alexametrics
21.5 C
Madura
Sunday, July 3, 2022

Mau Baca Buku, Klik Perpustakaan Digital

SUMENEP – Warga kepulauan yang ingin membaca buku di Dinas  Perpustakaan dan Kearsipan Sumenep tak perlu repot-repot. Sebab, saat ini perpustakaan sudah memiliki layanan perpustakaan digital. Artinya, jika ingin baca buku sekarang tinggal klik perpustakaan digital.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sumenep, Ferdiansyah Tetrajaya membenarkan hal tersebut. “Layanan perpustakaan digital sudah bisa diakses sejak Juli lalu,” ujarnya saat ditemui di kantornya pada Senin (22/10) lalu.

Menurut Ferdiansyah Tetrajaya, layanan aplikasi digital tersebut dibuat tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumenep. Sebab, bekerja sama dengan pihak ketiga. “Layanan perpustakaan digital ini bisa diunduh di play store. Sementara, baru ada 7.300 judul buku yang bisa diakses,” katanya.

Baca Juga :  Desa Waru Barat Teken MoU dengan Unira

Dijelaskan, layanan perpustakaan digital tersebut merupakan salah satu bukti dan komitmen institusinya dalam melayani masyarakat Sumenep. “Dengan perpustakaan digital, masyarakat kepulauan Sumenep dapat mengakses buku di mana pun saja, tanpa harus datang ke perpustakaan,” tegas Ferdiansyah Tetrajaya.

Saat ini, lanjut Ferdiansyah Tetrajaya, Sumenep memiliki 126 pulau. Semua warga Sumenep yang berada di daratan dan kepulauan membutuhkan layanan dari institusinya. Jika di setiap pulau dibangun satu perpustakaan, maka membutuhkan biaya yang sangat besar. Mulai biaya membangun gedung, biaya membeli buku, juga gaji staf penjaga perpustakaan dan sebagainya. “Perpustakaan digital ini hadir untuk menjawab itu semua,” tegasnya.

Ferdiansyah Tetrajaya menambahkan, selain layanan perpustakaan digital, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sumenep kini dapat dikunjungi setiap hari, bahkan di hari Minggu sekali pun. “Semula, layanan dibuka mulai Senin sampai Jumat. Saat itu, anak-anak sedang sekolah atau kuliah. Begitu mereka libur, perpustakaan yang tutup. Tapi mulai Oktober,  perpustakaan buka setiap hari, ” terangnya.

Baca Juga :  Penyaluran Rastra Direncanakan melalui E-Warung

Selain dua terobosan tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sumenep berencana membuat layanan e-book delivery. “Setiap warga nanti bisa meminjam buku tanpa datang ke perpustakaan. Peminjaman secara online, tapi pengembalian secara manual,” tandasnya. (yan)

SUMENEP – Warga kepulauan yang ingin membaca buku di Dinas  Perpustakaan dan Kearsipan Sumenep tak perlu repot-repot. Sebab, saat ini perpustakaan sudah memiliki layanan perpustakaan digital. Artinya, jika ingin baca buku sekarang tinggal klik perpustakaan digital.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sumenep, Ferdiansyah Tetrajaya membenarkan hal tersebut. “Layanan perpustakaan digital sudah bisa diakses sejak Juli lalu,” ujarnya saat ditemui di kantornya pada Senin (22/10) lalu.

Menurut Ferdiansyah Tetrajaya, layanan aplikasi digital tersebut dibuat tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumenep. Sebab, bekerja sama dengan pihak ketiga. “Layanan perpustakaan digital ini bisa diunduh di play store. Sementara, baru ada 7.300 judul buku yang bisa diakses,” katanya.

Baca Juga :  Dalami Penggelembungan Suara

Dijelaskan, layanan perpustakaan digital tersebut merupakan salah satu bukti dan komitmen institusinya dalam melayani masyarakat Sumenep. “Dengan perpustakaan digital, masyarakat kepulauan Sumenep dapat mengakses buku di mana pun saja, tanpa harus datang ke perpustakaan,” tegas Ferdiansyah Tetrajaya.

Saat ini, lanjut Ferdiansyah Tetrajaya, Sumenep memiliki 126 pulau. Semua warga Sumenep yang berada di daratan dan kepulauan membutuhkan layanan dari institusinya. Jika di setiap pulau dibangun satu perpustakaan, maka membutuhkan biaya yang sangat besar. Mulai biaya membangun gedung, biaya membeli buku, juga gaji staf penjaga perpustakaan dan sebagainya. “Perpustakaan digital ini hadir untuk menjawab itu semua,” tegasnya.

Ferdiansyah Tetrajaya menambahkan, selain layanan perpustakaan digital, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sumenep kini dapat dikunjungi setiap hari, bahkan di hari Minggu sekali pun. “Semula, layanan dibuka mulai Senin sampai Jumat. Saat itu, anak-anak sedang sekolah atau kuliah. Begitu mereka libur, perpustakaan yang tutup. Tapi mulai Oktober,  perpustakaan buka setiap hari, ” terangnya.

Baca Juga :  Cemburu Pacar Bonceng Cewek Lain, Warga Pamekasan Terjun ke Sungai

Selain dua terobosan tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sumenep berencana membuat layanan e-book delivery. “Setiap warga nanti bisa meminjam buku tanpa datang ke perpustakaan. Peminjaman secara online, tapi pengembalian secara manual,” tandasnya. (yan)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/