alexametrics
21.6 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Wamenag RI: Dana Abadi Pesantren Dialokasikan dari APBD

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Lembaga pendidikan pesantren bakal menerima anggaran dari pemerintah. Anggaran tersebut terprogram dalam dana abadi pesantren. Pemerintah daerah bisa menggunakan dana APBD untuk  program yang diwadahi Kementerian Agama.

Hal itu diungkapkan Wakil Menag RI Zainut Tauhid Sa’adi. Dia menyampaikan, pemerintah serius dalam menjalankan program dana abadi pesantren. Hal itu dibuktikan dengan dibentuknya regulasi sebagai payung hukum dalam merealisasikan program tersebut.

”Pemerintah sudah menerbitkan perpres terkait dengan dana abadi pesantren,” katanya usai menghadiri prosesi wisuda perdana di STIBA kemarin (20/12).

Meski begitu, Zainut belum bisa memastikan kapan program tersebut akan direalisasikan. Sebab, pemerintah masih menggodok payung hukumnya supaya dana abadi pesantren bisa terealisasi dengan maskimal.

Baca Juga :  Jangan Tilap Dana Hibah

”Sekarang masih fokus ke regulasi. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa terealisasi,” ungkapnya.

Menurutnya, program dana abadi pesantren menjadi amanat dari undang-undang pesantren. Disebutkan, pesantren harus diberikan afirmasi sebagai lembaga pendidikan, lembaga dakwah, dan pengembangan masyarakat. Selain itu, program tersebut menunjukkan keberpihakan negara pada pesantren.

Dia menegaskan, Kemenag RI saat ini terus melakukan konsolidasi dan persiapan-persiapan. Termasuk juga melakukan evaluasi dan pendataan terhadap pesantren yang bisa diakomodasi dalam program tersebut.

”Melalui program ini, kemungkinan pemda boleh mengalokasikan dana APBD untuk membantu pesantren,” terang Zainut.

Politikus PPP itu memaparkan, dana abadi pesantren disiapkan untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan. Selain itu, Kemenag RI merangsang kemandirian pesantren. Dengan begitu, potensi yang akan dikembangkan oleh pesantren bisa terakomodasi.

Baca Juga :  Coret Penanganan Jalan Provinsi Rp 63,5 M

”Salah satu program yang di-launching Bapak Menteri adalah kemandirian pesantren,” tandasnya.

- Advertisement -

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Lembaga pendidikan pesantren bakal menerima anggaran dari pemerintah. Anggaran tersebut terprogram dalam dana abadi pesantren. Pemerintah daerah bisa menggunakan dana APBD untuk  program yang diwadahi Kementerian Agama.

Hal itu diungkapkan Wakil Menag RI Zainut Tauhid Sa’adi. Dia menyampaikan, pemerintah serius dalam menjalankan program dana abadi pesantren. Hal itu dibuktikan dengan dibentuknya regulasi sebagai payung hukum dalam merealisasikan program tersebut.

”Pemerintah sudah menerbitkan perpres terkait dengan dana abadi pesantren,” katanya usai menghadiri prosesi wisuda perdana di STIBA kemarin (20/12).


Meski begitu, Zainut belum bisa memastikan kapan program tersebut akan direalisasikan. Sebab, pemerintah masih menggodok payung hukumnya supaya dana abadi pesantren bisa terealisasi dengan maskimal.

Baca Juga :  Terdaftar PBI JKN-KIS, Anisa Senang Dapat Perhatian Pemerintah

”Sekarang masih fokus ke regulasi. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa terealisasi,” ungkapnya.

Menurutnya, program dana abadi pesantren menjadi amanat dari undang-undang pesantren. Disebutkan, pesantren harus diberikan afirmasi sebagai lembaga pendidikan, lembaga dakwah, dan pengembangan masyarakat. Selain itu, program tersebut menunjukkan keberpihakan negara pada pesantren.

Dia menegaskan, Kemenag RI saat ini terus melakukan konsolidasi dan persiapan-persiapan. Termasuk juga melakukan evaluasi dan pendataan terhadap pesantren yang bisa diakomodasi dalam program tersebut.

”Melalui program ini, kemungkinan pemda boleh mengalokasikan dana APBD untuk membantu pesantren,” terang Zainut.

Politikus PPP itu memaparkan, dana abadi pesantren disiapkan untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan. Selain itu, Kemenag RI merangsang kemandirian pesantren. Dengan begitu, potensi yang akan dikembangkan oleh pesantren bisa terakomodasi.

Baca Juga :  Tabrak Truk, Pemotor Tewas

”Salah satu program yang di-launching Bapak Menteri adalah kemandirian pesantren,” tandasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/