alexametrics
20.7 C
Madura
Tuesday, July 5, 2022

Sekolah Negeri Nunggu Rekomendasi Disdik

PAMEKASAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan mulai menggelar pendidikan mitigasi bencana di sejumlah sekolah. Namun, pelatihan kesiapsiagaan menangani bencana alam itu masih di seputar sekolah swasta.

Supervisor Pusdalops BPBD Pamekasan Budi Cahyono mengatakan, berdasarkan penelitian BNPB, ada sekitar 2.900 sekolah di Indonesia berada di kawasan rawan bencana. Di antaranya, bencana banjir, longsor, puting beliung dan bencana alam lain.

Dengan demikian, dibutuhkan pelatihan kesiapsiagaan kepada siswa jika terjadi bencana. Harapannya, bisa meminimalkan jatuhnya korban jiwa jika terjadi musibah.

Muncul wacana pendidikan mitigasi bencana dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah. Siswa tidak hanya diberi materi, tetapi mempraktikkan kiat penanggulangan bencana itu.

Beberapa waktu lalu, BPBD Jatim mengumpulkan seluruh BPBD kabupaten/kota. Dalam rapat tersebut disampaikan pentingnya pelatihan kesiapsiagaan bencana di sekolah. ”Meski tidak menjadi kurikulum khusus, yang penting pendidikan mitigasi bencana masuk sekolah,” katanya kemarin (21/1).

Baca Juga :  Petani Berharap Kebutuhan Pupuk Terpenuhi

Hasil rapat tersebut ditindaklanjuti dengan berkirim surat pada seluruh dinas pendidikan (disdik) di Jatim. Harapannya, ada waktu yang diluangkan untuk mengisi pendidikan kebencanaan itu.

Budi menyampaikan, sejauh ini belum ada respons dari Disdik Pamekasan mengenai surat tersebut. Akibatnya, pelatihan kebencanaan baru digelar di sekolah swasta. ”Ada beberapa sekolah swasta yang sudah menggelar pelatihan mitigasi bencana,” katanya.

Pria berkumis tebal itu menyampaikan, ada beberapa sekolah yang mengusulkan melaksanakan pelatihan tersebut. Tim BPBD Pamekasan tengah menyusun jadwal. Satu per satu sekolah yang mendaftar bakal didatangi.

Sementara untuk sekolah negeri masih menunggu respons disdik. BPBD Pamekasan siap memberikan pendidikan mitigasi bencana, baik materi maupun praktik jika ada restu dari OPD yang membawahi sekolah itu.

Baca Juga :  DAK SD-SMP Tersendat, Sekolah Terpaksa Gunakan Dana Talangan

Kepala Disdik Pamekasan Moch. Tarsun mengatakan, pelatihan mitigasi bencana sangat penting bagi siswa. Jika terjadi bencana alam, siswa tidak panik dan bisa menyelamatkan diri serta orang lain.

Pihaknya mendukung pelatihan mitigasi digelar di sekolah. Dengan catatan, kegiatan tersebut tidak mengganggu jam efektif kegiatan belajar mengajar (KBM). ”Saya sangat setuju,” kata dia.

Mengenai surat yang dikirim BPBD, Tarsun mengaku belum menerima. Jika sampai di mejanya, akan segera ditindaklanjuti agar kegiatan tersebut segera terlaksana dengan baik.

PAMEKASAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan mulai menggelar pendidikan mitigasi bencana di sejumlah sekolah. Namun, pelatihan kesiapsiagaan menangani bencana alam itu masih di seputar sekolah swasta.

Supervisor Pusdalops BPBD Pamekasan Budi Cahyono mengatakan, berdasarkan penelitian BNPB, ada sekitar 2.900 sekolah di Indonesia berada di kawasan rawan bencana. Di antaranya, bencana banjir, longsor, puting beliung dan bencana alam lain.

Dengan demikian, dibutuhkan pelatihan kesiapsiagaan kepada siswa jika terjadi bencana. Harapannya, bisa meminimalkan jatuhnya korban jiwa jika terjadi musibah.


Muncul wacana pendidikan mitigasi bencana dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah. Siswa tidak hanya diberi materi, tetapi mempraktikkan kiat penanggulangan bencana itu.

Beberapa waktu lalu, BPBD Jatim mengumpulkan seluruh BPBD kabupaten/kota. Dalam rapat tersebut disampaikan pentingnya pelatihan kesiapsiagaan bencana di sekolah. ”Meski tidak menjadi kurikulum khusus, yang penting pendidikan mitigasi bencana masuk sekolah,” katanya kemarin (21/1).

Baca Juga :  Sebulan Hasilkan 700 Ton Sampah

Hasil rapat tersebut ditindaklanjuti dengan berkirim surat pada seluruh dinas pendidikan (disdik) di Jatim. Harapannya, ada waktu yang diluangkan untuk mengisi pendidikan kebencanaan itu.

Budi menyampaikan, sejauh ini belum ada respons dari Disdik Pamekasan mengenai surat tersebut. Akibatnya, pelatihan kebencanaan baru digelar di sekolah swasta. ”Ada beberapa sekolah swasta yang sudah menggelar pelatihan mitigasi bencana,” katanya.

Pria berkumis tebal itu menyampaikan, ada beberapa sekolah yang mengusulkan melaksanakan pelatihan tersebut. Tim BPBD Pamekasan tengah menyusun jadwal. Satu per satu sekolah yang mendaftar bakal didatangi.

Sementara untuk sekolah negeri masih menunggu respons disdik. BPBD Pamekasan siap memberikan pendidikan mitigasi bencana, baik materi maupun praktik jika ada restu dari OPD yang membawahi sekolah itu.

Baca Juga :  Tempat Karaoke Dilarang Buka

Kepala Disdik Pamekasan Moch. Tarsun mengatakan, pelatihan mitigasi bencana sangat penting bagi siswa. Jika terjadi bencana alam, siswa tidak panik dan bisa menyelamatkan diri serta orang lain.

Pihaknya mendukung pelatihan mitigasi digelar di sekolah. Dengan catatan, kegiatan tersebut tidak mengganggu jam efektif kegiatan belajar mengajar (KBM). ”Saya sangat setuju,” kata dia.

Mengenai surat yang dikirim BPBD, Tarsun mengaku belum menerima. Jika sampai di mejanya, akan segera ditindaklanjuti agar kegiatan tersebut segera terlaksana dengan baik.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/