alexametrics
24.3 C
Madura
Friday, May 27, 2022

Jumlah Terbatas, Peran Pendamping Desa Kurang Maksimal

PAMEKASAN – Peran pendamping desa dirasa kurang maksimal. Sebab, jumlahnya terbatas. Aparat desa merasa tidak didampingi secara optimal oleh pendamping desa. Demikian disampaikan Sekretaris Persatuan Kepala Desa (Perkasa) Pamekasan Farid Afandi.

Dia  mengatakan, pendamping lokal desa (PLD) hanya satu orang yang mendampingi 3–4 desa. Dampaknya, pendampingan kurang maksimal lantaran PLD harus membagi waktu. Kualitas sumber daya manusia (SDM) juga harus ditingkatkan. Sebab regulasi yang mengatur pengelolaan pemerintahan desa dinamis.

Jika desa didampingi orang profesional dan fokus pada satu desa, diyakini pemerintahan desa berjalan efektif. ”Kebijakan desa tidak akan menyimpang dari ketentuan yang ada,” kata Farid Rabu (20/9).

Jika peran pendamping kurang maksimal, tidak menutup kemungkinan ada kebijakan yang tak sesuai dengan regulasi. Sebab perangkat desa juga memiliki keterbatasan pengetahuan. Desa meminta pemerintah pusat memperbaiki kualitas SDM pendamping desa.

Baca Juga :  Polisi Selidiki Tanah Warga Diklaim Percaton

Jumlah pendamping desa juga perlu lebih diefektifkan agar semua kebijakan sesuai regulasi. Harapannya, tidak ada kepala desa (Kades) yang bersinggungan dengan persoalan hukum lantaran ketidaktahuan.

Sebab, pada prinsipnya, Kades ingin merealisasikan semua program untuk membangun desa agar lebih baik. ”Kami ingin merasa benar-benar didampingi,” katanya.

Anggota Divisi Pengaduan Masyarakat dan Pengawasan Internal Satgas DD Kemendes PDTT Mashudi mengatakan, peran pendamping desa menjadi bahan evaluasi. Hasil turun lapangan ke Madura tempo hari menunjukkan kualitas pendamping butuh ditingkatkan.

Peran pendamping desa juga harus ditingkatkan agar program-program yang terlaksana di desa sesuai dengan regulasi. ”Peran pendamping desa harus ditingkatkan,” tandasnya.

PAMEKASAN – Peran pendamping desa dirasa kurang maksimal. Sebab, jumlahnya terbatas. Aparat desa merasa tidak didampingi secara optimal oleh pendamping desa. Demikian disampaikan Sekretaris Persatuan Kepala Desa (Perkasa) Pamekasan Farid Afandi.

Dia  mengatakan, pendamping lokal desa (PLD) hanya satu orang yang mendampingi 3–4 desa. Dampaknya, pendampingan kurang maksimal lantaran PLD harus membagi waktu. Kualitas sumber daya manusia (SDM) juga harus ditingkatkan. Sebab regulasi yang mengatur pengelolaan pemerintahan desa dinamis.

Jika desa didampingi orang profesional dan fokus pada satu desa, diyakini pemerintahan desa berjalan efektif. ”Kebijakan desa tidak akan menyimpang dari ketentuan yang ada,” kata Farid Rabu (20/9).


Jika peran pendamping kurang maksimal, tidak menutup kemungkinan ada kebijakan yang tak sesuai dengan regulasi. Sebab perangkat desa juga memiliki keterbatasan pengetahuan. Desa meminta pemerintah pusat memperbaiki kualitas SDM pendamping desa.

Baca Juga :  Pilkada Pamekasan 2018, Gerindra Bantah Koalisi dengan PKB

Jumlah pendamping desa juga perlu lebih diefektifkan agar semua kebijakan sesuai regulasi. Harapannya, tidak ada kepala desa (Kades) yang bersinggungan dengan persoalan hukum lantaran ketidaktahuan.

Sebab, pada prinsipnya, Kades ingin merealisasikan semua program untuk membangun desa agar lebih baik. ”Kami ingin merasa benar-benar didampingi,” katanya.

Anggota Divisi Pengaduan Masyarakat dan Pengawasan Internal Satgas DD Kemendes PDTT Mashudi mengatakan, peran pendamping desa menjadi bahan evaluasi. Hasil turun lapangan ke Madura tempo hari menunjukkan kualitas pendamping butuh ditingkatkan.

Peran pendamping desa juga harus ditingkatkan agar program-program yang terlaksana di desa sesuai dengan regulasi. ”Peran pendamping desa harus ditingkatkan,” tandasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/