alexametrics
22.1 C
Madura
Monday, May 23, 2022

Pembangunan Sentra PKL Selesai Tahun Ini

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Hingga Rabu (18/8), pedagang kaki lima (PKL) yang ada di sejumlah titik di Kota Pamekasan belum direlokasi. Sebab, pembangunan sentra PKL di lahan yang baru belum selesai.

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam meminta pembangunan sentra PKL tersebut dituntaskan tahun ini. ”Target kita tahun ini selesai. Sebab, dirancang sejak 2020 lalu,” ucapnya.

Menurut dia, ada dua alasan mengapa pembangunan sentra PKL harus tuntas. Pertama, PKL belum memiliki tempat yang permanen dan representatif. Maka dari itu, sentra PKL yang dirancang terpusat di eks rumah sakit di Jalan Kesehatan serta di Jalan Dirgahayu tersebut ditargetkan selesai tahun ini.

”Alasan kedua, Pamekasan menjadi tuan rumah musabaqah tilawatil Qur’an (MTQ) se-Jawa Timur. Karena itu, sentra PKL harus sudah tertata dan bisa dinikmati oleh masyarakat Jawa Timur yang berkunjung ke Pamekasan,” sambungnya.

Baca Juga :  KPPBC: 10 Juta Ponsel Ilegal Beredar di Indonesia

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Diskop & UKM) Pamekasan Abd Fata menuturkan, pemkab sudah mem-plotting anggaran sebesar Rp 9 miliar untuk mengurus PKL dan warung milik rakyat (wamira). Anggaran tersebut untuk membiayai tiga paket proyek pembangunan.

”Pertama, dana sebesar Rp 5 miliar untuk membiayai kelanjutan pembangunan fasilitas sentra PKL di eks rumah sakit Jalan Kesehatan. Kedua, dana sebesar Rp 2 miliar untuk sentra PKL di Jalan Dirgahayu dan ketiga dana sebesar Rp 2 miliar untuk membangun Wamira. ”Saya sudah menyampaikan kepada Bapak Bupati selesai tahun ini,” katanya.

Dijelaskan, saat ini institusinya bersama stakeholder lainnya sedang melakukan kajian. ”Sudah ada timnya. Anggotanya perguruan tinggi, praktisi, dan teman-teman dari organisasi kemasyarakatan. Kajian tersebut membahas banyak aspek. Mulai dari aspek sosial sampai proses relokasi ke sentra PKL,” pungkasnya.

Baca Juga :  Rencana Pembangunan Pasar Ikan Belum Ada Tindak Lanjut

Berdasar pantauan Jawa Pos Radar Madura (JPRM), sampai kemarin tidak ada fasilitas apa pun di sentra PKL. Lahan eks rumah sakit masih berwujud hamparan paving. Sementara di Jalan Dirgahayu pun masih berwujud lahan kosong yang belum tersedia fasilitas apa pun untuk PKL. (ky)

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Hingga Rabu (18/8), pedagang kaki lima (PKL) yang ada di sejumlah titik di Kota Pamekasan belum direlokasi. Sebab, pembangunan sentra PKL di lahan yang baru belum selesai.

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam meminta pembangunan sentra PKL tersebut dituntaskan tahun ini. ”Target kita tahun ini selesai. Sebab, dirancang sejak 2020 lalu,” ucapnya.

Menurut dia, ada dua alasan mengapa pembangunan sentra PKL harus tuntas. Pertama, PKL belum memiliki tempat yang permanen dan representatif. Maka dari itu, sentra PKL yang dirancang terpusat di eks rumah sakit di Jalan Kesehatan serta di Jalan Dirgahayu tersebut ditargetkan selesai tahun ini.


”Alasan kedua, Pamekasan menjadi tuan rumah musabaqah tilawatil Qur’an (MTQ) se-Jawa Timur. Karena itu, sentra PKL harus sudah tertata dan bisa dinikmati oleh masyarakat Jawa Timur yang berkunjung ke Pamekasan,” sambungnya.

Baca Juga :  Lepas Kenang Khalil Asy’ari Berlangsung Haru

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Diskop & UKM) Pamekasan Abd Fata menuturkan, pemkab sudah mem-plotting anggaran sebesar Rp 9 miliar untuk mengurus PKL dan warung milik rakyat (wamira). Anggaran tersebut untuk membiayai tiga paket proyek pembangunan.

”Pertama, dana sebesar Rp 5 miliar untuk membiayai kelanjutan pembangunan fasilitas sentra PKL di eks rumah sakit Jalan Kesehatan. Kedua, dana sebesar Rp 2 miliar untuk sentra PKL di Jalan Dirgahayu dan ketiga dana sebesar Rp 2 miliar untuk membangun Wamira. ”Saya sudah menyampaikan kepada Bapak Bupati selesai tahun ini,” katanya.

Dijelaskan, saat ini institusinya bersama stakeholder lainnya sedang melakukan kajian. ”Sudah ada timnya. Anggotanya perguruan tinggi, praktisi, dan teman-teman dari organisasi kemasyarakatan. Kajian tersebut membahas banyak aspek. Mulai dari aspek sosial sampai proses relokasi ke sentra PKL,” pungkasnya.

Baca Juga :  Pedagang Pasar Kolpajung Positif

Berdasar pantauan Jawa Pos Radar Madura (JPRM), sampai kemarin tidak ada fasilitas apa pun di sentra PKL. Lahan eks rumah sakit masih berwujud hamparan paving. Sementara di Jalan Dirgahayu pun masih berwujud lahan kosong yang belum tersedia fasilitas apa pun untuk PKL. (ky)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/