alexametrics
21.7 C
Madura
Tuesday, May 17, 2022

Pengembangan Taman Kowel Buram

PAMEKASAN – Sejumlah fasilitas Taman Kowel, Pamekasan, belum bisa dimanfaatkan oleh pengunjung hingga Senin (19/11). Di antaranya, kolam renang untuk anak-anak tidak terawat. Pagar yang mengelilingi kolam renang tersebut rusak. Semen di sudut-sudut kolam juga mengelupas.

Lurah Kowel Zainal Mistuki mengaku tidak berwenang mengembangkan pembangunan taman. Alasannya, pengelolaan taman berada di bawah tanggung jawab dinas lingkungan hidup (DLH). ”Kami hanya mengawasi karena kebetulan taman itu berada di daerah Kowel,” akunya.

Zainal juga mengaku tidak mengetahui rencana kolam renang akan difungsikan. Apalagi secara keseluruhan pembangunan taman belum selesai. Bebarapa tumbuhan belum ada tambahan. ”Tumbuhannya juga ada yang mati karena dampak kemarau panjang,” ujarnya.

Baca Juga :  Dorong SGMRP Dikelola Pihak Ketiga

Di tempat terpisah, Kepala DLH Pamekasan Amin Jabir mengatakan, pengembangan taman masih menunggu anggaran. Dia berharap pemerintah memberikan ruang anggaran untuk mengembangkan pembangunan taman. ”Kami masih terkendala keterbatasan anggaran. Tapi, kami terus berusaha mencari jalan alternatif agar pembangunan taman dilanjutkan,” ucapnya.

Kendati ada anggaran, lanjut Jabir, kemungkinan tidak ada alokasi untuk pembangunan kolam. Pihaknya akan menggunakan untuk fasilitas yang lebih dibutuhkan pengunjung. Misalnya, pembangunan tempat parkir baru.

Menurut dia, tempat parkir yang representatif lebih dibutuhkan pengunjung. Dengan demikian, kendaraan pengunjung lebih aman. ”Jadi, mereka (pengunjung) tidak terganggu karena takut kendaraannya hilang,” terangnya.

Selain tempat parkir, Jabir lebih memprioritaskan penerangan di sekitar taman. Sebab, warga yang berkunjung bukan siang saja. Apalagi, penerangan itu merupakan imbauan tokoh masyarakat.

Baca Juga :  Direktur RSUD Syamrabu Bakal Dimutasi

”Sebelum berbicara tumbuhan dan fasilitas taman lainnya, kami lebih memprioritaskan penerangan. Terutama pada malam hari. Kami akan mengerjakan yang lebih prioritas dulu,” tukasnya. (c1)

PAMEKASAN – Sejumlah fasilitas Taman Kowel, Pamekasan, belum bisa dimanfaatkan oleh pengunjung hingga Senin (19/11). Di antaranya, kolam renang untuk anak-anak tidak terawat. Pagar yang mengelilingi kolam renang tersebut rusak. Semen di sudut-sudut kolam juga mengelupas.

Lurah Kowel Zainal Mistuki mengaku tidak berwenang mengembangkan pembangunan taman. Alasannya, pengelolaan taman berada di bawah tanggung jawab dinas lingkungan hidup (DLH). ”Kami hanya mengawasi karena kebetulan taman itu berada di daerah Kowel,” akunya.

Zainal juga mengaku tidak mengetahui rencana kolam renang akan difungsikan. Apalagi secara keseluruhan pembangunan taman belum selesai. Bebarapa tumbuhan belum ada tambahan. ”Tumbuhannya juga ada yang mati karena dampak kemarau panjang,” ujarnya.

Baca Juga :  Inovatif, Lapas Kelas II-A Pamekasan Asah Skill Napi

Di tempat terpisah, Kepala DLH Pamekasan Amin Jabir mengatakan, pengembangan taman masih menunggu anggaran. Dia berharap pemerintah memberikan ruang anggaran untuk mengembangkan pembangunan taman. ”Kami masih terkendala keterbatasan anggaran. Tapi, kami terus berusaha mencari jalan alternatif agar pembangunan taman dilanjutkan,” ucapnya.

Kendati ada anggaran, lanjut Jabir, kemungkinan tidak ada alokasi untuk pembangunan kolam. Pihaknya akan menggunakan untuk fasilitas yang lebih dibutuhkan pengunjung. Misalnya, pembangunan tempat parkir baru.

Menurut dia, tempat parkir yang representatif lebih dibutuhkan pengunjung. Dengan demikian, kendaraan pengunjung lebih aman. ”Jadi, mereka (pengunjung) tidak terganggu karena takut kendaraannya hilang,” terangnya.

Selain tempat parkir, Jabir lebih memprioritaskan penerangan di sekitar taman. Sebab, warga yang berkunjung bukan siang saja. Apalagi, penerangan itu merupakan imbauan tokoh masyarakat.

Baca Juga :  Inovatif! Begini Cara BPJS Kesehatan Jemput Bola di Masa Pandemi

”Sebelum berbicara tumbuhan dan fasilitas taman lainnya, kami lebih memprioritaskan penerangan. Terutama pada malam hari. Kami akan mengerjakan yang lebih prioritas dulu,” tukasnya. (c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/