alexametrics
17.8 C
Madura
Wednesday, June 29, 2022

Gudang Sentra Batik Tak Bisa Beroperasi Tahun Ini

PAMEKASAN – Keinginan Bupati Pamekasan Baddrut Tamam mengembangkan batik secara optimal melalui fasilitas gedung sentra batik terganjal. Sebab, pembangunan gedung itu belum tuntas. Gedung yang dibangun sejak 2017 itu baru bisa digunakan paling cepat awal tahun depan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan Bambang Edy Suprapto mengatakan, gedung sentra batik dibangun sejak 2017. Pembangunan tahap II dilanjutkan tahun ini.

Pembangunan tahap II yakni ruang workshop dan pameran batik. Untuk tempat produksi sudah tuntas. Total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp 3,6 miliar.

Gedung tersebut akan digunakan untuk beberapa kegiatan. Di antaranya, tempat produksi, pemasaran, dan pembinaan pelaku usaha batik. ”Kami bekerja sama dengan komunitas desain batik untuk pembinaan,” katanya Sabtu (20/10).

Baca Juga :  Bahas Bahaya Narkoba, Bupati se-Madura Gandeng Bassra

Pembangunan gedung sentra batik diprediksi tuntas Desember mendatang. Pemerintah tinggal menambah pembangunan seperti pemasangan paving dan pagar pada tahun anggaran berikutnya. Gedung biru tua itu diharapkan bisa digunakan awal 2019.

Pria berkacamata itu menyampaikan, gedung tersebut tidak hanya untuk pengembangan batik. Tetapi, juga dimanfaatkan untuk tempat produksi turunan batik. Di antaranya, tas, dompet, jaket, dan produk lainnya.

Suvenir khas Madura rencananya bakal diproduksi di gedung sentra batik itu. Dengan demikian, pengunjung tidak hanya disuguhkan baju batik. Tetapi, produk kreatif lain juga tersedia.

Harapannya, pengunjung puas dan bisa kembali lagi ke tempat tersebut. Perekonomian masyarakat diyakini terangkat dengan bergeraknya industri batik tersebut. ”Harus kita dukung bersama,” katanya.

Pemerintah tidak hanya fokus pada kuantitas produksi batik. Kualitas juga menjadi perhatian. Peningkatan desain batik menjadi atensi agar produk unggulan Pamekasan itu tidak kalah saing dengan produk luar daerah.

Baca Juga :  Pembangunan Sentra PKL Selesai Tahun Ini

Anggota Komisi II DPRD Pamekasan Harun Suyitno mengatakan, sebagian besar pembangunan sentra batik itu selesai tahun lalu. Pembangunan tahap dua sebenarnya hanya finishing.

Tapi, sampai sekarang pembangunan itu belum tuntas. Akibatnya, pemanfaatan molor. Seharusnya gedung yang dibangun di desa dengan penduduk rata-rata perajin batik itu bisa dioperasionalkan tahun ini.

Harun mendesak agar pembangunan itu dituntaskan. Dengan demikian, rencana pemerintah turut serta hadir di tengah masyarakat untuk mengembangkan batik bisa terwujud. ”Maksimal awal tahun sudah dioperasionalkan. Jika bisa tahun ini mulai di-launching,” tandas politikus muda itu.

PAMEKASAN – Keinginan Bupati Pamekasan Baddrut Tamam mengembangkan batik secara optimal melalui fasilitas gedung sentra batik terganjal. Sebab, pembangunan gedung itu belum tuntas. Gedung yang dibangun sejak 2017 itu baru bisa digunakan paling cepat awal tahun depan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan Bambang Edy Suprapto mengatakan, gedung sentra batik dibangun sejak 2017. Pembangunan tahap II dilanjutkan tahun ini.

Pembangunan tahap II yakni ruang workshop dan pameran batik. Untuk tempat produksi sudah tuntas. Total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp 3,6 miliar.


Gedung tersebut akan digunakan untuk beberapa kegiatan. Di antaranya, tempat produksi, pemasaran, dan pembinaan pelaku usaha batik. ”Kami bekerja sama dengan komunitas desain batik untuk pembinaan,” katanya Sabtu (20/10).

Baca Juga :  Tagih Janji Pemerintah Terkait SK Honorer K-2

Pembangunan gedung sentra batik diprediksi tuntas Desember mendatang. Pemerintah tinggal menambah pembangunan seperti pemasangan paving dan pagar pada tahun anggaran berikutnya. Gedung biru tua itu diharapkan bisa digunakan awal 2019.

Pria berkacamata itu menyampaikan, gedung tersebut tidak hanya untuk pengembangan batik. Tetapi, juga dimanfaatkan untuk tempat produksi turunan batik. Di antaranya, tas, dompet, jaket, dan produk lainnya.

Suvenir khas Madura rencananya bakal diproduksi di gedung sentra batik itu. Dengan demikian, pengunjung tidak hanya disuguhkan baju batik. Tetapi, produk kreatif lain juga tersedia.

Harapannya, pengunjung puas dan bisa kembali lagi ke tempat tersebut. Perekonomian masyarakat diyakini terangkat dengan bergeraknya industri batik tersebut. ”Harus kita dukung bersama,” katanya.

Pemerintah tidak hanya fokus pada kuantitas produksi batik. Kualitas juga menjadi perhatian. Peningkatan desain batik menjadi atensi agar produk unggulan Pamekasan itu tidak kalah saing dengan produk luar daerah.

Baca Juga :  Minta Pemerintah Tetap Gelar Pilkades Tahun Ini

Anggota Komisi II DPRD Pamekasan Harun Suyitno mengatakan, sebagian besar pembangunan sentra batik itu selesai tahun lalu. Pembangunan tahap dua sebenarnya hanya finishing.

Tapi, sampai sekarang pembangunan itu belum tuntas. Akibatnya, pemanfaatan molor. Seharusnya gedung yang dibangun di desa dengan penduduk rata-rata perajin batik itu bisa dioperasionalkan tahun ini.

Harun mendesak agar pembangunan itu dituntaskan. Dengan demikian, rencana pemerintah turut serta hadir di tengah masyarakat untuk mengembangkan batik bisa terwujud. ”Maksimal awal tahun sudah dioperasionalkan. Jika bisa tahun ini mulai di-launching,” tandas politikus muda itu.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/