alexametrics
21 C
Madura
Saturday, July 2, 2022

Nakal, Mobdin Dibawa ke Lokasi Wisata

PAMEKASAN – Pj bupati Pamekasan melarang mobil dinas (mobdin) digunakan selama masa libur Lebaran. Namun, larangan itu tidak begitu diindahkan. Masih ada oknum yang memfungsikan mobdin untuk keperluan selain tugas dinas.

Sabtu (16/6) mobdin Pemkab Pamekasan melaju ke arah Sumenep. Bahkan ada yang parkir di tempat wisata Sumenep. Padahal, saat itu sedang libur. Hal tersebut mendapat sorotan Zaimul Arifin, aktivis di Pamekasan.

Dia menyayangkan oknum yang tidak mengindahkan larangan Pj Bupati Pamekasan Fattah Jasin. ”Menurut saya, itu penyalahgunaan fasilitas negara. Kalau untuk kepentingan peribadi, itu sudah penyelahgunaan,” katanya.

Zaimul berharap, Pj bupati memanggil dinas-dinas yang tidak menaati larangan memakai mobdin selama libur Lebaran. Hal itu dilakukan guna memberikan efek jera. ”Kami berharap dinas yang membawa mobdin untuk kepentingan peribadi ditegur,” ucapnya.

Baca Juga :  Tak Pasang Target Kunjungan Wisata saat Momen Liburan

Plt Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Pamekasan Mohammad Alwi mengaku telah menyebarkan surat imbauan larangan tersebut kepada kepala OPD dan kepala badan pada 7 Juni 2018. ”Surat edaran itu sebagai tindak lanjut dari surat KPK 4 Juni perihal pencegahan gratifikasi hari raya,” terangnya.

Dalam surat itu dijelaskan, kepala dinas, kepala bagian, serta seluruh staf dilarang menggunkan kendaraan dinas untuk kepentingan mudik Lebaran. Pemkab telah meminta mereka agar menaruh mobdin di tempat yang aman.

”Kami akan menindaklanjuti jika masih ada pejabat yang memfungsikan mobdin di luar keperluan dinas atau dibawa mudik dan sebagainya,” janji Alwi.

PAMEKASAN – Pj bupati Pamekasan melarang mobil dinas (mobdin) digunakan selama masa libur Lebaran. Namun, larangan itu tidak begitu diindahkan. Masih ada oknum yang memfungsikan mobdin untuk keperluan selain tugas dinas.

Sabtu (16/6) mobdin Pemkab Pamekasan melaju ke arah Sumenep. Bahkan ada yang parkir di tempat wisata Sumenep. Padahal, saat itu sedang libur. Hal tersebut mendapat sorotan Zaimul Arifin, aktivis di Pamekasan.

Dia menyayangkan oknum yang tidak mengindahkan larangan Pj Bupati Pamekasan Fattah Jasin. ”Menurut saya, itu penyalahgunaan fasilitas negara. Kalau untuk kepentingan peribadi, itu sudah penyelahgunaan,” katanya.


Zaimul berharap, Pj bupati memanggil dinas-dinas yang tidak menaati larangan memakai mobdin selama libur Lebaran. Hal itu dilakukan guna memberikan efek jera. ”Kami berharap dinas yang membawa mobdin untuk kepentingan peribadi ditegur,” ucapnya.

Baca Juga :  DPR RI Bakal Pangkas Kuota Impor

Plt Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Pamekasan Mohammad Alwi mengaku telah menyebarkan surat imbauan larangan tersebut kepada kepala OPD dan kepala badan pada 7 Juni 2018. ”Surat edaran itu sebagai tindak lanjut dari surat KPK 4 Juni perihal pencegahan gratifikasi hari raya,” terangnya.

Dalam surat itu dijelaskan, kepala dinas, kepala bagian, serta seluruh staf dilarang menggunkan kendaraan dinas untuk kepentingan mudik Lebaran. Pemkab telah meminta mereka agar menaruh mobdin di tempat yang aman.

”Kami akan menindaklanjuti jika masih ada pejabat yang memfungsikan mobdin di luar keperluan dinas atau dibawa mudik dan sebagainya,” janji Alwi.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/