alexametrics
22.3 C
Madura
Tuesday, May 24, 2022

Bangun WTP, Pamekasan Kecipratan Rp 33 Miliar

PAMEKASAN – Pemerintah pusat bakal menggelontorkan anggaran Rp 33 miliar untuk Pamekasan. Dana besar itu akan digunakan untuk pembangunan water treatment plant (WTP).

Direktur PDAM Pamekasan Agoes Bachtiar mengatakan, lokasi pembangunan WTP berdekatan dengan Embung Samiran di Desa Kodik, Kecamatan Proppo. WTP merupakan sarana menyaring bahan mentah air yang disedot dari embung menjadi air layak konsumsi.

Kecepatan dari produksi air bersih mencapai 1 liter per detik. ”Kekuatannya sangat dahsyat,” katanya kemarin (18/10).

Pembangunan WTP membutuhkan anggaran Rp 33 miliar. Anggaran itu tidak bisa dipenuhi menggunakan APBD Pamekasan. Butuh suntikan dana dari pemerintah pusat.

Beberapa waktu lalu, pemkab mengajukan bantuan dana untuk pembangunan WTP itu melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah Provinsi Jawa Timur. Hasilnya positif. Tahun depan, anggaran yang dibutuhkan itu akan digelontorkan.

Baca Juga :  Anggaran Pengadaan Buku Perpusda Ngendap

Pemkab Pamekasan diberi tugas menyelesaikan pembebasan lahan. Pembangunan WTP itu membutuhkan lahan sekitar 4.000 meter persegi. Kewajiban itu dipenuhi. Beberapa waktu lalu lahan yang dibutuhkan dibebaskan.

Anggaran pembebasan lahan Rp 1,5 miliar. ”Pemerintah pusat yang bangun, kita menyiapkan lahannya. Pembebasan lahan sudah kami lakukan,” kata Agoes saat ditemui di kantornya.

Pembangunan WTP itu mendorong peningkatan produksi air bersih. Jangkauan pelanggan lebih jauh.  WTP yang dimiliki pemkab sekarang hanya menjangkau masyarakat di wilayah Kecamatan Tlanakan.

Tetapi, dengan adanya WTP baru, masyarakat di wilayah perkotaan bisa terakomodasi dengan baik. Peningkatan pelanggan bisa terjadi secara signifikan. ”Semoga di 2020 lancar,” harap Agoes.

Wakil Ketua DPRD Pamekasan Harun Suyitno mengatakan, pengembangan Embung Samiran termasuk pembangunan WTP sejak beberapa tahun lalu diwacanakan. Tetapi, sampai sekarang belum terealisasi.

Baca Juga :  Harga Terendah Tembakau Rp 40.294

Lokasi penampungan bahan baku air bersih itu hanya sebatas pelebaran. Belum ada pembangunan yang mengarah pada peningkatan produksi. ”Kalau memang ada sinyal baik dari pemerintah pusat, harus dikawal agar segera terealisasi,” katanya.

Harun menyampaikan, PDAM merupakan BUMD khusus. Perlakuan dari pemerintah pusat juga khusus. Jika nakhoda perusahaan tersebut mampu berinovasi, sangat mudah mendapat kucuran dana dari pemerintah pusat.

Dengan demikian, PDAM diharapkan tidak hanya menggelar program rutinitas. Harus ada inovasi untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat. ”Pelayanan harus lebih baik. Inovasi juga harus dilakukan,” tandasnya.

PAMEKASAN – Pemerintah pusat bakal menggelontorkan anggaran Rp 33 miliar untuk Pamekasan. Dana besar itu akan digunakan untuk pembangunan water treatment plant (WTP).

Direktur PDAM Pamekasan Agoes Bachtiar mengatakan, lokasi pembangunan WTP berdekatan dengan Embung Samiran di Desa Kodik, Kecamatan Proppo. WTP merupakan sarana menyaring bahan mentah air yang disedot dari embung menjadi air layak konsumsi.

Kecepatan dari produksi air bersih mencapai 1 liter per detik. ”Kekuatannya sangat dahsyat,” katanya kemarin (18/10).


Pembangunan WTP membutuhkan anggaran Rp 33 miliar. Anggaran itu tidak bisa dipenuhi menggunakan APBD Pamekasan. Butuh suntikan dana dari pemerintah pusat.

Beberapa waktu lalu, pemkab mengajukan bantuan dana untuk pembangunan WTP itu melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah Provinsi Jawa Timur. Hasilnya positif. Tahun depan, anggaran yang dibutuhkan itu akan digelontorkan.

Baca Juga :  Anggaran Pengadaan Buku Perpusda Ngendap

Pemkab Pamekasan diberi tugas menyelesaikan pembebasan lahan. Pembangunan WTP itu membutuhkan lahan sekitar 4.000 meter persegi. Kewajiban itu dipenuhi. Beberapa waktu lalu lahan yang dibutuhkan dibebaskan.

Anggaran pembebasan lahan Rp 1,5 miliar. ”Pemerintah pusat yang bangun, kita menyiapkan lahannya. Pembebasan lahan sudah kami lakukan,” kata Agoes saat ditemui di kantornya.

Pembangunan WTP itu mendorong peningkatan produksi air bersih. Jangkauan pelanggan lebih jauh.  WTP yang dimiliki pemkab sekarang hanya menjangkau masyarakat di wilayah Kecamatan Tlanakan.

Tetapi, dengan adanya WTP baru, masyarakat di wilayah perkotaan bisa terakomodasi dengan baik. Peningkatan pelanggan bisa terjadi secara signifikan. ”Semoga di 2020 lancar,” harap Agoes.

Wakil Ketua DPRD Pamekasan Harun Suyitno mengatakan, pengembangan Embung Samiran termasuk pembangunan WTP sejak beberapa tahun lalu diwacanakan. Tetapi, sampai sekarang belum terealisasi.

Baca Juga :  PT MTS Impor 49 Ribu Ton Garam

Lokasi penampungan bahan baku air bersih itu hanya sebatas pelebaran. Belum ada pembangunan yang mengarah pada peningkatan produksi. ”Kalau memang ada sinyal baik dari pemerintah pusat, harus dikawal agar segera terealisasi,” katanya.

Harun menyampaikan, PDAM merupakan BUMD khusus. Perlakuan dari pemerintah pusat juga khusus. Jika nakhoda perusahaan tersebut mampu berinovasi, sangat mudah mendapat kucuran dana dari pemerintah pusat.

Dengan demikian, PDAM diharapkan tidak hanya menggelar program rutinitas. Harus ada inovasi untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat. ”Pelayanan harus lebih baik. Inovasi juga harus dilakukan,” tandasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/