alexametrics
17.8 C
Madura
Wednesday, June 29, 2022

Santri Bata-Bata Antusias Ikuti Bedah Buku Tora

PAMEKASAN – Ratusan santri Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata (Muba), Desa Panaan, Kecamatan Palengaan, antusias mengikuti bedah buku Tora; Satengkes Carpan Madura Sabtu (20/10). Santri berasal dari berbagai lembaga kepenulisan di salah satu pondok pesantren terbesar di Madura tersebut.

Penanggung jawab kegiatan Syahin Jalal mengatakan, sejak sepuluh hari sebelum bedah buku Tora, santri sudah banyak yang mendaftar. ”Kami tidak membatasi kelas agar santri bisa sama-sama belajar menulis. Alhamdulillah mereka sangat antusias,” katanya.

Santri memang didorong menghasilkan karya tulis. Potensi kepenulisan santri terus digali hingga menghasilkan karya tulis yang layak dikonsumsi publik. Salah satu caranya dengan pelatihan kepenulisan.

Dia berharap santri mengamalkan ilmu yang sudah dipelajari. Apalagi pemateri yang mengisi pelatihan berpengalaman. ”Setidaknya santri bisa menghasilkan karya yang bisa menembus rubrik Sastra Budaya Jawa Pos Radar Madura. Kami akan pantau hasil karya tulis santri,” ucapnya.

Baca Juga :  Sembilan Jalan Habiskan DAK Rp 88 M

Redaktur Budaya Jawa Pos Radar Madura (JPRM) Lukman Hakim AG menyampaikan, santri memiliki potensi menulis. Banyak penulis-penulis hebat yang lahir dari pesantren. Mereka terus mengembangkan potensinya hingga lulus dari pesantren.

Lukman memberikan motivasi kepada santri tentang kepenulisan. Menurutnya, ada banyak hal yang mendorong seseorang bisa menghasilkan karya tulis. Di antaranya karena dorongan dari orang lain.

”Ada banyak manfaat dari karya tulis. Selain sebagai media dakwah, menulis bisa menghasilkan uang. Selain itu, penulis bisa dikenal banyak orang,” ungkapnya.

Lukman mengingatkan agar santri tidak mengambil karya tulis orang lain atau plagiat. ”Dalam menulis itu harus jujur. Tidak boleh mengambil karya orang lain,” pesannya tegas. (c1)

Baca Juga :  Bupati Baddrut Tamam Mohon Warga Tetap di Rumah, Ini Alasannya

 

Santri Bata-Bata Antusias Ikuti Bedah Buku Tora

PAMEKASAN – Ratusan santri Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata (Muba), Desa Panaan, Kecamatan Palengaan, antusias mengikuti bedah buku Tora; Satengkes Carpan Madura Sabtu (20/10). Santri berasal dari berbagai lembaga kepenulisan di salah satu pondok pesantren terbesar di Madura tersebut.

Penanggung jawab kegiatan Syahin Jalal mengatakan, sejak sepuluh hari sebelum bedah buku Tora, santri sudah banyak yang mendaftar. ”Kami tidak membatasi kelas agar santri bisa sama-sama belajar menulis. Alhamdulillah mereka sangat antusias,” katanya.

Santri memang didorong menghasilkan karya tulis. Potensi kepenulisan santri terus digali hingga menghasilkan karya tulis yang layak dikonsumsi publik. Salah satu caranya dengan pelatihan kepenulisan.


Dia berharap santri mengamalkan ilmu yang sudah dipelajari. Apalagi pemateri yang mengisi pelatihan berpengalaman. ”Setidaknya santri bisa menghasilkan karya yang bisa menembus rubrik Sastra Budaya Jawa Pos Radar Madura. Kami akan pantau hasil karya tulis santri,” ucapnya.

Baca Juga :  Kerrong, Carpan Ahmad Nyabeer*

Redaktur Budaya Jawa Pos Radar Madura (JPRM) Lukman Hakim AG menyampaikan, santri memiliki potensi menulis. Banyak penulis-penulis hebat yang lahir dari pesantren. Mereka terus mengembangkan potensinya hingga lulus dari pesantren.

Lukman memberikan motivasi kepada santri tentang kepenulisan. Menurutnya, ada banyak hal yang mendorong seseorang bisa menghasilkan karya tulis. Di antaranya karena dorongan dari orang lain.

”Ada banyak manfaat dari karya tulis. Selain sebagai media dakwah, menulis bisa menghasilkan uang. Selain itu, penulis bisa dikenal banyak orang,” ungkapnya.

Lukman mengingatkan agar santri tidak mengambil karya tulis orang lain atau plagiat. ”Dalam menulis itu harus jujur. Tidak boleh mengambil karya orang lain,” pesannya tegas. (c1)

Baca Juga :  Bupati Baddrut Tamam Mohon Warga Tetap di Rumah, Ini Alasannya

 

Santri Bata-Bata Antusias Ikuti Bedah Buku Tora

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/