alexametrics
21 C
Madura
Tuesday, May 17, 2022

Sebulan, Laporan melalui Pamekasan Smart Tembus 330

PAMEKASAN – Sudah sebulan aplikasi Pamekasan Smart diluncurkan ke publik. Warga cukup antusias merespons aplikasi yang diluncurkan pada 16 Februari 2019 itu. Terutama dalam melaporkan jalan rusak melalui kanal e-lorong.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pamekasan Bahrun mengatakan, aplikasi Pamekasan Smart dilengkapi 12 kanal. Secara umum ada dua fungsi utama aplikasi tersebut. Yakni, pelayanan dan pengaduan.

Aplikasi itu diharapkan mempermudah masyarakat mendapatkan pelayanan Pemkab Pamekasan. Aplikasi Pamekasan Smart menggunakan jaringan internet yang bisa diakses dengan mudah. ”Dengan aplikasi ini, Pamekasan dalam genggaman,” katanya kemarin (19/3).

Menurut dia, aplikasi tersebut direspons baik oleh masyarakat. Sejak diluncurkan, banyak laporan yang disampaikan melalui aplikasi itu. Fitur atau kanal yang sering digunakan yaitu e-lorong dan e-madul.

E-lorong digunakan untuk pengaduan fasilitas umum yang rusak. Misalnya, terdapat jalan, jembatan, dan penerangan jalan umum (PJU) rusak bisa dilaporkan melalui e-lorong. Fitur tersebut tersambung ke lima organisasi perangkat daerah (OPD). Yaitu, dishub, DLH, BPBD, satpol PP, dan dinas PUPR.

”Jalan dan jembatan merupakan tanggung jawab dinas PUPR. Terkait PJU, itu kewenagan dishub. Terkait dengan pohon tumbang, itu DLH dan BPBD. Terkait dengan pasar tumpah atau yang menghambat jalan, itu tanggung jawab satpol PP. Silakan foto dan kirim,” jelasnya.

Baca Juga :  RSU Waru Sepi Pasien

Bahrun mengungkapkan, hingga Jumat (15/3) ada 330 laporan yang diterima melalui aplikasi Pamekasan Smart. Laporan tersebut tidak hanya tertuju pada satu OPD. Laporan yang dikirim masyarakat langsung masuk ke admin OPD masing-masing.

Berdasarkan jumlah laporan yang masuk, ada empat laporan yang sudah dikerjakan OPD terkait. Sementara laporan yang belum dikerjakan berjumlah 33. Di samping itu, 37 laporan belum ditanggapi.

”Hampir setiap hari ada laporan dari warga. Setiap hari bisa lima sampai sepuluh laporan yang masuk. Yang melapor bukan hanya daerah perkotaan. Sebab, aplikasi ini bisa diakses semua masyarakat di Pamekasan,” ungkapnya.

Diskominfo tidak berwenang menindaklanjuti laporan masyarakat. Pihaknya hanya bisa mengingatkan OPD terkait agar tanggap menerima laporan masyarakat. Dengan demikian, fasilitas umum yang rusak bisa diperbaiki.

Baca Juga :  Fasiltas Pelabuhan Pasean Mubazir

”Kalau ada OPD yang lupa, kami ingatkan agar segera ditanggapi. Sebab, harapan masyarakat begitu besar. Sampai sekecil apa pun jalan yang rusak dilaporkan. Misalnya, jalan menuju rumahnya, itu juga dilaporkan,” bebernya.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas PUPR Pamekasan Totok Hartono menegaskan, e-lorong mempermudah percepatan informasi. Kendati demikian, tidak semua laporan dari masyarakat bisa ditindaklanjuti. Sebab, pemerintah memiliki keterbatasan anggaran.

Di samping itu, pihaknya masih mengkaji kondisi jalan yang dilaporkan masyarakat. Sebab, tidak semua jalan di daerah Pamekasan menjadi tanggung jawab dinas PUPR. ”Misalnya, apakah jalan tersebut termasuk kewenangan daerah atau provinsi,” jelasnya.

Untuk itu, semua laporan yang masuk melalui e-lorong akan dicek ke lokasi. Setelah itu, pihaknya bisa menentukan apakah bisa dikerjakan sekarang atau menunggu APBD berikutnya. Perbaikan dilakukan secara bertahap.

