alexametrics
20.6 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Pembeli Bisa Mencicipi, Tak Cocok Tinggal Ganti

PAMEKASAN – Ada yang berbeda di kawasan Sae Salera sejak beberapa bulan terakhir. Jika biasanya kawasan tersebut hanya ramai di malam hari, saat ini mulai pagi juga penuh pengunjung. Sebab, kawasan di Jalan Niaga ini menjadi tempat penjualan durian lokal Pamekasan.

Langit di Kota Pamekasan tampak cerah siang kemarin (21/1). Suasana ini menguntungkan bagi para pedagang durian di kawasan Sae Salera, Jalan Niaga, Kota Pamekasan. Sebab jika cuaca cerah, pembeli buah dengan bau menyengat itu banyak. Berbeda dengan ketika hujan turun, warga enggan membeli.

Banyak lokasi penjualan durian di Kota Gerbang Salam. Namun, yang terpusat dan banyak pengunjung hanya di kawasan Sae Salera. Di sepanjang Jalan Niaga, puluhan pedagang berjejer rapi menjajakan durian-duriannya. Para pedagang itu berasal dari daerah utara. Misalnya, Pegantenan, Pakong, dan sekitarnya.

Baca Juga :  Tak Lolos Verifikasi, Pelamar CPNS Protes

Mereka yang berjualan bukan pemilik pohon durian. ”Saya tidak punya pohonnya. Saya ini hanya kulakan,” ujar Hafsah, seorang pedagang durian, asal Kecamatan Pegantenan.

Transaksi jual beli duren ini memiliki keunikan tersendiri. Para pembeli benar-benar diperlakukan seperti raja. Mereka boleh mencicipi durian terlebih dahulu. ”Boleh dicicipi dulu, takut gak cocok. Kalau sudah cocok dibeli,” tambahnya.

Tapi, ada pula pembeli yang tidak berpengalaman. Biasanya mereka hanya melihat dari bentuk kulit durian. Akibatnya, tak jarang di antara mereka yang kecewa. ”Kalau di sini boleh cicipi dulu biar pembeli tidak kecewa,” tegasnya.

Pembeli durian bukan hanya berasal dari Pamekasan. Mereka ada yang dari Kabupaten Sampang atau Sumenep. Sebab, di Madura bukan hanya Pamekasan yang terkenal dengan buah durian lokalnya.

Baca Juga :  46 Ponpes Sudah Gabung Paguyuban Eco-Pesantren

Khozaimah berbagi pengalaman soal trik membeli durian. Menurut perempuan asal Kecamatan Larangan ini, membeli durian harus teliti. Jangan sampai durian yang dibeli malah busuk atau belum matang.

”Kalau tidak bisa memilih mana durian yang enak, sebaiknya ngajak teman yang berpengalaman. Sebab, kemarin teman saya beli Rp 100 ribu empat buah katanya gak ada yang manis sama sekali,” kisahnya.

”Kalau dimakan di tempat lebih enak. Sebab, kita bisa meminta yang benar-benar manis. Jika gak manis tinggal ditukar saja sama yang lain,” tukasnya.

- Advertisement -

PAMEKASAN – Ada yang berbeda di kawasan Sae Salera sejak beberapa bulan terakhir. Jika biasanya kawasan tersebut hanya ramai di malam hari, saat ini mulai pagi juga penuh pengunjung. Sebab, kawasan di Jalan Niaga ini menjadi tempat penjualan durian lokal Pamekasan.

Langit di Kota Pamekasan tampak cerah siang kemarin (21/1). Suasana ini menguntungkan bagi para pedagang durian di kawasan Sae Salera, Jalan Niaga, Kota Pamekasan. Sebab jika cuaca cerah, pembeli buah dengan bau menyengat itu banyak. Berbeda dengan ketika hujan turun, warga enggan membeli.

Banyak lokasi penjualan durian di Kota Gerbang Salam. Namun, yang terpusat dan banyak pengunjung hanya di kawasan Sae Salera. Di sepanjang Jalan Niaga, puluhan pedagang berjejer rapi menjajakan durian-duriannya. Para pedagang itu berasal dari daerah utara. Misalnya, Pegantenan, Pakong, dan sekitarnya.

Baca Juga :  46 Ponpes Sudah Gabung Paguyuban Eco-Pesantren

Mereka yang berjualan bukan pemilik pohon durian. ”Saya tidak punya pohonnya. Saya ini hanya kulakan,” ujar Hafsah, seorang pedagang durian, asal Kecamatan Pegantenan.

Transaksi jual beli duren ini memiliki keunikan tersendiri. Para pembeli benar-benar diperlakukan seperti raja. Mereka boleh mencicipi durian terlebih dahulu. ”Boleh dicicipi dulu, takut gak cocok. Kalau sudah cocok dibeli,” tambahnya.

Tapi, ada pula pembeli yang tidak berpengalaman. Biasanya mereka hanya melihat dari bentuk kulit durian. Akibatnya, tak jarang di antara mereka yang kecewa. ”Kalau di sini boleh cicipi dulu biar pembeli tidak kecewa,” tegasnya.

Pembeli durian bukan hanya berasal dari Pamekasan. Mereka ada yang dari Kabupaten Sampang atau Sumenep. Sebab, di Madura bukan hanya Pamekasan yang terkenal dengan buah durian lokalnya.

Baca Juga :  Siswi SDI Al Munawwarah Toreh Prestasi Nasional

Khozaimah berbagi pengalaman soal trik membeli durian. Menurut perempuan asal Kecamatan Larangan ini, membeli durian harus teliti. Jangan sampai durian yang dibeli malah busuk atau belum matang.

”Kalau tidak bisa memilih mana durian yang enak, sebaiknya ngajak teman yang berpengalaman. Sebab, kemarin teman saya beli Rp 100 ribu empat buah katanya gak ada yang manis sama sekali,” kisahnya.

”Kalau dimakan di tempat lebih enak. Sebab, kita bisa meminta yang benar-benar manis. Jika gak manis tinggal ditukar saja sama yang lain,” tukasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/