alexametrics
21.9 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Lagi, Puluhan PMI Malaysia Tiba di Madura

PAMEKASAN – Kedatangan pekerja migran Indonesia (PMI) dari berbagai negara kian tak terbendung. Terbaru, 57 tenaga kerja dari Malaysia tiba di Madura Senin malam (18/5). Sebanyak 23 orang asal Pamekasan dan 34 warga Sampang.

Humas Forum Relawan Penanggulangan Bencana (FRPB) Pamekasan Wahyudi menyampaikan, 23 PMI itu tiba di terminal sekitar pukul 22.30. Mereka menggunakan armada bus. Tim kesehatan yang bertugas di posko melakukan pemeriksaan kesehatan.

Setiap orang didata dan diperiksa suhu tubuhnya. Hasilnya, semua dinyatakan sehat. Kemudian, barang bawaan disemprot cairan disinfektan agar steril dari berbagai macam virus.

Setelah melalui serangkaian pemeriksaan itu, PMI dipulangkan ke kediaman masing-masing. Mereka dijemput keluarganya. Sementara, PMI yang tidak dijemput keluarga diantar tim relawan.

Pemeriksaan kesehatan tidak hanya dilakukan di Terminal Ronggosukowati. Mereka juga mengikuti pemeriksaan di Bandara Juanda, Surabaya. Dengan demikian, para pejuang devisi itu dipastikan pulang dalam keadaan sehat. ”Pemeriksaan kesehatan dilakukan seperti biasa,” tutur Wahyudi kemarin (19/5).

Sekretaris Tim Gugus Tugas Covid-19 Pemkab Pamekasan Totok Hartono mengatakan, pengawasan terhadap warga yang baru pulang dari luar negeri diperketat. Pemerintah menyiapkan ruang observasi.

Baca Juga :  Larang Seremonial Perpisahan Kelas Akhir

Jika pada pemeriksaan kesehatan ada gejala sakit yang mengarah pada Covid-19, yang bersangkutan diminta menjalani observasi. Setelah kondisinya pulih, PMI akan dipulangkan ke kediaman masing-masing.

Ruang observasi yang disiapkan dikemas sedemikian rupa agar warga yang menjalani observasi betah. Di antaranya, disediakan televisi dan wifi. ”Pengawasan dan pemeriksaan akan diperketat,” tegasnya.

Sementara itu, PMI yang dinyatakan sehat diminta menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing. Tim medis dari puskesmas akan memantau secara intens kondisi warga tersebut.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sampang Aji Waluyo menyebutkan, PMI yang beralamat di Kota Bahari 34 orang. Kedatangan PMI tersebut dikawal pemerintah provinsi (pemprov). Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi persebaran Covid-19.

Aji memastikan bahwa semua PMI diturunkan di subposko Covid-19 Jembatan Timbang, Jrengik, Senin (18/5) pukul 21.00. ”Tidak ada PMI yang turun sebelum tiba di posko. Kami pastikan mereka terdata di posko Covid-19,” tegasnya.

Baca Juga :  Bupati Sumenep dan Istrinya Positif Covid-19, Satgas Ingatkan Prokes

Setiba di posko Covid-19, pihaknya melakukan pemeriksaan kepada tiap PMI. Hal itu disesuaikan dengan protokol kesehatan. Yakni, setelah cuci tangan, dicek kesehatannya, kemudian diberi sosialisasi dan imbauan agar menjalani isolasi mandiri.

”Hasil pemeriksaan alhamdulillah normal semua. Sebenarnya, di provinsi mereka sudah diperiksa di Bandara Juanda,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Jubir Gugus Tugas (Gugas) Covid 19 Sampang Moh. Djuwardi. PMI yang datang tak ada yang bergejala. Bahkan, hasil pemeriksaan dari rapid test yang difasilitasi pemprov normal.

”Kami hanya melakukan pemeriksaan suhu tubuh. Rapid test dilakukan pemprov karena di daerah terbatas,” ujarnya.

Kendati hasil tes cepat normal, belum tentu PMI terbebas dari virus korona. Sebab, beberapa pasien yang terkonfirmasi Covid-19 tidak memiliki gejala. Karena itu, pihaknya meminta PMI menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing selama 14 hari.

