alexametrics
21.6 C
Madura
Thursday, May 26, 2022

Selalu Ada Telepon Warga Butuh Mobil Sigap

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Program Pamekasan Call Care (PCC) diluncurkan tepat pada Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) tahun lalu. Program terobosan Bupati Baddrut Tamam itu berulang tahun untuk kali pertama kemarin (20/5). Pemkab Pamekasan merayakan ulang tahun untuk mengevaluasi kerja PCC.

Perayaan ulang tahun dipimpin Bupati Baddrut Tamam di ruang Peringgitan Dalam Pendapa Ronggosukowati. Perayaan tersebut dimulai dengan pemaparan Bupati Baddrut tentang PCC melalui aplikasi Zoom Meeting. Peserta terdiri atas pemerintah desa, sopir Mobil Sigap, kepala puskesmas, dan camat se-Kabupaten Pamekasan.

Setelah pemaparan, bupati menanyakan kerja-kerja PCC dalam melayani masyarakat di desa. Bupati berbincang dengan kepala puskesmas, camat, petugas PCC, dan sopir dari Mobil Sigap. Bupati juga sempat mengecek gaji yang diberikan pemerintah desa terhadap para sopir.

Sebab, sudah diatur melalui Perbup 59/2020 tentang Pedoman APBDes Tahun Anggaran 2021. Gaji para sopir Mobil Sigap di desa-desa minimal Rp 500 ribu setiap bulan.

Perayaan ulang tahun PCC itu diakhiri dengan pemotongan tumpeng oleh bupati. Momen itu disaksikan Sekkab Totok Hartono, Plt Kadinkes Achmad Marsuki, Sekretaris DPMD Mohammad Jasin, dan sejumlah pejabat tinggi lain serta para operator PCC.

Baca Juga :  Warga Temukan Makam Baru Berisi Bayi

Setelah itu, Bupati Baddrut Tamam meninjau kondisi fasilitas kantor pusat operator PCC. Kantor ini terletak di sebelah barat Pendapa Ronggosukowati. Bupati mengecek peralatan, fasilitas, dan isi ruangan. Semua itu dilakukan untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan prima.

Selain itu, bupati mengecek data penelepon dalam setiap bulan. ”Dari data yang saya terima, ada yang 1.029 penelepon dalam sebulan, ada yang 600, dan ada yang 500 dalam sebulan,” ungkapnya.

Penelepon itu warga Pamekasan yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan. Baik hanya konsultasi terkait kesehatan maupun untuk meminta pelayanan Mobil Sigap karena ada warga yang sakit.

Di Mobil Sigap ditempeli stiker berisi nomor pusat layanan PCC yang terhubung ke operator yang stand by 24 jam. Selain itu, rumah-rumah warga ditempeli stiker yang tertera nomor telepon. Dengan begitu, masyarakat mudah saat butuh layanan kesehatan. Baik sekadar konsultasi kepada operator yang semuanya adalah nakes, maupun meminta pelayanan Mobil Sigap untuk keperluan ke rumah sakit.

Baca Juga :  Warga Tagih PN Eksekusi Sengketa Tanah

”Kalau dihitung, rata-rata setiap hari tidak kurang dari sepuluh orang menelepon ke PCC. Ini bukti bahwa PCC saat ini bermanfaat bagi masyarakat,” sambung politikus PKB itu.

Pada anniversary yang pertama ini pihaknya memiliki catatan evaluasi. Pertama, pelatihan sopir belum maksimal. Kedua, ada Mobil Sigap yang kecelakaan dan harus segera diperbaiki. Ketiga, memperbarui stiker Mobil Sigap karena tulisan nomor telepon sudah ada yang lusuh. Keempat, memasifkan penempelan stiker PCC di rumah-rumah warga.

