alexametrics
20.8 C
Madura
Wednesday, August 17, 2022

Pendidikan Pancasila Urgen bagi Siswa

PAMEKASAN – Penguatan pendidikan Pancasila perlu dilakukan. Terutama bagi generasi muda dan siswa. Sebab saat ini nilai-nilai Pancasila mulai ditinggalkan. Padahal, Pancasila merupakan fondasi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Koordinator Kompolan Pojok Surau (KPS) Pamekasan RPA Wazirul Jihad mengatakan, revitalisasi pendidikan Pancasila menjadi niscaya. Pancasila inilah yang akan menjadi penyeimbang antara pengetahuan keagamaan dan kebangsaan. Pancasila menjadi jembatan antara agama-agama sehingga terwujud masyarakat yang harmonis.

”Saat ini ada kelompok-kelompok yang tidak menerima Pancasila sebagai dasar negara. Ini tentu sangat ironis dan dapat mengancam keutuhan NKRI,” kata Wazirul Jihad.

Kelompok yang anti Pancasila ini biasanya menggunakan dasar agama. Mereka menganggap Pancasila bukan inti ajaran Islam. Bahkan mereka menyodorkan sistem khilafah sebagai pengganti demokrasi Pancasila. ”Padahal dalam tubuh Pancasila tersimpan nilai-nilai keislaman yang kuat,” jelas alumnus UIN Sunan Ampel, Surabaya, tersebut.

Baca Juga :  Rp 800 Juta Proyek DAK Belum Terbayar

Sila pertama secara gamblang menggambarkan bahwa yang harus diutamakan bagi rakyat Indonesia adalah spiritualitas. Karena itu, bangsa Indonesia harus memiliki keyakinan bahwa Tuhan itu ada. Dalam konteks keislaman, tuhan yang dipercayai adalah Allah.

”Siapa bilang Pancasila tidak islami? Juseru seluruh sila dari satu sampai lima adalah intisari dari ajaran Islam itu sendiri,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Anggota DPD RI Ahmad Nawardi. Menurut dia, penguatan nilai-nilai Pancasila harus digalakkan. Bukan hanya oleh para akademisi atau guru. Tetapi, oleh seluruh lapisan masyarakat.

”Kami anggota MPR juga senantiasa turun untuk menyosialisasikan tentang urgensi pendidikan Pancasila, khususnya bagi generasi muda,” paparnya.

PAMEKASAN – Penguatan pendidikan Pancasila perlu dilakukan. Terutama bagi generasi muda dan siswa. Sebab saat ini nilai-nilai Pancasila mulai ditinggalkan. Padahal, Pancasila merupakan fondasi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Koordinator Kompolan Pojok Surau (KPS) Pamekasan RPA Wazirul Jihad mengatakan, revitalisasi pendidikan Pancasila menjadi niscaya. Pancasila inilah yang akan menjadi penyeimbang antara pengetahuan keagamaan dan kebangsaan. Pancasila menjadi jembatan antara agama-agama sehingga terwujud masyarakat yang harmonis.

”Saat ini ada kelompok-kelompok yang tidak menerima Pancasila sebagai dasar negara. Ini tentu sangat ironis dan dapat mengancam keutuhan NKRI,” kata Wazirul Jihad.


Kelompok yang anti Pancasila ini biasanya menggunakan dasar agama. Mereka menganggap Pancasila bukan inti ajaran Islam. Bahkan mereka menyodorkan sistem khilafah sebagai pengganti demokrasi Pancasila. ”Padahal dalam tubuh Pancasila tersimpan nilai-nilai keislaman yang kuat,” jelas alumnus UIN Sunan Ampel, Surabaya, tersebut.

Baca Juga :  Disdik Pamekasan Gelorakan Budaya Baca

Sila pertama secara gamblang menggambarkan bahwa yang harus diutamakan bagi rakyat Indonesia adalah spiritualitas. Karena itu, bangsa Indonesia harus memiliki keyakinan bahwa Tuhan itu ada. Dalam konteks keislaman, tuhan yang dipercayai adalah Allah.

”Siapa bilang Pancasila tidak islami? Juseru seluruh sila dari satu sampai lima adalah intisari dari ajaran Islam itu sendiri,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Anggota DPD RI Ahmad Nawardi. Menurut dia, penguatan nilai-nilai Pancasila harus digalakkan. Bukan hanya oleh para akademisi atau guru. Tetapi, oleh seluruh lapisan masyarakat.

- Advertisement -

”Kami anggota MPR juga senantiasa turun untuk menyosialisasikan tentang urgensi pendidikan Pancasila, khususnya bagi generasi muda,” paparnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/