alexametrics
23.5 C
Madura
Monday, June 27, 2022

RSUD Smart Bakal Bangun Pagar Rp 1 Miliar

PAMEKASAN – RSUD dr Slamet Martodirdjo (Smart) Pamekasan mendapat suntikan dana melalui APBD 2018 sebesar Rp 1.041.540.775. Anggaran tersebut untuk membangun pagar. Rencananya pagar yang akan dibangun 565 meter persegi.

Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) RSUD Smart Rachman Suindranata mengatakan, konstruksi pembangunan pagar masih perencanaan. Apabila sudah selesai akan dilelang. ”Antara Juni atau Juli bisa dilelang,” kata Rachman Selasa (20/3).

Dia menjelaskan, alasan belum dilelang karena masih berkonsultasi dengan dinas perumahan rakyat dan kawasan permukiman (DPRKP). Pembangunan pagar itu di sebelah utara dan di belakang. ”Tetapi belum semuanya,” katanya.

Rachman tidak menampik perlu membangun pagar karena RSUD rawan. Tetapi, keluarga pasien menyadari ketika barangnya hilang kesalahannya sendiri. Satpam selalu mengingatkan agar menjaga barang ketika istirahat.

Baca Juga :  RKH Muhammad Syamsul Arifin (1945–2021)

”Barang-barang berharga biasanya hilang di masjid saat keluarga pasien istirahat atau tidur. Apalagi pagarnya masih menggunakan seng. Tetapi kehilangan itu tidak sering,” jelasnya.

Pria yang juga Kabag TU itu menyampaikan, pembangunan pagar itu untuk mengurangi kehilangan barang berharga milik keluarga pasien. Anggaran Rp 1 miliar tersebut juga untuk perencanaan, pengawasan, dan honor.

”Kalau pagarnya saja cuma menghabiskan Rp 892.700.000. Sumber dananya menggunakan dana alokasi umum (DAU),” katanya. ”Insyaallah kalau tidak ada halangan  kami ingin November sudah selesai. Tapi, itu tergantung proses lelang,” pungkasnya.

PAMEKASAN – RSUD dr Slamet Martodirdjo (Smart) Pamekasan mendapat suntikan dana melalui APBD 2018 sebesar Rp 1.041.540.775. Anggaran tersebut untuk membangun pagar. Rencananya pagar yang akan dibangun 565 meter persegi.

Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) RSUD Smart Rachman Suindranata mengatakan, konstruksi pembangunan pagar masih perencanaan. Apabila sudah selesai akan dilelang. ”Antara Juni atau Juli bisa dilelang,” kata Rachman Selasa (20/3).

Dia menjelaskan, alasan belum dilelang karena masih berkonsultasi dengan dinas perumahan rakyat dan kawasan permukiman (DPRKP). Pembangunan pagar itu di sebelah utara dan di belakang. ”Tetapi belum semuanya,” katanya.


Rachman tidak menampik perlu membangun pagar karena RSUD rawan. Tetapi, keluarga pasien menyadari ketika barangnya hilang kesalahannya sendiri. Satpam selalu mengingatkan agar menjaga barang ketika istirahat.

Baca Juga :  Bupati Baddrut Ajak PPPK Lakukan Perubahan

”Barang-barang berharga biasanya hilang di masjid saat keluarga pasien istirahat atau tidur. Apalagi pagarnya masih menggunakan seng. Tetapi kehilangan itu tidak sering,” jelasnya.

Pria yang juga Kabag TU itu menyampaikan, pembangunan pagar itu untuk mengurangi kehilangan barang berharga milik keluarga pasien. Anggaran Rp 1 miliar tersebut juga untuk perencanaan, pengawasan, dan honor.

”Kalau pagarnya saja cuma menghabiskan Rp 892.700.000. Sumber dananya menggunakan dana alokasi umum (DAU),” katanya. ”Insyaallah kalau tidak ada halangan  kami ingin November sudah selesai. Tapi, itu tergantung proses lelang,” pungkasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/