alexametrics
20.9 C
Madura
Monday, June 27, 2022

Laporan Masyarakat Banyak Bermuatan Politis

PAMEKASAN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Pamekasan kerap mendapat laporan dari masyarakat tentang indikasi penyimpangan program pemerintah. Tetapi, kebanyakan laporan masyarakat bermuatan politis.

            Laporan yang masuk ke Korps Adhyaksa tersebut rata-rata kasus penyimpangan raskin. Yang dilaporkan kebanyakan adalah kepala desa (Kades). Muatan politisnya, pelapor merupakan lawan politik Kades.

            Kasipidsus Kejari Pamekasan Eka Hermawan mengatakan, di Pamekasan kasus-kasus yang terjadi rata-rata kasus raskin dengan kerugian negara yang kecil. Tahun ini pihaknya berkomitmen mengungkap kasus besar.

            ”Kasus yang ada selama ini, secara kualitas memang kurang. Kami akan ungkap kasus berkualitas. Mulai dari pelakunya, dampaknya, kemudian kerugian uang negara yang ditimbulkan. Kita ke depan seperti itu,” ucap Eka.

Baca Juga :  Pasang di Zona Terlarang, Bawaslu Pamekasan Tertibkan 40 APK

            Menurut dia, saat ini sudah ada beberapa laporan yang masuk di seksi intelijen kejari. Tahapan pertama akan dilakukan surveillance (pengawasan) untuk mencari keterangan terlebih dahulu. Tentu laporan yang masuk ditelaah lebih lanjut.

Pria berkepala plontos itu menjelaskan, laporan yang masuk di intelijen sudah ditelaah dan ada indikasi tentang tindak pindana korupsi. Nah, itulah yang akan dikhususkan ke seksi pidana khusus (pidsus).

”Setelah dikhususkan, baru kami akan lakukan proses penyidikan. Di situlah nanti akan ada proses pengumpulan data dan keterangan,” jelasnya.

Pria asal Jawa Barat itu menegaskan, pada prinsipnya, apabila ada indikasi dugaan penyimpangan yang mengakibatkan kerugian negara, dia berjanji akan diusut tuntas. Namun, bukan berarti kasus kecil tidak akan diungkap.

Baca Juga :  Salim Butuh Uluran Tangan Pemkab Hanya Beri Rekomendasi ke Pemprov

”Semua akan kami ungkap apabila ditemukan adanya indikasi. Tetapi, kami fokus pada kasus besar yang berkualitas dan memiliki dampak serta kerugian uang negara yang besar,” pungkasnya.

 

 

PAMEKASAN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Pamekasan kerap mendapat laporan dari masyarakat tentang indikasi penyimpangan program pemerintah. Tetapi, kebanyakan laporan masyarakat bermuatan politis.

            Laporan yang masuk ke Korps Adhyaksa tersebut rata-rata kasus penyimpangan raskin. Yang dilaporkan kebanyakan adalah kepala desa (Kades). Muatan politisnya, pelapor merupakan lawan politik Kades.

            Kasipidsus Kejari Pamekasan Eka Hermawan mengatakan, di Pamekasan kasus-kasus yang terjadi rata-rata kasus raskin dengan kerugian negara yang kecil. Tahun ini pihaknya berkomitmen mengungkap kasus besar.


            ”Kasus yang ada selama ini, secara kualitas memang kurang. Kami akan ungkap kasus berkualitas. Mulai dari pelakunya, dampaknya, kemudian kerugian uang negara yang ditimbulkan. Kita ke depan seperti itu,” ucap Eka.

Baca Juga :  Minta Kapolres Baru Serius Tangani Korupsi

            Menurut dia, saat ini sudah ada beberapa laporan yang masuk di seksi intelijen kejari. Tahapan pertama akan dilakukan surveillance (pengawasan) untuk mencari keterangan terlebih dahulu. Tentu laporan yang masuk ditelaah lebih lanjut.

Pria berkepala plontos itu menjelaskan, laporan yang masuk di intelijen sudah ditelaah dan ada indikasi tentang tindak pindana korupsi. Nah, itulah yang akan dikhususkan ke seksi pidana khusus (pidsus).

”Setelah dikhususkan, baru kami akan lakukan proses penyidikan. Di situlah nanti akan ada proses pengumpulan data dan keterangan,” jelasnya.

Pria asal Jawa Barat itu menegaskan, pada prinsipnya, apabila ada indikasi dugaan penyimpangan yang mengakibatkan kerugian negara, dia berjanji akan diusut tuntas. Namun, bukan berarti kasus kecil tidak akan diungkap.

Baca Juga :  Empat Tersangka Kasus RKB SMPN 2 Ketapang Jalani Sidang Perdana

”Semua akan kami ungkap apabila ditemukan adanya indikasi. Tetapi, kami fokus pada kasus besar yang berkualitas dan memiliki dampak serta kerugian uang negara yang besar,” pungkasnya.

 

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/