alexametrics
24.4 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Pembangunan Terminal Kargo Molor, Dishub Sesumbar Dua Bulan Selesai

PAMEKASAN – Terminal kargo di Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, mubazir. Hal itu karena, sampai saat ini terminal bongkar muat barang itu belum dioperasikan. Penyebabnya, pembangunan fasilitas tambahan berjalan molor.

Pantauan Jawa Pos Radar Madura (JPRM), terminal di Jalan Raya Tlanakan itu seperti tidak terawat. Rumput-rumput liar dibiarkan di area terminal. Padahal, pemerintah daerah telah menggelontorkan dana miliaran rupiah untuk pembangunan fasilitas tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pamekasan Ajib Abdullah mengungkapkan bahwa sebenarnya pihaknya menargetkan operasionalisasi terminal kargo sebelum Ramadan. Tetapi karena kendala teknis, target tersebut tidak tercapai. Salah satu penyebabnya, fasilitas kamar mandi, musala, dan tempat istirahat supir belum tersedia.

Baca Juga :  Dinsos Jatim Jamin Anak Korban Covid-19 Tak Putus Sekolah

Saat ini pembangunan fasilitas tambahan itu sedang proses pengerjaan. Belum dipastikan kapan kira-kira start pembangunan akan digelar. ”Perencanaannya sudah, tinggal pelaksanaannya, mudah-mudahan secepatnya bisa dikerjakan,” ujar Ajib Abdullah.

Menurut Ajib, proyek lanjutan pembangunan terminal kargo tidak perlu menggunakan lelang terbuka. Sebab anggaran yang disediakan untuk masing-masing paket tidak sampai Rp 200 juta. Sementara sesuai aturan, hanya paket di atas Rp 200 juta yang perlu dilelang melalui layanan pengadaan secara elektronik (LPSE).

”Tidak perlu dilelang, tinggal penunjukan langsung. Sebab, anggarannya kecil kok,” tegas mantan kepala dishutbun tersebut. ”Ya, paling dua bulan selesailah pembangunannya,” tambahnya.

Molornya pembangunan dan pengoperasian terminal kargo ini menuai kritik. Anggota Komisi I DPRD Pamekasan Andi Suparto mengaku kecewa. Hal itu karena bangunan itu tak kunjung bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Apalagi, dengan molornya pengoperasian terminal barang berpengaruh terhadap kemacetan di wilayah perkotaan.

Baca Juga :  Rawan Pelanggaran, Lapas Pasang 36 CCTV

”Setiap hari mobil barang masuk kota. Itu berpengaruh pada kemacetan lalu lintas. Seandainya terminal kargo dioperasikan, setidaknya kemacetan bisa dikurangi,” tegasnya. ”Kami berharap pembangunan fasilitas tambahan segera dibangun, sehingga terminal kargo segera dioperasikan,” tandasnya.

 

- Advertisement -

PAMEKASAN – Terminal kargo di Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, mubazir. Hal itu karena, sampai saat ini terminal bongkar muat barang itu belum dioperasikan. Penyebabnya, pembangunan fasilitas tambahan berjalan molor.

Pantauan Jawa Pos Radar Madura (JPRM), terminal di Jalan Raya Tlanakan itu seperti tidak terawat. Rumput-rumput liar dibiarkan di area terminal. Padahal, pemerintah daerah telah menggelontorkan dana miliaran rupiah untuk pembangunan fasilitas tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pamekasan Ajib Abdullah mengungkapkan bahwa sebenarnya pihaknya menargetkan operasionalisasi terminal kargo sebelum Ramadan. Tetapi karena kendala teknis, target tersebut tidak tercapai. Salah satu penyebabnya, fasilitas kamar mandi, musala, dan tempat istirahat supir belum tersedia.

Baca Juga :  Jika Polisi Serius, Pemberantasan Narkoba Mudah

Saat ini pembangunan fasilitas tambahan itu sedang proses pengerjaan. Belum dipastikan kapan kira-kira start pembangunan akan digelar. ”Perencanaannya sudah, tinggal pelaksanaannya, mudah-mudahan secepatnya bisa dikerjakan,” ujar Ajib Abdullah.

Menurut Ajib, proyek lanjutan pembangunan terminal kargo tidak perlu menggunakan lelang terbuka. Sebab anggaran yang disediakan untuk masing-masing paket tidak sampai Rp 200 juta. Sementara sesuai aturan, hanya paket di atas Rp 200 juta yang perlu dilelang melalui layanan pengadaan secara elektronik (LPSE).

”Tidak perlu dilelang, tinggal penunjukan langsung. Sebab, anggarannya kecil kok,” tegas mantan kepala dishutbun tersebut. ”Ya, paling dua bulan selesailah pembangunannya,” tambahnya.

Molornya pembangunan dan pengoperasian terminal kargo ini menuai kritik. Anggota Komisi I DPRD Pamekasan Andi Suparto mengaku kecewa. Hal itu karena bangunan itu tak kunjung bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Apalagi, dengan molornya pengoperasian terminal barang berpengaruh terhadap kemacetan di wilayah perkotaan.

Baca Juga :  OPD Gagal Maksimalkan Serapan Anggaran Terancam Disanksi

”Setiap hari mobil barang masuk kota. Itu berpengaruh pada kemacetan lalu lintas. Seandainya terminal kargo dioperasikan, setidaknya kemacetan bisa dikurangi,” tegasnya. ”Kami berharap pembangunan fasilitas tambahan segera dibangun, sehingga terminal kargo segera dioperasikan,” tandasnya.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/