alexametrics
27.1 C
Madura
Thursday, June 30, 2022

Pembangunan Polindes Diduga Bermasalah

PAMEKASAN – Pembangunan pondok bersalin desa (polindes) di Dusun Jurang Dalam, Desa Dempo Barat, Kecamatan Pasean, diduga bermasalah. Tudingan itu disampaikan aktivis Formasi Homaidi Rabu (21/2)

Dia menjelaskan, proyek pembangunan polindes itu merupakan program tahun anggaran (TA) 2016. Namun, diprogram ulang pada 2017. ”Tidak tahu ada kendala apa, yang jelas DPAL pada 2017,” katanya.

Temuan di lapangan, pekerjaan proyek yang menelan anggaran Rp 500 juta itu molor sampai 2018. Bahkan, hingga akhir Januari lalu, tempat medis di tingkat desa tersebut masih dalam pengerjaan.

Berdasarkan informasi warga sekitar, serah terima kunci dari rekanan kepada pengelola polindes dilakukan pada 21 Januari lalu. Seharusnya, pekerjaan proyek itu tuntas pada tahun anggaran 2017.

Baca Juga :  Minta Dinkes Serius Atasi Kusta

Homaidi mengatakan, jika pekerjaan itu melewati masa tahun anggaran, seharusnya kontrak proyeknya diadendum. Kemudian, ditentukan batas akhir pekerjaan sesuai kontrak baru tersebut.

Jika hingga batas akhir masa kontrak baru pekerjaan belum selesai, rekanan bisa dikenakan sanksi berupa denda. Makanisme tersebut diduga tidak dilakukan oleh dinas kesehatan (dinkes) selaku pengelola anggaran.

Homai mengaku sempat ingin menanyakan kejelasan pembangunan polindes itu ke dinkes dengan cara audiensi. Namun, upaya yang dilakukan gagal. Tidak satu pun pejabat dinas tersebut bersedia menemui.

Dengan demikian, Formasi berencana menempuh jalur hukum. Dalam waktu dekat, dugaan kejanggalan pada proyek pembangunan polindes itu akan dilaporkan kepada aparat penegak hukum.

Baca Juga :  37 Hari, Pengidap DBD Capai 115 Orang

Tujuannya, agar diketahui apakah benar-benar ada kejanggalan pada proyek yang menghabiskan dana setengah miliar tersebut. Beberapa dugaan kejanggalan akan disampaikan pada pelaporan itu.

Kepala Dinkes Pamekasan Ismail Bey belum bisa dimintai keterangan. Namun sebelumnya, pria berbadan tegap itu memastihkan bahwa pekerjaan proyek sesuai prosedur. Apalagi, setiap pekerjaan didampingi konsultan pengawas.

 

 

PAMEKASAN – Pembangunan pondok bersalin desa (polindes) di Dusun Jurang Dalam, Desa Dempo Barat, Kecamatan Pasean, diduga bermasalah. Tudingan itu disampaikan aktivis Formasi Homaidi Rabu (21/2)

Dia menjelaskan, proyek pembangunan polindes itu merupakan program tahun anggaran (TA) 2016. Namun, diprogram ulang pada 2017. ”Tidak tahu ada kendala apa, yang jelas DPAL pada 2017,” katanya.

Temuan di lapangan, pekerjaan proyek yang menelan anggaran Rp 500 juta itu molor sampai 2018. Bahkan, hingga akhir Januari lalu, tempat medis di tingkat desa tersebut masih dalam pengerjaan.


Berdasarkan informasi warga sekitar, serah terima kunci dari rekanan kepada pengelola polindes dilakukan pada 21 Januari lalu. Seharusnya, pekerjaan proyek itu tuntas pada tahun anggaran 2017.

Baca Juga :  Minta Dinkes Lebih Optimal Cegah DBD

Homaidi mengatakan, jika pekerjaan itu melewati masa tahun anggaran, seharusnya kontrak proyeknya diadendum. Kemudian, ditentukan batas akhir pekerjaan sesuai kontrak baru tersebut.

Jika hingga batas akhir masa kontrak baru pekerjaan belum selesai, rekanan bisa dikenakan sanksi berupa denda. Makanisme tersebut diduga tidak dilakukan oleh dinas kesehatan (dinkes) selaku pengelola anggaran.

Homai mengaku sempat ingin menanyakan kejelasan pembangunan polindes itu ke dinkes dengan cara audiensi. Namun, upaya yang dilakukan gagal. Tidak satu pun pejabat dinas tersebut bersedia menemui.

Dengan demikian, Formasi berencana menempuh jalur hukum. Dalam waktu dekat, dugaan kejanggalan pada proyek pembangunan polindes itu akan dilaporkan kepada aparat penegak hukum.

Baca Juga :  Operasi Zebra Semeru 2018 Resmi Dimulai

Tujuannya, agar diketahui apakah benar-benar ada kejanggalan pada proyek yang menghabiskan dana setengah miliar tersebut. Beberapa dugaan kejanggalan akan disampaikan pada pelaporan itu.

Kepala Dinkes Pamekasan Ismail Bey belum bisa dimintai keterangan. Namun sebelumnya, pria berbadan tegap itu memastihkan bahwa pekerjaan proyek sesuai prosedur. Apalagi, setiap pekerjaan didampingi konsultan pengawas.

 

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/