alexametrics
22.8 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Ulama Umara Keluarkan Maklumat Bersama

PAMEKASAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan terus melakukan edukasi pada masyarakat selama pandemi Covid-19. Ulama dan umara mengeluarkan maklumat bersama tentang ibadah salat Jumat-berjamaah dan kegiatan keagamaan.

Ada tiga hal yang diatur dalam maklumat tersebut. Pertama, bagi pasien positif Covid-19, pasien dalam pengawasan (PDP), orang dalam pemantauan (ODP), dan orang dengan risiko (ODR) dilarang menghadiri salat Jumat dan menggantinya dengan salat Duhur di rumah. Mereka juga dilarang menghadiri salat berjamaah di masjid maupun musala dan melaksanakannya di rumah.

Kedua, bagi yang sakit dianjurkan untuk melaksanakan salat Duhur di rumah sebagai pengganti salat Jumat. Melaksanakan salat lainnya (selain salat Jumat) di rumah. Juga tidak boleh menghadiri kegiatan keagamaan yang melibatkan banyak orang.

Baca Juga :  Perketat Jalur Masuk Warga Luar Sumenep, Ini yang Dilakukan Pemkab

Ketiga, berbagai kegiatan yang bersifat keagamaan yang menimbulkan kerumunan massa dibatasi maksimal 40 orang dengan memperhatikan standar medis, atau untuk sementara ditunda.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pamekasan KH. Ali Rahbini menyampaikan, maklumat bersama dikeluarkan oleh Pemkab Pamekasan, MUI Pamekasan, PC NU, Pengurus Daerah Muhammadiyah, FKUB Pamekasan, Al-Irsyad Al-Islamiyah, Persis, Hidayatullah, SI dan Dewan Masjid Indonesia Pamekasan, Kemenag Pamekasan, serta Satgas Covid-19.

”Persebaran virus korona perlu terus dicegah dan perlu dilakukan upaya penanggulangan. Salah satunya dengan pembatasan kegiatan keagamaan bagi orang dalam keadaan khusus (pasien positif, PDP, ODP, dan ODR),” jelasnya kemarin (19/4).

Ali Rahbini menegaskan, maklumat bersama tersebut harus dipatuhi demi maksimalnya upaya pencegahan Covid-19. Apalagi, di Pamekasan sudah ada lima kasus korona.

Baca Juga :  Komitmen Sukseskan Imunisasi Campak dan Rubella

”Demikian maklumat ini dibuat. Dengan harapan, maklumat bersama ini kemudian dipatuhi oleh semua elemen masyarakat,” imbaunya. Dengan demikian, persebaran Covid-19 di Pamekasan bisa diminimalkan dengan baik.

Sementara itu, Bupati Pamekasan Baddrut Tamam mengatakan, masyarakat harus memulai kesadarannya untuk senantiasa optimistis dalam melawan Covid-19. ”Harapan kita, Pamekasan menang melawan Covid-19 dan masyarakat memiliki kesadaran untuk mematuhi anjuran pemerintah,” harapnya penuh semangat. (ky)

- Advertisement -

PAMEKASAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan terus melakukan edukasi pada masyarakat selama pandemi Covid-19. Ulama dan umara mengeluarkan maklumat bersama tentang ibadah salat Jumat-berjamaah dan kegiatan keagamaan.

Ada tiga hal yang diatur dalam maklumat tersebut. Pertama, bagi pasien positif Covid-19, pasien dalam pengawasan (PDP), orang dalam pemantauan (ODP), dan orang dengan risiko (ODR) dilarang menghadiri salat Jumat dan menggantinya dengan salat Duhur di rumah. Mereka juga dilarang menghadiri salat berjamaah di masjid maupun musala dan melaksanakannya di rumah.

Kedua, bagi yang sakit dianjurkan untuk melaksanakan salat Duhur di rumah sebagai pengganti salat Jumat. Melaksanakan salat lainnya (selain salat Jumat) di rumah. Juga tidak boleh menghadiri kegiatan keagamaan yang melibatkan banyak orang.

Baca Juga :  Ingatkan OPD Realisasikan Rencana Kerja

Ketiga, berbagai kegiatan yang bersifat keagamaan yang menimbulkan kerumunan massa dibatasi maksimal 40 orang dengan memperhatikan standar medis, atau untuk sementara ditunda.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pamekasan KH. Ali Rahbini menyampaikan, maklumat bersama dikeluarkan oleh Pemkab Pamekasan, MUI Pamekasan, PC NU, Pengurus Daerah Muhammadiyah, FKUB Pamekasan, Al-Irsyad Al-Islamiyah, Persis, Hidayatullah, SI dan Dewan Masjid Indonesia Pamekasan, Kemenag Pamekasan, serta Satgas Covid-19.

”Persebaran virus korona perlu terus dicegah dan perlu dilakukan upaya penanggulangan. Salah satunya dengan pembatasan kegiatan keagamaan bagi orang dalam keadaan khusus (pasien positif, PDP, ODP, dan ODR),” jelasnya kemarin (19/4).

Ali Rahbini menegaskan, maklumat bersama tersebut harus dipatuhi demi maksimalnya upaya pencegahan Covid-19. Apalagi, di Pamekasan sudah ada lima kasus korona.

Baca Juga :  Perempuan Telantar Diduga Gila

”Demikian maklumat ini dibuat. Dengan harapan, maklumat bersama ini kemudian dipatuhi oleh semua elemen masyarakat,” imbaunya. Dengan demikian, persebaran Covid-19 di Pamekasan bisa diminimalkan dengan baik.

Sementara itu, Bupati Pamekasan Baddrut Tamam mengatakan, masyarakat harus memulai kesadarannya untuk senantiasa optimistis dalam melawan Covid-19. ”Harapan kita, Pamekasan menang melawan Covid-19 dan masyarakat memiliki kesadaran untuk mematuhi anjuran pemerintah,” harapnya penuh semangat. (ky)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/