alexametrics
19.4 C
Madura
Thursday, August 18, 2022

Komisi II Minta Pelaku UKM Dibina

PAMEKASAN – Rencana bupati Pamekasan memasok produk usaha kecil dan menengah (UKM) ke toko modern disambut baik. Ketua Komisi II DPRD Pemekasan Apik menilai program tersebut sangat mendukung terhadap peningkatan promosi produk UKM di Kota Gerbang Salam.

Namun, sebelum rencana tersebut direalisasikan, para pelaku UKM terlebih dahulu harus diberikan pembinaan. Misalnya pengemasan, peningkatan kualitas produk, dan lain-lain. ”Dengan demikian, mereka memiliki daya saing,” kata pria asal Kecamatan Palengaan itu.

Menurut Apik, para pelaku usaha banyak yang belum mengetahui hal itu. Jika dibiarkan, produk yang dihasilkan tidak akan menarik. ”Masyarakat akan membeli jika kemasannya juga menarik. Saya nilai ini yang masih menjadi kelemahan para pelaku UKM,” terangnya.

Baca Juga :  Program Kewirausahaan untuk Eks TKI

Sementara itu, Bupati Pamekasan Baddrut Tamam akan mewajibkan toko modern menjual produk UKM. Minimal 25 persen dari barang yang dijual. ”Kami sudah sampaikan kepada pengelola toko modern. Kita tidak akan memberikan izin baru kepada toko modern kalau tidak memasukkan produk UKM,” tegasnya.

Dari hasil koordinasi tersebut, Baddrut menyatakan, para pengelola toko modern siap menjalankan kebijakannya.  Tahun ini kebijakan itu sudah bisa direalisasikan. ”Ini sebagai wujud kepedulian pemerintah kepada para pelaku UKM,” katanya.

Pihaknya juga akan melakukan pembinaan kepada pelaku UKM. Seperti cara mengemas produk agar menarik dan sektor kesehatannya. ”Kita akan memastikan kesehatan dan kemasan produk dari UKM tersebut,” tukasnya.

Baca Juga :  Jadi Berkah, 20 Hotel dan 18 Rumah Kos Di-Booking untuk MTQ

PAMEKASAN – Rencana bupati Pamekasan memasok produk usaha kecil dan menengah (UKM) ke toko modern disambut baik. Ketua Komisi II DPRD Pemekasan Apik menilai program tersebut sangat mendukung terhadap peningkatan promosi produk UKM di Kota Gerbang Salam.

Namun, sebelum rencana tersebut direalisasikan, para pelaku UKM terlebih dahulu harus diberikan pembinaan. Misalnya pengemasan, peningkatan kualitas produk, dan lain-lain. ”Dengan demikian, mereka memiliki daya saing,” kata pria asal Kecamatan Palengaan itu.

Menurut Apik, para pelaku usaha banyak yang belum mengetahui hal itu. Jika dibiarkan, produk yang dihasilkan tidak akan menarik. ”Masyarakat akan membeli jika kemasannya juga menarik. Saya nilai ini yang masih menjadi kelemahan para pelaku UKM,” terangnya.

Baca Juga :  Program Kewirausahaan untuk Eks TKI

Sementara itu, Bupati Pamekasan Baddrut Tamam akan mewajibkan toko modern menjual produk UKM. Minimal 25 persen dari barang yang dijual. ”Kami sudah sampaikan kepada pengelola toko modern. Kita tidak akan memberikan izin baru kepada toko modern kalau tidak memasukkan produk UKM,” tegasnya.

Dari hasil koordinasi tersebut, Baddrut menyatakan, para pengelola toko modern siap menjalankan kebijakannya.  Tahun ini kebijakan itu sudah bisa direalisasikan. ”Ini sebagai wujud kepedulian pemerintah kepada para pelaku UKM,” katanya.

Pihaknya juga akan melakukan pembinaan kepada pelaku UKM. Seperti cara mengemas produk agar menarik dan sektor kesehatannya. ”Kita akan memastikan kesehatan dan kemasan produk dari UKM tersebut,” tukasnya.

Baca Juga :  Dua Desa Jadi Atensi Kapolda Pilkades Palengaan Daya Ricuh

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/