alexametrics
22.8 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Banyak LSM Belum Kantongi SKT

PAMEKASAN – Lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Pamekasan banyak yang tidak memiliki surat keterangan terdaftar (SKT). Padahal SKT sangat penting dimiliki LSM agar bisa melaksanakan kegiatan sesuai dengan fungsinya.

”Saya catat jumlah LSM di Pamekasan ada sekitar 101 lembaga. Dari jumlah tersebut, banyak yang belum mengantongi SKT,” kata Abdul Muin, Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Antar Lembaga (HAL) Bakesbangpol Pamekasan.

Meskipun ada LSM atau ormas yang memiliki SKT, namun masa berlakunya sudah berakhir. Mereka tidak lagi memperpanjang SKT tersebut. Padahal mengenai LSM sudah diatur Pemendagri Nomor 57 Tahun 2017.

”Belum ada LSM yang mengajukan untuk mendapatkan SKT ke Mendagri. Sebab pengajuan SKT harus ke Mendagri. Sampai saat ini belum ada yang mengurus pasca diberlakukannya peraturan tersebut,” tegasnya.

Baca Juga :  Permohonan LSM Bongkar Prematur

Dia menambahkan, selain kewajiban mengurus SKT, LSM dan ormas juga harus aktif memberikan laporan kepada bakesbangpol. Khususnya terkait kegiatan serta sejumlah masalah kemasyarakatan yang mereka tangani.

”Saat ini laporan yang diberikan oleh LSM dan ormas juga sangat minim. Saya imbau masyarakat untuk tidak melibatkan organisasi ilegal,” harapnya.

Dia berharap LSM yang belum memiliki SKT segera mengurus. Dengan demikian, status LSM bisa legal. ”Saya berharap hal ini dapat diperhatikan,” katanya.

Menurut Muin, pihaknya telah melakukan pembinaan kepada ormas dan LSM. Diwanti-wanti agar LSM yang belum memiliki SKT untuk segera mengurusnya. ”Khususnya bagi yang tidak berbadan hukum,” tegas dia.

Pegiat LSM di Pamekasan Syamhari turut meminta agar LSM mengurus SKT yang telah diatur Permendagri. Hal itu untuk membedakan LSM yang legal dan ilegal. Diakui banyak pihak yang mengaku-ngaku LSM, padahal lembanganya tidak resmi.

Baca Juga :  Dinas Perikanan Masyarakatkan Gemar Makan Ikan

”Saya berharap dapat diproses. Kalau lembaganya ilegal, ini bisa mencoreng nama baik LSM,” tukas tokoh LSM senior tersebut. 

- Advertisement -

PAMEKASAN – Lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Pamekasan banyak yang tidak memiliki surat keterangan terdaftar (SKT). Padahal SKT sangat penting dimiliki LSM agar bisa melaksanakan kegiatan sesuai dengan fungsinya.

”Saya catat jumlah LSM di Pamekasan ada sekitar 101 lembaga. Dari jumlah tersebut, banyak yang belum mengantongi SKT,” kata Abdul Muin, Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Antar Lembaga (HAL) Bakesbangpol Pamekasan.

Meskipun ada LSM atau ormas yang memiliki SKT, namun masa berlakunya sudah berakhir. Mereka tidak lagi memperpanjang SKT tersebut. Padahal mengenai LSM sudah diatur Pemendagri Nomor 57 Tahun 2017.


”Belum ada LSM yang mengajukan untuk mendapatkan SKT ke Mendagri. Sebab pengajuan SKT harus ke Mendagri. Sampai saat ini belum ada yang mengurus pasca diberlakukannya peraturan tersebut,” tegasnya.

Baca Juga :  Pimpinan Dewan Terima Aspirasi Para Aktivis

Dia menambahkan, selain kewajiban mengurus SKT, LSM dan ormas juga harus aktif memberikan laporan kepada bakesbangpol. Khususnya terkait kegiatan serta sejumlah masalah kemasyarakatan yang mereka tangani.

”Saat ini laporan yang diberikan oleh LSM dan ormas juga sangat minim. Saya imbau masyarakat untuk tidak melibatkan organisasi ilegal,” harapnya.

Dia berharap LSM yang belum memiliki SKT segera mengurus. Dengan demikian, status LSM bisa legal. ”Saya berharap hal ini dapat diperhatikan,” katanya.

Menurut Muin, pihaknya telah melakukan pembinaan kepada ormas dan LSM. Diwanti-wanti agar LSM yang belum memiliki SKT untuk segera mengurusnya. ”Khususnya bagi yang tidak berbadan hukum,” tegas dia.

Pegiat LSM di Pamekasan Syamhari turut meminta agar LSM mengurus SKT yang telah diatur Permendagri. Hal itu untuk membedakan LSM yang legal dan ilegal. Diakui banyak pihak yang mengaku-ngaku LSM, padahal lembanganya tidak resmi.

Baca Juga :  Audiensi PC NU Pamekasan, Madin┬áMendidik Karakter Siswa

”Saya berharap dapat diproses. Kalau lembaganya ilegal, ini bisa mencoreng nama baik LSM,” tukas tokoh LSM senior tersebut. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/