”Setahun PCC ini berjalan akan menjadi catatan dan koreksi bagi kami, dan kami berterima kasih ke semua pihak yang sudah membantu berjalannya PCC ini,” katanya. ”Ini murni program persembahan Pemkab Pamekasan untuk masyarakat di Pamekasan, sebagaimana program prioritas Pemkab Pamekasan yang lain,” imbuh bupati. (ky)

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Program Pamekasan Call Care (PCC) diluncurkan tepat pada Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) tahun lalu. Program terobosan Bupati Baddrut Tamam itu berulang tahun untuk kali pertama kemarin (20/5). Pemkab Pamekasan merayakan ulang tahun untuk mengevaluasi kerja PCC.

Perayaan ulang tahun dipimpin Bupati Baddrut Tamam di ruang Peringgitan Dalam Pendapa Ronggosukowati. Perayaan tersebut dimulai dengan pemaparan Bupati Baddrut tentang PCC melalui aplikasi Zoom Meeting. Peserta terdiri atas pemerintah desa, sopir Mobil Sigap, kepala puskesmas, dan camat se-Kabupaten Pamekasan.

Setelah pemaparan, bupati menanyakan kerja-kerja PCC dalam melayani masyarakat di desa. Bupati berbincang dengan kepala puskesmas, camat, petugas PCC, dan sopir dari Mobil Sigap. Bupati juga sempat mengecek gaji yang diberikan pemerintah desa terhadap para sopir.


Sebab, sudah diatur melalui Perbup 59/2020 tentang Pedoman APBDes Tahun Anggaran 2021. Gaji para sopir Mobil Sigap di desa-desa minimal Rp 500 ribu setiap bulan.

Perayaan ulang tahun PCC itu diakhiri dengan pemotongan tumpeng oleh bupati. Momen itu disaksikan Sekkab Totok Hartono, Plt Kadinkes Achmad Marsuki, Sekretaris DPMD Mohammad Jasin, dan sejumlah pejabat tinggi lain serta para operator PCC.

Baca Juga :  Ribuan Warga Miskin Tak Tersentuh RTLH

Setelah itu, Bupati Baddrut Tamam meninjau kondisi fasilitas kantor pusat operator PCC. Kantor ini terletak di sebelah barat Pendapa Ronggosukowati. Bupati mengecek peralatan, fasilitas, dan isi ruangan. Semua itu dilakukan untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan prima.

Selain itu, bupati mengecek data penelepon dalam setiap bulan. ”Dari data yang saya terima, ada yang 1.029 penelepon dalam sebulan, ada yang 600, dan ada yang 500 dalam sebulan,” ungkapnya.

Penelepon itu warga Pamekasan yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan. Baik hanya konsultasi terkait kesehatan maupun untuk meminta pelayanan Mobil Sigap karena ada warga yang sakit.

Di Mobil Sigap ditempeli stiker berisi nomor pusat layanan PCC yang terhubung ke operator yang stand by 24 jam. Selain itu, rumah-rumah warga ditempeli stiker yang tertera nomor telepon. Dengan begitu, masyarakat mudah saat butuh layanan kesehatan. Baik sekadar konsultasi kepada operator yang semuanya adalah nakes, maupun meminta pelayanan Mobil Sigap untuk keperluan ke rumah sakit.

Baca Juga :  Jurnal Al-Ihkam IAIN Madura Terindeks Scopus

”Kalau dihitung, rata-rata setiap hari tidak kurang dari sepuluh orang menelepon ke PCC. Ini bukti bahwa PCC saat ini bermanfaat bagi masyarakat,” sambung politikus PKB itu.

Pada anniversary yang pertama ini pihaknya memiliki catatan evaluasi. Pertama, pelatihan sopir belum maksimal. Kedua, ada Mobil Sigap yang kecelakaan dan harus segera diperbaiki. Ketiga, memperbarui stiker Mobil Sigap karena tulisan nomor telepon sudah ada yang lusuh. Keempat, memasifkan penempelan stiker PCC di rumah-rumah warga.

”Setahun PCC ini berjalan akan menjadi catatan dan koreksi bagi kami, dan kami berterima kasih ke semua pihak yang sudah membantu berjalannya PCC ini,” katanya. ”Ini murni program persembahan Pemkab Pamekasan untuk masyarakat di Pamekasan, sebagaimana program prioritas Pemkab Pamekasan yang lain,” imbuh bupati. (ky)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/