”Jadi, prosesnya mulai dari cek lokasi, survei perencanaan, dan anggaran. Begitu dicek dan anggarannya tersedia, baru tindak lanjut pelaksanaan. Tidak bisa perbaikan dilakukan tanpa perencanaan terlebih dahulu karena bisa menyalahi regulasi,” urainya. (bil)

 

PAMEKASAN – Sudah sebulan aplikasi Pamekasan Smart diluncurkan ke publik. Warga cukup antusias merespons aplikasi yang diluncurkan pada 16 Februari 2019 itu. Terutama dalam melaporkan jalan rusak melalui kanal e-lorong.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pamekasan Bahrun mengatakan, aplikasi Pamekasan Smart dilengkapi 12 kanal. Secara umum ada dua fungsi utama aplikasi tersebut. Yakni, pelayanan dan pengaduan.

Aplikasi itu diharapkan mempermudah masyarakat mendapatkan pelayanan Pemkab Pamekasan. Aplikasi Pamekasan Smart menggunakan jaringan internet yang bisa diakses dengan mudah. ”Dengan aplikasi ini, Pamekasan dalam genggaman,” katanya kemarin (19/3).

Menurut dia, aplikasi tersebut direspons baik oleh masyarakat. Sejak diluncurkan, banyak laporan yang disampaikan melalui aplikasi itu. Fitur atau kanal yang sering digunakan yaitu e-lorong dan e-madul.

E-lorong digunakan untuk pengaduan fasilitas umum yang rusak. Misalnya, terdapat jalan, jembatan, dan penerangan jalan umum (PJU) rusak bisa dilaporkan melalui e-lorong. Fitur tersebut tersambung ke lima organisasi perangkat daerah (OPD). Yaitu, dishub, DLH, BPBD, satpol PP, dan dinas PUPR.

”Jalan dan jembatan merupakan tanggung jawab dinas PUPR. Terkait PJU, itu kewenagan dishub. Terkait dengan pohon tumbang, itu DLH dan BPBD. Terkait dengan pasar tumpah atau yang menghambat jalan, itu tanggung jawab satpol PP. Silakan foto dan kirim,” jelasnya.

Baca Juga :  Laporan Masyarakat Banyak Bermuatan Politis

Bahrun mengungkapkan, hingga Jumat (15/3) ada 330 laporan yang diterima melalui aplikasi Pamekasan Smart. Laporan tersebut tidak hanya tertuju pada satu OPD. Laporan yang dikirim masyarakat langsung masuk ke admin OPD masing-masing.

Berdasarkan jumlah laporan yang masuk, ada empat laporan yang sudah dikerjakan OPD terkait. Sementara laporan yang belum dikerjakan berjumlah 33. Di samping itu, 37 laporan belum ditanggapi.

”Hampir setiap hari ada laporan dari warga. Setiap hari bisa lima sampai sepuluh laporan yang masuk. Yang melapor bukan hanya daerah perkotaan. Sebab, aplikasi ini bisa diakses semua masyarakat di Pamekasan,” ungkapnya.

Diskominfo tidak berwenang menindaklanjuti laporan masyarakat. Pihaknya hanya bisa mengingatkan OPD terkait agar tanggap menerima laporan masyarakat. Dengan demikian, fasilitas umum yang rusak bisa diperbaiki.

Baca Juga :  1.151 Pendaftar Berebut 236 Kursi CPNS

”Kalau ada OPD yang lupa, kami ingatkan agar segera ditanggapi. Sebab, harapan masyarakat begitu besar. Sampai sekecil apa pun jalan yang rusak dilaporkan. Misalnya, jalan menuju rumahnya, itu juga dilaporkan,” bebernya.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas PUPR Pamekasan Totok Hartono menegaskan, e-lorong mempermudah percepatan informasi. Kendati demikian, tidak semua laporan dari masyarakat bisa ditindaklanjuti. Sebab, pemerintah memiliki keterbatasan anggaran.

Di samping itu, pihaknya masih mengkaji kondisi jalan yang dilaporkan masyarakat. Sebab, tidak semua jalan di daerah Pamekasan menjadi tanggung jawab dinas PUPR. ”Misalnya, apakah jalan tersebut termasuk kewenangan daerah atau provinsi,” jelasnya.

Untuk itu, semua laporan yang masuk melalui e-lorong akan dicek ke lokasi. Setelah itu, pihaknya bisa menentukan apakah bisa dikerjakan sekarang atau menunggu APBD berikutnya. Perbaikan dilakukan secara bertahap.

”Jadi, prosesnya mulai dari cek lokasi, survei perencanaan, dan anggaran. Begitu dicek dan anggarannya tersedia, baru tindak lanjut pelaksanaan. Tidak bisa perbaikan dilakukan tanpa perencanaan terlebih dahulu karena bisa menyalahi regulasi,” urainya. (bil)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/