakukan hingga sekitar pukul 15.00 belum membuahkan hasil.

Baca Juga :  Target Produksi Tembakau 17 Ribu Ton

”Korbannya belum ditemukan dan pencarian akan dilanjutkan besok (hari ini, Red). Semoga usaha kita untuk mencari korban cepat berhasil. Karena itu, saya berharap doa dari masyarakat,” harapnya.

Dalam melakukan pencarian, tim SAR tidak menggunakan perahu karet, tetapi perahu milik warga. ”Sebab kalau menggunakan perahu karet, tidak bisa mencapai titik yang diinginkan. Kita ingin bekerja satu kali dan tidak bolak-balik,” jelasnya.

Pria berkumis itu belum bisa mengetahui penyebab hilangnya nelayan tersebut. Apakah terjerat jaring atau karena faktor lain. ”Kalau korban ketemu baru rekan-rekan kepolsian yang mengalisis,” imbuhnya.

Wakapolsek Pademawu Ipda Nanang telah mendatangi rumah korban. Kemudian, koordinasi dengan berbagai instansi juga telah dilakukan. ”Kita sudah menggali keterangan dari keluarga korban,” ujarnya.

 

- Advertisement -

PAMEKASAN – Mudher, nelayan asal Desa Padelegan, Kecamatan Pademawu, dikabarkan hilang saat melaut sejak Minggu (20/10). Upaya pencarian oleh tim SAR Pamekasan hingga kemarin (21/10) belum berhasil.

Pria berusia 65 itu diketahui hilang setelah tidak pulang ke rumahnya hingga malam hari. Dia berangkat melaut sekitar pukul 03.00 Minggu pagi. Biasanya sekitar pukul 13.00 dia sudah kembali ke rumahnya.

”Kami menunggu bapak sekitar pukul 15.00, tapi tidak kunjung datang. Karena waswas, kami melapor kepada kepala Desa Padelagan dan petugas sahbandar,” ungkap Mohammad Junaidi, anak Mudher, saat ditemui di rumahnya kemarin.


Biasanya saat melaut, bapaknya ditemani saudaranya yang lain. Namun, saat itu Mudher berangkat seorang diri karena temannya ada acara. ”Biasanya berangkat dengan ipar saya,” terangnya.

Pria berusia 40 tahun itu menegaskan bahwa bapaknya tidak memiliki riwayat penyakit jantung. ”Kalau hanya pusing, biasanya bapak tetap berangkat,” tuturnya.

Baca Juga :  Ditemukan Mati, Nelayan Tak Dapat Asuransi

Kepala Desa Padelegan Ibnu Hajar menambahkan, saat mendapatkan informasi, warga melakukan upaya pencarian pada Minggu malam. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil berhubung cuaca tidak bersahabat.

Pencarian dilanjutkan keesokan harinya sekitar pukul 03.00. Ada sekitar empat perahu yang melakuan penyisiran. Namun, yang ditemukan hanya perahu korban di perairan Tanjung, Sampang. Sementara jaring ditemukan di perairan Jumiang, Pamekasan.

”Alhamdulillah perahu dan jaringnya sudah ditemukan, tinggal orangnya yang belum. Kemungkinan korban hilang saat masih berada di perairan Jumiang,” kata Ibnu Hajar.

Dia menduga, korban terjatuh ke laut saat akan memperbaiki perahu. Sebab, baling-baling perahu rusak. Kemudian, peralatan yang baru tetap berada di dalam perahu tersebut. ”Kemungkinan terjatuh saat akan mengganti baling-baling,” terangnya.

Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Pamekasan Budi Cahyono telah berkoordinasi dengan berbagai pihak. Sekitar pukul 10.00 kemarin tim SAR juga sudah melakukan pencarian. Namun, pencarian yang dilakukan hingga sekitar pukul 15.00 belum membuahkan hasil.

Baca Juga :  Pamit Melaut, Nelayan Hilang

”Korbannya belum ditemukan dan pencarian akan dilanjutkan besok (hari ini, Red). Semoga usaha kita untuk mencari korban cepat berhasil. Karena itu, saya berharap doa dari masyarakat,” harapnya.

Dalam melakukan pencarian, tim SAR tidak menggunakan perahu karet, tetapi perahu milik warga. ”Sebab kalau menggunakan perahu karet, tidak bisa mencapai titik yang diinginkan. Kita ingin bekerja satu kali dan tidak bolak-balik,” jelasnya.

Pria berkumis itu belum bisa mengetahui penyebab hilangnya nelayan tersebut. Apakah terjerat jaring atau karena faktor lain. ”Kalau korban ketemu baru rekan-rekan kepolsian yang mengalisis,” imbuhnya.

Wakapolsek Pademawu Ipda Nanang telah mendatangi rumah korban. Kemudian, koordinasi dengan berbagai instansi juga telah dilakukan. ”Kita sudah menggali keterangan dari keluarga korban,” ujarnya.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Baddrut Tamam Resmi Gandeng Raja’e

Tarif Parkir Naik 100 Persen

PAD Sewa Tanah Hanya Rp 24 Juta

Artikel Terbaru

/