”Nanti tim yang ada di kecamatan dan desa yang akan memantau aktivitas PMI ini. Tim harus melakukan pengawasan ketat kepada PMI,” tandasnya. (bil)

 

 

 

 

 

 

 

- Advertisement -

PAMEKASAN – Kedatangan pekerja migran Indonesia (PMI) dari berbagai negara kian tak terbendung. Terbaru, 57 tenaga kerja dari Malaysia tiba di Madura Senin malam (18/5). Sebanyak 23 orang asal Pamekasan dan 34 warga Sampang.

Humas Forum Relawan Penanggulangan Bencana (FRPB) Pamekasan Wahyudi menyampaikan, 23 PMI itu tiba di terminal sekitar pukul 22.30. Mereka menggunakan armada bus. Tim kesehatan yang bertugas di posko melakukan pemeriksaan kesehatan.

Setiap orang didata dan diperiksa suhu tubuhnya. Hasilnya, semua dinyatakan sehat. Kemudian, barang bawaan disemprot cairan disinfektan agar steril dari berbagai macam virus.


Setelah melalui serangkaian pemeriksaan itu, PMI dipulangkan ke kediaman masing-masing. Mereka dijemput keluarganya. Sementara, PMI yang tidak dijemput keluarga diantar tim relawan.

Pemeriksaan kesehatan tidak hanya dilakukan di Terminal Ronggosukowati. Mereka juga mengikuti pemeriksaan di Bandara Juanda, Surabaya. Dengan demikian, para pejuang devisi itu dipastikan pulang dalam keadaan sehat. ”Pemeriksaan kesehatan dilakukan seperti biasa,” tutur Wahyudi kemarin (19/5).

Sekretaris Tim Gugus Tugas Covid-19 Pemkab Pamekasan Totok Hartono mengatakan, pengawasan terhadap warga yang baru pulang dari luar negeri diperketat. Pemerintah menyiapkan ruang observasi.

Baca Juga :  Bupati Ra Latif Resmi Menangkan Gugatan

Jika pada pemeriksaan kesehatan ada gejala sakit yang mengarah pada Covid-19, yang bersangkutan diminta menjalani observasi. Setelah kondisinya pulih, PMI akan dipulangkan ke kediaman masing-masing.

Ruang observasi yang disiapkan dikemas sedemikian rupa agar warga yang menjalani observasi betah. Di antaranya, disediakan televisi dan wifi. ”Pengawasan dan pemeriksaan akan diperketat,” tegasnya.

Sementara itu, PMI yang dinyatakan sehat diminta menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing. Tim medis dari puskesmas akan memantau secara intens kondisi warga tersebut.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sampang Aji Waluyo menyebutkan, PMI yang beralamat di Kota Bahari 34 orang. Kedatangan PMI tersebut dikawal pemerintah provinsi (pemprov). Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi persebaran Covid-19.

Aji memastikan bahwa semua PMI diturunkan di subposko Covid-19 Jembatan Timbang, Jrengik, Senin (18/5) pukul 21.00. ”Tidak ada PMI yang turun sebelum tiba di posko. Kami pastikan mereka terdata di posko Covid-19,” tegasnya.

Baca Juga :  Tarif PDAM Bakal Naik 30 Persen

Setiba di posko Covid-19, pihaknya melakukan pemeriksaan kepada tiap PMI. Hal itu disesuaikan dengan protokol kesehatan. Yakni, setelah cuci tangan, dicek kesehatannya, kemudian diberi sosialisasi dan imbauan agar menjalani isolasi mandiri.

”Hasil pemeriksaan alhamdulillah normal semua. Sebenarnya, di provinsi mereka sudah diperiksa di Bandara Juanda,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Jubir Gugus Tugas (Gugas) Covid 19 Sampang Moh. Djuwardi. PMI yang datang tak ada yang bergejala. Bahkan, hasil pemeriksaan dari rapid test yang difasilitasi pemprov normal.

”Kami hanya melakukan pemeriksaan suhu tubuh. Rapid test dilakukan pemprov karena di daerah terbatas,” ujarnya.

Kendati hasil tes cepat normal, belum tentu PMI terbebas dari virus korona. Sebab, beberapa pasien yang terkonfirmasi Covid-19 tidak memiliki gejala. Karena itu, pihaknya meminta PMI menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing selama 14 hari.

”Nanti tim yang ada di kecamatan dan desa yang akan memantau aktivitas PMI ini. Tim harus melakukan pengawasan ketat kepada PMI,” tandasnya. (bil)

 

 

 

 

 

 

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/