alexametrics
29.1 C
Madura
Saturday, May 28, 2022

Pemkab Petakan Potensi Daerah

PAMEKASAN diwacanakan menjadi kawasan ekonomi khusus (KEK). Pemerintah mulai menyiapkan dengan memetakan potensi yang dimiliki Kota Gerbang Salam.

Wabup Raja’e mengatakan, wacana KEK menggelinding sejak beberapa waktu lalu. Pengembangan sejumlah potensi daerah di Pamekasan dipetakan. Di antaranya, garam, jagung, sapi, dan potensi alam lainnya.

Pemetaan itu untuk mempermudah pengembangan ekonomi. Pemerintah daerah mendorong desa mengelola potensi alam yang dimiliki. ”Pemetaan kawasan strategis kabupaten sudah kami lakukan,” katanya kemarin (18/10).

Raja’e menyampaikan, pemerintah daerah merealisasikan desa tematik. Masing-masing desa dikembangkan sesuai potensi yang ada. Sementara, satu desa menjadi percontohan.

Yakni, Desa Murtajih, Kecamatan Pademawu. Desa yang berada di sebelah timur Kota Pamekasan itu rencananya akan dikembangkan menjadi desa eduwisata. Pembangunan pendukung mulai digarap seperti infrastruktur.

Baca Juga :  Tim Gabungan Temukan Mamin Kedaluwarsa

Desa lain diharapkan mulai memetakan potensi yang dimiliki sehingga mudah memetakan. Kemudian, diputuskan tema apa yang akan diambil. ”Tema itu ditentukan desa sendiri,” katanya.

Mantan Kades Bujur Barat itu mengatakan, Pamekasan siap menjadi bagian dari pengembangan KEK. Potensi yang dimiliki siap dikembangkan secara optimal. ”Intinya, kami siap menyambut kawasan ekonomi khusus,” katanya.

Anggota DPRD Pamekasan Moh. Ali mengatakan, pengembangan KEK sangat bagus untuk peningkatan ekonomi masyarakat. Perencanaan harus matang sehingga kegiatan yang dilakukan berjalan sesuai harapan.

Mengenai desa tematik, pemerintah harus serius. Anggaran yang dikelola harus tepat sasaran. Muaranya, program tersebut harus mendorong kesejahteraan masyarakat. ”Desa tematik itu pasti membutuhkan anggaran. Hasilnya harus bermanfaat kepada masyarakat,” tandasnya.

Baca Juga :  Stok Tembakau Melimpah, Serapan Rendah

PAMEKASAN diwacanakan menjadi kawasan ekonomi khusus (KEK). Pemerintah mulai menyiapkan dengan memetakan potensi yang dimiliki Kota Gerbang Salam.

Wabup Raja’e mengatakan, wacana KEK menggelinding sejak beberapa waktu lalu. Pengembangan sejumlah potensi daerah di Pamekasan dipetakan. Di antaranya, garam, jagung, sapi, dan potensi alam lainnya.

Pemetaan itu untuk mempermudah pengembangan ekonomi. Pemerintah daerah mendorong desa mengelola potensi alam yang dimiliki. ”Pemetaan kawasan strategis kabupaten sudah kami lakukan,” katanya kemarin (18/10).


Raja’e menyampaikan, pemerintah daerah merealisasikan desa tematik. Masing-masing desa dikembangkan sesuai potensi yang ada. Sementara, satu desa menjadi percontohan.

Yakni, Desa Murtajih, Kecamatan Pademawu. Desa yang berada di sebelah timur Kota Pamekasan itu rencananya akan dikembangkan menjadi desa eduwisata. Pembangunan pendukung mulai digarap seperti infrastruktur.

Baca Juga :  Pemkab Punya Utang Puluhan Miliar terkait Modal Dasar PT Sumekar

Desa lain diharapkan mulai memetakan potensi yang dimiliki sehingga mudah memetakan. Kemudian, diputuskan tema apa yang akan diambil. ”Tema itu ditentukan desa sendiri,” katanya.

Mantan Kades Bujur Barat itu mengatakan, Pamekasan siap menjadi bagian dari pengembangan KEK. Potensi yang dimiliki siap dikembangkan secara optimal. ”Intinya, kami siap menyambut kawasan ekonomi khusus,” katanya.

Anggota DPRD Pamekasan Moh. Ali mengatakan, pengembangan KEK sangat bagus untuk peningkatan ekonomi masyarakat. Perencanaan harus matang sehingga kegiatan yang dilakukan berjalan sesuai harapan.

Mengenai desa tematik, pemerintah harus serius. Anggaran yang dikelola harus tepat sasaran. Muaranya, program tersebut harus mendorong kesejahteraan masyarakat. ”Desa tematik itu pasti membutuhkan anggaran. Hasilnya harus bermanfaat kepada masyarakat,” tandasnya.

Baca Juga :  Gubernur Khofifah Soft Launching MTQ XXIX Jatim

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/