alexametrics
21.1 C
Madura
Sunday, July 3, 2022

Pasien dalam Pengawasan Wafat, Sebelumnya Pernah Singgah ke Kota Ini

PAMEKASAN – Satu pasien dalam pengawasan (PDP) RSUD dr H Slamet Martodirdjo meninggal dunia. Pasien yang meninggal dunia itu diketahui sempat tinggal di Malang. Lalu, pulang ke Pamekasan.

Operator Satgas Penanggulangan Bencana Nonalam dan Pencegahan Covid-19 Pamekasan Sugianto mengatakan, empat hari sebelum masuk rumah sakit, pasien mengeluh panas, mual, dan muntah.

Kamis siang (19/3), pihak keluarga membawa pasien berumur sebelas tahun itu ke RSUD dr H Slamet Martodirdjo.

Setelah melalui pemeriksaan tim dokter, pasien perempuan itu ditetapkan sebagai pasien dalam pengawasan (PDP). Dengan demikian, perawatan dilakukan secara intensif.

Namun, nyawa pasien itu tidak terselamatkan. Bocah tersebut meninggal dunia setelah salat Jumat (20/3). ”Pasien meninggal sekitar jam setengah satu siang,” kata Sugianto.

Baca Juga :  Pasien Ke-30 Korona Bangkalan Batuk, Pilek, dan Sesak Napas

Meski berstatus PDP, almarhumah belum bisa dipastikan positif terinfeksi virus korona atau tidak. Sebab, masih dalam tahap pemeriksaan di laboratorium Surabaya. Sampel sudah dikirim, tinggal menunggu hasil uji laboratorium.

”Perlu kami luruskan, belum bisa dipastikan apakah positif korona atau tidak,” tegasnya. (pen/luq)

PAMEKASAN – Satu pasien dalam pengawasan (PDP) RSUD dr H Slamet Martodirdjo meninggal dunia. Pasien yang meninggal dunia itu diketahui sempat tinggal di Malang. Lalu, pulang ke Pamekasan.

Operator Satgas Penanggulangan Bencana Nonalam dan Pencegahan Covid-19 Pamekasan Sugianto mengatakan, empat hari sebelum masuk rumah sakit, pasien mengeluh panas, mual, dan muntah.

Kamis siang (19/3), pihak keluarga membawa pasien berumur sebelas tahun itu ke RSUD dr H Slamet Martodirdjo.


Setelah melalui pemeriksaan tim dokter, pasien perempuan itu ditetapkan sebagai pasien dalam pengawasan (PDP). Dengan demikian, perawatan dilakukan secara intensif.

Namun, nyawa pasien itu tidak terselamatkan. Bocah tersebut meninggal dunia setelah salat Jumat (20/3). ”Pasien meninggal sekitar jam setengah satu siang,” kata Sugianto.

Baca Juga :  Rehabilitasi Sungai Butuh Rp 50 Miliar

Meski berstatus PDP, almarhumah belum bisa dipastikan positif terinfeksi virus korona atau tidak. Sebab, masih dalam tahap pemeriksaan di laboratorium Surabaya. Sampel sudah dikirim, tinggal menunggu hasil uji laboratorium.

”Perlu kami luruskan, belum bisa dipastikan apakah positif korona atau tidak,” tegasnya. (pen/luq)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/